Indonesia

Kemungkinan, Covid tak akan Benar-benar Hilang

Jakarta (cybertokoh.com) –

Seperti penyakit lainnya yang pernah menjadi pandemi kemudian menjadi endemi, Covid-19 pun diprediksi akan seperti itu. Namun kapan persisnya, masih sulit diprediksi karena sampai sekarang baik di Indonesia maupun dunia, pertambahan kasus Covid harian masih tergolong tinggi.

Sejumlah negara yang sempat melaporkan terjadi pelandaian, kini malah bergejolak kembali.
Bahkan Amerika Serikat yang sempat ‘PD’ (percaya diri) lantaran banyak warganya sudah divaksin dan mengizinkan warganya untuk tidak menggunakan masker di tempat-tempat umum, kini kembali direpotkan dengan peningatan pesat kasus Covid.

Michael Ryan, Ketua Tim Darurat Kesehatan WHO dalam konferensi pers beberapa waktu lalu menyebutkan, kemungkinan Covid-19 tidak akan benar-benar hilang dan bisa menjadi penyakit endemi di masyarakat.

“Virus ini mungkin tidak akan pernah hilang dan kemungkinan akan menjadi salah satu penyakit endemic di masyarakat,” ujarnya.

Mengutip wikipedia, infeksi dikatakan endemik dalam suatu populasi ketika infeksi itu terus-menerus dipertahankan pada tingkat dasar di wilayah geografis tanpa masukan eksternal.
Contoh, cacar air adalah endemik di Inggris, tetapi malaria tidak. Setiap tahun, ada beberapa kasus malaria yang dilaporkan di Inggris, tetapi ini tidak menyebabkan penularan berkelanjutan dalam populasi karena kurangnya vektor yang cocok (nyamuk dari genus Anopheles).

Kembali ke soal pandemi menjadi endemi, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid 19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, endemi dapat digambarkan sebagai sebuah situasi dimana kondisi kasus lebih terkendali. Namun bukan berarti virus penyebab pandemi hilang sepenuhnya.

“Hal-hal yang dapat mengindikasikan bahwa pandemi telah bertransisi menjadi endemi, jika kekebalan masyarakat meningkat terhadap virus seiring dengan akselerasi vaksinasi maupun infeksi alamiah, sehingga angka perawatan dan kematian pun menurun,” jelas Wiku saat memberi keterangan ‘Perkembangan Penanganan Covid 19 di Indonesia, di Graha BNPB, yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dengan instrumen pengendalian PPKM saat ini, kata Wiku, berupa pengaturan dan target spesifik, baik 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan), 3T (testing, tracing dan treatment), dan vaksinasi di tiap kabupaten/kota, diharapkan kondisi tersebut (endemi) segera tercapai.

“Dengan syarat, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat harus bisa mensukseskan kebijakan yang telah ada agar signifikan hasilnya,” tegasnya. (Diana Runtu)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Terkini

To Top