Indonesia

Ini Strategi Pemerintah Tangani Lonjakan Kasus Covid

Jakarta (cybertokoh.com) –

Guna mencegah terjadinya lonjakan kasus yang semakin tinggi, pemerintah terus meningkatkan laju vaksinasi Covid-19 hingga mencapai 10 juta per-10 hari sejak Agustus 2021. Pemerintah juga terus mengupayakan tercukupinya stok vaksin nasional dan meningkatkan cakupan distribusi vaksin yang merata.

Demikian disampaikan Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dalam memaparkan strategi penanganan Covid di Indonesia selama lonjakan kasus kedua, di Graha BNPB yang disiarkan juga via kanal youtube BNPB Indonesia, (14/9/2021).

Menurutnya, kasus nasional terus mengalami penurunan selama 8 minggu berturut-turut. Minggu ini kasus telah turun 88,9% dibanding puncak kedua. Bahkan jumlah kasus ini lebih rendah dibanding puncak pertama yang mendekati titik kasus terendah yakni pada 10 Mei 2021.

Penekanan kasus ini tercapai karena kerjasama pemerintah yang bergerak cepat menyusun kebijakan juga sikap kooperatif seluruh lapisan masyarakat.
“Begitu kasus meningkat, pemerintah langsung menetapkan kebijakan PPKM yang dilanjutkan dengan pembatasan yang lebih ketat atau PPKM level 1 sampai 4 yang dilaksanakan pada 26 Juli hingga saat ini. Pemerintah juga mengatur perjalanan baik dalam negeri maupun luar negeri,” jelasnya panjang-lebar.

Kebijakan tersebut dievaluasi setiap minggunya melalui rapat koordinasi rutin pusat dan daerah dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kasus dan dinamika yang terjadi di masyarakat.

“Respon cepat dalam peningkatan kesiapan faskes juga menjadi modal utama dalam menghadapi lonjakan kasus,” tambahnya.

Jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan terus ditambah dan hingga mencapai 116.939 tempat tidur. Alat kesehatan pendukung seperti oksigen, ventilator juga terus dipenuhi dengan melakukan distribusi pengadaan dan donasi ISO Tank dan oksigen ke berbagai rumah sakit rujukan serta pemenuhan tenaga kesehatan dengan memanfaatkan dokter internship dan perawat yang belum uji kompetensi dengan supervisi perawat senior.

Tempat isolasi terpusat juga difungsikan untuk mengurangi beban rumah sakit rujukan di mana terdapat hingga lebih dari 20.000 tempat tidur di tempat isolasi terpusat di seluruh Indonesia.

Testing dan tracing, ucapnya, juga menjadi fokus utama. Testing terus ditingkatkan hingga mencapai hampir 1 juta orang diperiksa dalam 1 minggu dengan jumlah laboratorium terus bertambah hingga saat ini terdapat 796 laboratorium rujukan di Indonesia.

Capaian pengendalian lonjakan gelombang kedua ini, ujar Wiku, adalah buah dari pembelajaran yang terus menerus. Pertama, adaptif, yaitu siap untuk melakukan pembaharuan jika diperlukan sesuai data real di lapangan.

Kedua, menyeluruh. Artinya, seluruh elemen yang ada di masyarakat punya peran penting sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Misalnya, pembentukan Satgas di desa atau kelurahan dan di setiap fasilitas publik.

Ketiga, pendekatan dua arah top-down dan bottom-up. Yaitu, mencoba menghubungkan secara berjenjang komando pengendalian terkecil di daerah sampai tingkat nasional. (Diana Runtu)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Terkini

To Top