Connect with us

Metropolitan

Jakarta Menuju Kota Ramah Sepeda, Begini Usulan B2W Indonesia

Published

on

Jakarta (cybertokoh.com) –

Kota modern dan ramah lingkungan tak hanya tergambar dari tata kotanya, tetapi juga ditunjang oleh sistem transportasinya yang ramah pejalan kaki dan pesepeda.

Penyelenggaraan sistem transportasi di DKI Jakarta dalam empat tahun terakhir sebetulnya bisa dibilang mengalami kemajuan. Yang paling menonjol, tentu saja, adalah pengadaan lajur dan jalur sepeda.

“Tetapi, meski layak diapresiasi, Bike To Work (B2W) Indonesia menilai komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan untuk memastikan keberadaan jaringan jalur sepeda tetap berlanjut masih perlu dikritisi” kata Ketua Umum B2W Indonesia Fahmi Saimima di Jakarta dalam siaran pers yang diterima Senin (25/10).

Advertisement

Fahmi mengatakan, prasarana bersepeda, yang direncanakan sebagai satu jaringan dengan jarak total 500 km di seluruh Jakarta, adalah wujud dari visi Pemprov DKI Jakarta tentang mobilitas urban, yakni mengalihkan penggunaan kendaraan bermotor pribadi ke angkutan umum dan moda yang ramah lingkungan/ berkelanjutan–sepeda dan jalan kaki.

Fahmi menjelaskan secara fisik, keberadaan lajur/jalur yang sudah dibangun sepanjang 97,77 km itu sekurang-kurangnya telah mengubah penampakan jalanan yang kebetulan ditetapkan sebagai lokasi dari rute yang akan dilalui pengguna sepeda. Ini pun sudah ikut menyumbang pencapaian Pemprov DKI Jakarta di bidang mobilitas kota yang mendapat Sustainable Transport Award 2021, penghargaan yang pernah diterima antara lain oleh Kota Bogota, Seoul, New York City, Guangzhou, dan San Francisco.

BACA  Pemanfaatan Masker untuk Berkampanye Lebih Efektif Ketimbang Baliho

“Tetapi seperti di kota mana pun di dunia yang punya keinginan serupa dengan Jakarta, jalur sepeda ini hanya satu dari sejumlah langkah yang dibutuhkan bagi sebuah transformasi perilaku, kebiasaan, dan budaya dalam bermobilitas. Prasarana ini tidak serta merta orang mau meninggalkan kenyamanan kendaraan bermotor pribadi untuk bersepeda sehari-hari,” ucapnya.

Ia menilai dibandingkan dengan kota-kota lain di dunia yang serius untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung mobilitas warganya, Jakarta justru terlihat sudah berpuas diri dengan pembangunan jalur sepeda.

“Pandemi memang menyulitkan pendanaan untuk melanjutkan apa yang telah dikerjakan, tak terkecuali dengan Jakarta. Tapi pandemi pula yang mendorong banyak kota di dunia untuk berubah drastis, dengan tetap menempatkan prioritas bagi warganya, terutama dalam hal mobilitas dan kesejahteraan,” ujar Fahmi.

Advertisement

Menurut Fahmi, diperlukan keberanian dan komitmen dari Pemprov DKI Jakarta untuk mendorong peningkatan penggunaan sepeda sebagai sarana mobilitas warga, selain juga perlunya dukungan dalam bentuk anggaran pembangunan sarana dan prasarana yang memadai.

Saat ini, B2W Indonesia juga mendukung atas lahirnya peraturan yang menjadi pedoman keberadaan prasarana bersepeda, juga fasilitas pendukungnya (termasuk kewajiban bagi gedung perkantoran untuk menyediakan tempat parkir dan kamar mandi/ruang ganti), seperti di Peraturan Gubernur No. 51/2020. Ini regulasi saat keadaan pandemi, Demikian pula dalam Instruksi Gubernur No. 49/2021 yang memasukkan poin lajur/jalur sepeda sebagai salah satu isu prioritas yang harus diselesaikan pada Desember 2022, yakni terbangunnya jaringan jalur sepeda dengan total 298 km, belum lagi ada Instruksi Gubernur nomor 66 tahun 2019 tentang pengendalian kualitas udara, serta Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1263 tahun 2020 tentang perubahan kedua atas keputusan Gubernur nomor 1042 tahun 2018 tentang daftar kegiatan strategis daerah yang mencantumkan Pengembangan Sarana dan Prasarana Sepeda.

