Indonesia

Kasus Covid Turun, Prof Wiku: Pemda dan Masyarakat Jangan Lengah

Jakarta (cybertokoh.com) –

Tren penurunan kasus Covid-19 harian terus berlanjut seiring dengan semakin meningkatnya kasus kesembuhan. Kondisi ini hendaknya jangan membuat lengah semua pihak, baik itu pemerintah daerah maupun masyarakat.

Pemerintah daerah harus aktif memantau perkembangan Covid-19 di daerahnya sehingga bisa melakukan antisipasi-antisipasi penanganan kasus sedini mungkin.
Sementara masyarakat harus tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan di manapun berada. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas serta interaksi.
Itu semua harus tetap dilakukan meskipun secara nasional telah terjadi penurunan pertambahan kasus baru. Jangan lengah karena mengira Covid telah mereda.

“Adanya penurunan kasus di tingkat nasional seyogyanya tidak serta merta menjadi justifikasi bagi pemerintah daerah untuk lengah atas keadaan daerahnya masing-masing. Pemda harus konsisten aktif membaca data perkembangan Covid di daerahnya. Karena dengan begitu dapat mengantisipasi kenaikan kasus dengan menyiapkan fasilitas kesehatan semaksimal mungkin dan penanganan kasus sedini mungkin,” ungkap Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, saat menjelaskan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia di Graha BNPB, yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden

Berdasarkan data, terjadi perbaikan kasus positif pada 25 dari 34 provinsi atau 73% dari seluruh provinsi. Ada 5 provinsi dengan penurunan kasus tertinggi yakni di Jawa Barat (-7.128), DKI Jakarta (-5.201), Jawa Timur (-4.407), Kalimantan Timur (-2.959) dan Nusa Tenggara Timur (-2.866).
Penurunan kasus ini juga diikuti dengan menurunnya angka positivity rate dari 23,57% (2 – 8 Agustus 2021) menjadi 21,48% (9 – 15 Agustus) atau turun sebesar 2,09%. “Ini adalah perkembangan yang sangat baik karena, artinya sebagian besar provinsi di Indonesia sudah mengalami perbaikan dan sudah dapat mengendalikan penularan,” ucapnya.

Namun masih ada 9 provinsi yang harus memperbaiki penanganan Covid di daerahnya. Yakni, Jawa Tengah, Bali, Papua Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Maluku dan Jambi.

“Fokus penanganan pada 9 provinsi ini harus diperkuat lagi. Karena menjadi penyumbang kenaikan kasus mingguan di tingkat nasional. Dan perlu ditelaah lebih terutama pada angka kematian, kesembuhan, kasus aktif, BOR dan persentase terbentuknya posko desa/kelurahan di wilayahnya,” papar Wiku yang juga Ketua Tim Pakar Satgas Covid 19.

Dari 9 provinsi tersebut, lanjut Wiku, 3 provinsi menjadi sorotan yakni NTB, Sulbar dan Papua Barat lantaran mengalami kenaikan pada kasus positif dan kematian, juga terjadi penurunan kesembuhan serta dampaknya terhadap kenaikan BOR (Bed Occupancy Rate).

Menurut Wiku, perbaikan harus segera dilakukan. Jika tidak, bisa jadi tidak akan terjadi pelonggaran pada PPKM atau bahkan level PPKM akan ditingkatkan di daerah tersebut.

“Tentunya, naiknya level di daerah akan berimplikasi pada pengetatan kegiatan dan membawa dampak pada kehidupan masyarakat di daerah tersebut. Karenanya, Pemda diminta melakukan perbaikan maksimal sebelum hasil evaluasi provinsi non Jawa Bali diumumkan minggu depan,” tandas Wiku. (Diana Runtu)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Terkini

To Top