Indonesia

Waspada, Virus Corona akan Terus Bermutasi Selama Masih Beredar di Masyarakat

Jakarta (cybertokoh.com) –

Semua virus termasuk virus SARS-CoV2 penyebab Covid 19 mengalami perubahan terus menerus. Fakta ini merupakan pengingat bahwa virus akan terus bermutasi selama masih ada dan beredar di masyarakat. Ancaman varian baru tidak hanya berasal dari luar Indonesia namun dapat pula terbentuk di dalam negeri.
Demikian dijelaskan Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dalam keterangan pers terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB yang disiarkan melalui youtube BNPB Indonesia, Jumat sore (10/9).

Masyarakat diharapkan tidak khawatir berlebihan. Yang terpenting adalah tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, dimana pun kapan pun. Tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas dan interaksi. Juga, melakukan vaksin Covid-19.

“Perlu dilakukan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi tertular dengan meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan dimana pun kapan pun kita berada,” tambah Prof Wiku mengingatkan.

Pemerintah, ujarnya, melalui berbagai kebijakan yang menyeluruh senantiasa berusaha menekan angka kasus. Semakin rendah penularan yang terjadi, semakin kecil pula kemungkinan virus mengalami perubahan menjadi varian baru.

Mayoritas hanya mengalami perubahan yang tidak terlalu signifikan terhadap karateristik virus. Namun beberapa di antaranya mempengaruhi karakteristik dari virus tersebut. Karakteristik yang dihasilkan banyak yang justru merugikan virus dan membuatnya tidak mampu bertahan.

“Namun terdapat pula sebagian kecil perubahan yang menguntungkan bagi virus. Karakteristik yang dapat berubah ke arah yang berisiko, misalnya, kemudahan virus menyebar, pengaruhnya terhadap keparahan gejala yang ditimbulkan atau pengaruhnya terhadap vaksin, obat-obatan, metode terapi, alat diagnostic dan intervensi pencegahan lainnya,” papar Ketua Tim Pakar Satgas Covid-19, ini.

Badan Kesehatan Dunia (WHO), lanjut Prof Wiku, bekerja sama dengan mitra, jajaran pakar, otoritas nasional, lembaga maupun peneliti telah memantau perubahan Covid sejak Januari 2020 hingga saat ini.
Pemantauan perubahan ini dilakukan baik dalam skala laboratorium, maupun secara real di lapangan terhadap keparahan gejala, kematian dan risiko perawatan di rumah sakit.

Varian virus Covid-19 dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu, Varian of Concern atau VOC atau varian yang menjadi perhatian, dan Varian of Interest atau VOI yaitu varian yang diamati.

“Untuk dapat benar-benar memberikan hasil justifikasi yang valid dengan sampel yang mencukupi, umumnya ada jarak waktu antara sampel pertama yang ditelaah dengan waktu penetapan status varian,” ungkapnya.

Varian yang termasuk dalam VOC, merupakan varian yang sudah terbukti mengalami perubahan katakteristik, seperti lebih menular, meningkatkan keparahan gejala, menurunkan efektivitas kekebalan tubuh, menurunkan akurasi alat diagnostic atau menurunkan efektivitas obat dan terapi. (Diana Runtu)

To Top