BACA  Libur Panjang, Waspadai Tempat Keramaian

Sebagai langkah awal yang bisa mewakili semua upaya tersebut, B2W Indonesia mengusulkan diberlakukannya Fuel-Free Friday, yaitu di setiap hari Jumat pagi (06.00 – 09.00 wib) dilakukan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor (sama ketika pembatasan PPKM), jikalau diperlukan untuk di seluruh ruas jalan protokol di Jakarta. Berbeda dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor, yang berlangsung setiap Minggu di kawasan terbatas, Fuel-Free Friday mencakup kawasan dan keterlibatan masyarakat yang lebih luas.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta diharapkan melaksanakan beberapa hal berikut ini:
merealisasikan pembangunan Bike Lounge yang digagas Jakarta Experience Board;
mengaktifkan lagi dan memperluas Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau yang lazim disebut car-free day, serta mewujudkan inklusivitas bagi masyarakat dalam melakukan kegiatan olahraga;merealisasikan salah satu syarat aplikasi penerima Sustainable Transport Award 2021, yakni penyelenggaraan summit atau konferensi akbar tentang Transportasi berkelanjutan (baca: sepeda) yang melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder).

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta diharapkan dapat menindaklanjuti semua masukan dan kritikan dari masyarakat demi pengelolaan sistem transportasi Ibukota yang modern dan ramah lingkungan. Dan ini perlu dukungan khalayak luas serta potensi warga DKI Jakarta, termasuk B2W Indonesia yang siap menjadi mitra Pemprov DKI Jakarta. (Ngurah Budi)

Advertisement

Metropolitan

Habis Vaksinasi Dapat Sembako

Published

on

Jakarta (cybertokoh.com) –

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terus digenjot. Salah satunya di Global Islamic School (GIS) Condet, Kramatjati, Jakarta Timur. Slot 300 vaksin pada Rabu (28/7) berhasil disuntikkan semua sebelum pukul 14.00 WIB.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mukti Juharsa meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di Gerai Vaksin Presisi itu dan menyatakan puas. Menurut pengamatannya, proses vaksinasi sangat tertib sejak dari pendaftaran, pendataan, pengecekan kesehatan, hingga penyuntikan vaksin.

“Vaksinasi berlangsung bagus. Kegiatan ini bisa diperpanjang, sepanjang masih banyak yang mendaftar. Mulai besok, kami tidak saja akan menambah vaksin, tapi juga akan kami bagikan sembako berupa beras lima kilogram per orang,” ujar Kombes Mukti, yang didampingi Ketua Yayasan Perguruan GIS, H. Buyar Winarso dan koordinator vaksin H. Wardoyo.

Advertisement

Dalam kesempatan kunjungan tersebut Kombes Mukti mengingatkan kepada para peserta vaksin agar tetap menjaga protokol kesehatan. “Ajak tetangga, kerabat, dan handai taulan yang belum vaksin. Makin banyak warga masyarakat yang divaksin, makin cepat tercipta herd immunity,” ujar lulusan Akpol 1994 itu.

BACA  Skema Vaksinasi Covid 19: Bersubsidi dan Mandiri

Tak lupa Kombes Mukti juga meminta para tokoh masyarakat, utamanya di Condet dan sekitarnya, agar tidak kendor melaksanakan protokol kesehatan. Tetap menggunakan masker (rangkap), menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan memakai sabun. “Vaksinasi bukan satu-satunya cara memutus mata rantai pandemi. Ada cara lain, yakni disiplin melaksanakan protokol kesehatan,” tambah perwira polisi yang banyak bertugas di bidang reserse itu.

Di tempat terpisah, Eni Kusumawati, koordinator pelaksana Gerai Vaksin Presisi di SMU GIS mengatakan berkat bantuan banyak pihak, vaksinasi berlangsung lancar dan tertib.  Menanggapi penambahan jatah vaksin serta pembagian sembako pada vaksinasi selanjutnya, Eni menyambut antusias. Vaksin yang sedianya berakhir Kamis (29/7), dibuka kemungkinan diperpanjang hari Senin dan Selasa minggu depan.

Sementara itu, Ketua BKOMG, Hj Mira Wardoyo dihubungi secara terpisah mengatakan, terima kasih kepada Polda Metro Jaya yang telah memfasilitasi kegiatan Gerai Vaksin Presisi di SMU GIS Condet. “Mohon maaf jika ada kekurangan di sana-sini. Maklumlah, persiapannya hanya dua hari. Ini mirip legenda Bandung Bondowoso,” ujar Mira.

