Indonesia

Jangan Anggap Situasi Sudah Aman, Wajib Perketat Prokes dan 3 T

Jakarta (cybertokoh.com) –

Indonesia telah melewati dua gelombang Covid-19 dan sekarang tengah mengalami pelandaian kasus. Kondisi yang sangat baik saat ini jangan membuat lengah. Protokol kesehatan, testing dan tracing harus diperkuat guna mengantisipasi munculnya gelombang ke-3 Covid-19. Karena saat ini banyak negara tengah mengalaminya.

Menurut Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, penting bagi kita semua untuk belajar dari tren lonjakan kasus jika disanding Indonesia dan dunia.

“Pada lonjakan pertama, baik Indonesia maupun dunia sama-sama mengalaminya di periode Natal dan Tahun Baru yaitu di bulan Januari 2021. Namun dunia mengalami second wave lebih cepat dibandingkan Indonesia. Yaitu di bulan April, sementara Indonesia baru menyusul second wave selang 3 bulan dari second wave dunia,” ungkap Prof Wiku di Graha BNPB, Jakarta, (21/9).

Saat dunia sedang mengalami second wave, Indonesia justru sedang mengalami titik terendah kasus mingguan. Saat Indonesia kasusnya mulai meningkat justru dunia sedang mengalami penurunan kasus, sebelum akhirnya kembali meningkat dan mencapai third wave atau gelombang ke-3.

“Melihat pola lonjakan kasus di Indonesia yang berselang 3 bulan dari lonjakan kasus di Indonesia yang berselang 3 bulan dari lonjakan di negara lain, seperti, India, Malaysia dan Jepang, maka kita harus waspada dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan agar kita tidak menyusul lonjakan ketiga dalam beberapa bulan ke depan,” ungkapnya.

Diketahui bersama bahwa dalam beberapa bulan ke depan akan kembali memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru 2022. Itu artinya potensi kenaikan kasus semakin meningkat. Ini harus diwaspadai semua pihak.

Potensi kenaikan kasus, tegasnya, dapat dihindari, apabila tidak mengendurkan pelaksanaan kebijakan berlapis seperti akselerasi vaksinasi Covid-19, pengendalian mobilitas dalam dan luar negeri, pengendalian akrtivitas masyarakat dan meningkatkan upaya 3 T (testing, tracing, treatment) 3 M (memakai masker, mencuci tangan menjaga jarak).

Gelombang pertama dan kedua yang melanda Indonesia pada Januari dan Juli 2021 hendaknya menjadi pelajaran penting dan membuat kita menjadi semakin tanggung dalam menghadapi Covid-19. Harus dipahami, mobilitas penduduk dan aktivitas masyarakat dengan mengabaikan protokol kesehatan menjadi penyumbang terbesar terjadinya lonjakan kasus.

“Lonjakan kasus kedua pada bulan Juli lalu telah memberi banyak pelajaran. Salah satunya adalah penanganan Covid-19 pada saat lonjakan kasus tentunya lebih mahal, lebih lama dan lebih memakan korban,” ucapnya.

Apapun varian mutasi virus yang ada, tantangan terbesar yang kita hadapi saat ini adalah bagaimana mempertahankan kondisi ideal ini hingga Indonesia dan dunia terbebas dari pandemi dan memasuki endemi Covid-19.

Karenanya, upaya terbaik yang dapat kita berikan guna melanggengkan tren penurunan kasus selama mungkin adalah dengan mematuhi protokol kesehatan, sedikit pun kita tidak boleh lengah dan menyepelekan Covid-19, meskipun saat ini kasusnya telah turun drastis.

“Ingat lonjakan kasus terjadi ketika masyarakat mulai lengah dan menganggap kondisi sudah aman, sehingga di situ lah peluang Covid menyebar kembali dan meningkat,” tegasnya.

Kasus aktif saat ini, tambahnya, mencapai 1%. Kondisi sangat baik ini jangan membuat kita lengah. Berkaca dari beberapa negara lain yang sempat mengalami penurunan kasus aktif bahkan di bawah 1%., ternyata tetap mengalami lonjakan kasus baru-baru ini.

Australia misalnya. Kasus aktif-nya sempat mencapai 0,26% pada 24 Mei 2021 lalu, kembali mengalami peningkatan hingga 30 ribu kasus aktif per- 9 September 2021. Hal serupa juga teramati pada Selandia Baru yang kasus aktif-nya sempat mencapai 0,6% per 1 Juni 2021 lalu, kembali mengalami kenaikan kasus pada awal September mencapai 750 kasus aktif.

Hal ini, kata Prof Wiku, menandakan bahwa perbaikan kasus Covid-19 harus terus dipertahankan dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan. “Tidak ada jaminanan bahwa keberhasilan penanganan Covid saat ini akan bertahan seterusnya jika tidak diimbangin dengan upaya perbaikan yang konsisten dan terus menerus,” tandasnya. (Diana Runtu)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Terkini

To Top