Ditambahkan, Gerai Vaksin Presisi merupakan bagian dari “Bhakti Kesehatan Bhayangkara untuk Negeri”. “Alhamdulillah, mulai besok ada pembagian sembako bagi yang mengikuti vaksin di SMU GIS. Menurut Kombes Mukti,  bantuan sembako itu merupakan sumbangan institusi TNI-Polri. Semoga makin menambah antusias masyarakat melaksanakan vaksin,” harapnya. (Diana Runtu)

Advertisement

Continue Reading

Metropolitan

PWI Jaya Gelar Bukber

Published

on

Jakarta (cybertokoh.com) –

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara buka bersama di hari ke-18 Ramadhan 1442 Hijriyah, Jumat (30/4). Acara yang dihelat di Sekretariat PWI Jaya, lantai 9 Gedung Prasada Sasana Karya, berlangsung meriah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ketua Umum PWI Pusat, Atal Sembiring Depari, berada dalam jajaran tamu kehormatan bersama Wakil Ketua Dewan Pers Hendry Ch.Bangun. Dari PWI Pusat hadir juga Dar Edi Yoga, wakil bendahara. Terlihat pula Kamsul Hasan, yang memimpin PWI Jaya dua periode, legenda bulu tangkis nasional Icuk Sugiarto dan Roso Daras, dari Satgas Covid-19 BNPB.

Roso Daras menjelaskan tentang diperpanjangnya program ubah laku, kerja sama BNPB dan Dewan Pers. “Program ubah laku dimulai lagi bulan Mei, dan diberlakukan hingga Desember 2021,” ungkapnya.

Advertisement

Bakrie Amanah, lembaga amil kelompok usaha Bakrie,  memberikan dukungannya pada kegiatan PWI Jaya di bulan penuh berkah ini. Mereka mendonasikan Rp 15 juta kepada PWI Jaya, sebagai bentuk kepedulian dari dampak pandemi Covid-19. Edo Hendra, wakil Bakrie Amanah, melakukan penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada perwakilan media.

BACA  Ada Varian Baru Virus Covid 19, Masyarakat Diminta Disiplin Laksanakan Prokes

Ketua PWI Jaya,  Sayid Iskandarsyah, memberikan sambutan, disusul Hendry Ch.Bangun. Sementara itu, Icuk Sugiarto membagi kisah perjuangannya ketika merebut gelar di Kejuaraan Dunia Bulu tangkis 1983 di Kopenhagen, Denmark. Icuk kini membesarkan Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC), yang berdiri di atas lahan seluas empat hektar di Cisaat, Sukabumi. Menuju waktu berbuka ada siraman rohani dari ustaz Rommy Syahril, yang juga ketua Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) PWI Jaya. (Diana Runtu)

Continue Reading

Metropolitan

Menkominfo Tinjau “Sentra Vaksin Indonesia Bangkit”

Published

on

Jakarta (cybertokoh.com) –

Dua pekan sejak dibuka, Sentra Vaksin Indonesia Bangkit telah melakukan suntik vaksin Covid-19 kepada sekitar 5.700 warga. Selain itu, sebanyak total sekitar 500 relawan gabungan dari anggota Ikatan Alumni UI, karyawan XL Axiata dan tenaga medis RSUI juga mendapatkan suntikan vaksin di tempat ini.

Menteri Komunikasi dan Informatikan (Menkominfo) Republik Indonesia, Johnny G Plate, meninjau program yang diinisiasi oleh PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan Rumah Sakit UI tersebut (RSUI), Senin (5/4). Turut hadir di acara ini Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D, Direktur Utama RSUI, dr. Astuti Giantini, Sp. PK, MPH, serta Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini. 

Dalam siaran pers XL Axiata, Menkominfo Johnny G Plate mengatakan pemerintah mengapresiasi dukungan yang dilakukan masyarakat dan kalangan swasta yang telah menyediakan dan mengorganisir sentra-sentra vaksin di tengah masyarakat, yang memudahkan pemerintah dalam mempercepat proses vaksinasi secara merata. “Secara khusus, saya sampaikan apresiasi kepada XL Axiata, UI, dan RSUI, serta semua pihak yang ikut mendukung penyelenggaraan Sentra Vaksin Indonesia Bangkit ini. Saya berharap, dukungan yang telah diberikan oleh berbagai kalangan swasta ini bisa menginspirasi perusahaan-perusahaan lain untuk ikut membuka sentra-sentra vaksinasi di berbagai daerah,” ujarnya.

Advertisement

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan tiap hari  manajemen XL Axiata, ikut memantau jalankan vaksinasi di RSUI ini termasuk berkoordinasi dengan tim RSUI, untuk memastikan program ini bisa dijalan semaksimal mungkin. “Sejauh ini jalannya vaksinasi telah berjalan lancar dan baik sesuai dengan yang kita harapkan. Agar vaksinasi terus merata di Depok, kami berharap semakin banyak warga Depok yang memanfaatkan fasilitas vaksinasi ini. Mewakili XL Axiata, saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya program vaksinasi ini, terutama kepada Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Pemerintah Kota Depok,” ungkapnya.

BACA  Ibukota Negara Pindah, Jakarta Lega

Menurut Dian, program Sentra Vaksin Indonesia Bangkit di Depok yang dikoordinasi oleh XL Axiata ini merupakan yang pertama digelar sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Wilayah Jawa Barat adalah salah satu fokus wilayah pendistribusian vaksin mempertimbangkan Jawa Barat merupakan wilayah penyangga Ibu Kota.

Mulai dibuka sejak 23 Maret 2021, Sentra Vaksin Indonesia Bangkit akan digelar selama dua bulan, berlokasi di Gedung Parkir Rumah Sakit UI, Depok. Proses vaksinasi dilaksanakan secara drive thru di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan dan institusi yang berwenang lainnya. Dalam satu hari, bisa dilakukan vaksinasi kepada 500-1.000 orang. Jalur drive thru yang disediakan bisa menampung hingga 1.000 mobil.

Warga yang ingin mengikuti vaksinasi wajib melakukan pendaftaran secara online melalui laman www.xlaxiata.co.id/indonesiabangkit dengan melengkapi validasi data pribadi serta verifikasi kondisi kesehatan calon peserta vaksin. Sebelum dilakukan penyuntikan vaksin, peserta akan menjalani pengecekan kondisi fisik yang dilakukan secara standar kesehatan oleh pihak RSUI. Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit beroperasi Senin-Jumat (di luar hari libur), mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB setiap hari (kedatangan maksimal pukul 15.00).

BACA  INAPGOC Sediakan Layanan Ojek Disabilitas di Asian Para Games

Sebagai penyelenggara, XL Axiata dan RSUI telah meyiapkan alur dengan sebaik-baiknya, mulai dari registrasi hingga tahap observasi. Sesampai di lokasi, warga peserta vaksinasi akan melalui serangkain proses. Pertama, di pos verifikasi yang berada di lantai 2 akan dilakukan pengecekan bukti daftar dan KTP/surat keterangan domisili Depok. Selanjutnya, peserta diwajibkan melakukan validasi data registrasi di meja 1. Setelah itu di meja 2 yang berada di lantai 3, tenaga kesehatan akan melakukan skrining kondisi kesehatan peserta dengan menanyakan beberapa hal, melakukan pengukuran tekanan darah, serta suhu tubuh.

Advertisement

Jika kesehatan peserta dinyatakan dalam kondisi baik, maka peserta dapat melakukan tahap vaksinasi di meja 3 yang terberada di lantai 3.Bila tidak, maka peserta akan disarankan untuk beristirahat terlebih dahulu selama 15-30 menit di area tunggu. Setelah itu, para peserta akan diarahkan ke meja 4 di lantai 4 untuk beristirahat dan diobservasi oleh tenaga kesehatan selama 30 menit dengan pengukuran kembali tekanan darah dan suhu, serta untuk mengetahui ada tidaknya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Jika aman, maka proses vaksin dianggap selesai. Total durasi proses vaksinasi adalah sekitar 1 jam.

BACA  Survei: Kesadaran Masyarakat akan Bahaya Covid-19 Meningkat

Untuk kelancaran pelaksanaanya, setiap hari sentra vaksinasi ini mendapatkan dukungan lebih dari 130 relawan, termasuk di dalamnya dokter, perawat, petugas keamanan, dan administrasi.  Mereka berasal dari Ikatan Alumni UI, karyawan XL Axiata dan tenaga medis RSUI. Para relawan bertugas menangani berbagai hal guna memperlancar proses vaksinasi, mulai memberikan penjelasan mengenai vaksinasi dan melakukan vaksinasi, memastikan keamanan, menunjukkan arah lokasi, hingga pengaturan antrean mobil yang drive thru. Pada bagian admin, relawan antara lain membantu mencatat dan memasukkan semua data-data yang diperlukan ke dalam sistem, termasuk melakukan observasi pasien dan membantu pendaftaran vaksin tahap kedua. Ada juga relawan yang bersiaga membantu peserta yang perlu istirahat usai menjalani vaksinasi.  Setiap pagi sebelum fasilitas vaksinasi dibuka, koordinator tim memberikan pengarahan mengenai tugas-tugas para relawan.     

Sentra Vaksin Indonesia Bangkit juga mendapatkan dukungan dari sejumlah mitra XL Axiata, yakni Benihbaik.com, Protelindo, Tower Bersama Group, Alita, dan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Selain itu, dukungan juga datang dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Depok, serta Ikatan Alumni UI.  (Ngurah Budi)

 

Advertisement
Continue Reading

Tren