Connect with us

Badung

Ini Tips untuk Ibu Hamil yang Akan Vaksinasi Covid-19

Published

on

Badung (cybertokoh.com) –

Setelah vaksinasi untuk masyarakat umum dan pelajar, Pemkab. Badung melalui Dinas Kesehatan bersama RSD Mangusada mulai melakukan vaksinasi bagi ibu hamil. Vaksinasi pertama ibu hamil dilaksanakan di Gedung RSD Mangusada, Kelurahan Kapal, Kamis (19/8). Pelaksanaan vaksinasi ditinjau langsung Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Kadis Kesehatan dr. I Nyoman Gunarta dan Direktur RSD Mangusada dr. I Ketut Japa.

Usai meninjau vaksinasi, Sekda Adi Arnawa menjelaskan, Pemkab. Badung telah melaksanakan vaksinasi ibu hamil dan pemerintah pusat secara serentak menyelenggarakan vaksinasi bagi ibu hamil. Untuk target per hari ada 100 ibu hamil yang disasar vaksinasi. “Untuk hari pertama kita sasar 100 ibu hamil dan ini akan dilakukan secara bertahap sampai semua ibu hamil di badung kita vaksin,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, sesuai arahan Presiden RI serta petunjuk dari Menkomarves, Mendagri dan Menkes saat berkunjung ke Bali, sudah jelas bahwa sasaran vaksinasi diprioritaskan bagi yang komorbid dan ibu hamil. Dengan harapan sedikit demi sedikit ada penurunan kasus positif Covid-19 di Bali. “Hal ini tidak terlepas dari dukungan semua masyarakat yang taat menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi,” tambahnya.

Advertisement

Sementara menurut dokter kandungan RSD Mangusada dr. Sumardi, SpOG bahwa ibu hamil baik mendapatkan vaksin pada umur kehamilan 14 minggu sampai 33 minggu. Pada umur kehamilan 14 minggu itu janin dalam kandungan sudah mulai berkembang dengan baik. Kemudian sampai 33 minggu harapannya, di vaksin yang kedua yaitu mencapai 2 minggu sebelum persalinan sehingga diharapkan efektivitasnya bermanfaat maksimal paling cepat 2 minggu sebelum persalinan.

BACA  Ny. Seniasih Giri Prasta Terima Kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Bali

Di Badung, sasaran vaksinasi ibu hamil sebanyak 1.822 orang. Vaksin yang digunakan adalah vaksin Moderna. Ibu hamil akan mendapat dua kali vaksin, untuk vaksin kedua dilakukan 28 hari setelah vaksin pertama. Lebih lanjut dijelaskan, selain di RSD Mangusada, vaksinasi ibu hamil akan dilakukan dengan sistem jemput bola ke masing-masing kecamatan sesuai jadwal.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan telah mengizinkan ibu hamil dan menyusui boleh ikut vaksinasi. Namun ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan bagi ibu hamil. Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro pun memberikan beberapa tips.

Pertama, konsultasikan keinginan tersebut kepada dokter kandungan atau bidan. Kedua, pastikan semua prasyarat dasar dipenuhi. Sebelum pergi ke pos vaksin setelah mendaftar, pastikan tidak demam atau suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius tensi darah di bawah 140/90 MMHG. Ketiga,  usia kehamilan minimal 13 minggu atau masuk trimester kedua karena kandungan sudah semakin kuat. Rata-rata berat bayi dalam kandungan sudah mencapai 42 gram dengan panjang mencapai 9 cm, tulang dan tengkoraknya semakin mengeras, dan kemampuan mendengarnya ikut meningkat. Begitu juga kemampuan otak sudah berkembang di trimester pertama, mungkin bisa merasakan tendangan dan detak jantung berdebar serta bisa melihat berbagai ekspresi melalui pemeriksaan USG.

BACA  Kesadaran Masyarakat Laksanakan Isoter Meningkat

Dia menambahkan, tujuan organisasi kesehatan dunia (WHO) adalah setiap negara untuk memvaksinasi setidaknya 70% pada pertengahan tahun depan. Begitu juga dengan pemerintah, bahkan berambisi dapat bisa memenuhi target ini sebelum pertengahan tahun depan. Hingga saat ini yang terpenting adalah memastikan semua saudara saudari sebangsa mendapatkan vaksin Covid-19. Bukan bagaimana mendapatkan suntikan tambahan. Bukan saatnya mencari cara mendapatkan suntikan dosis booster.

Advertisement

Dokter Reisa juga menegaskan, dalam sejarah imunisasi dan vaksinasi, individu yang disuntik berkali-kali pun tidak akan mampu menghentikan wabah. Yang harus terjadi adalah pembentukan imunitas bersama sebagaimana mengalahkan wabah cacar dan polio dulu yang saat ini sudah tidak ada lagi di Indonesia. “Bukan karena ada satu orang yang divaksin berkali-kali, tapi karena puluhan juta orang divaksin bersama-sama dalam waktu yang singkat. Kunci sukses vaksinasi adalah merata dan setara untuk melindungi sesama. Begitu juga prinsip setelah divaksin Covid-19, kita harus tetap taat dan disiplin prokes untuk lindungi sesama. Disiplin prokes, dukung 3 T dan sukseskan vaksinasi bersama-sama,” katanya. (Ngurah Budi)

Badung

TP PKK Badung Ingatkan Prokes di Luar dan Dalam Rumah

Published

on

Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta saat memberikan bantuan sembako kepada lansia dan balita di Desa Sulangai, Kecamatan Petang. (tkh/Humas Badung)

Badung (cybertokoh.com) –

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) merupakan organisasi yang dekat dengan masyarakat. PKK harus mengambil peran untuk bergerak agar masyarakat tak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Selain itu, sebagai mesin yang mendukung menggerakkan program pemerintah hingga ke hilir, PKK memainkan peran strategis untuk terus melakukan kegiatan sosialisasi penerapan prokes.

“Seluruh masyarakat agar tetap mematuhi prokes di luar maupun di dalam rumah agar tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga kebersihan karena pandemi Covid -19 ini masih ada di sekitar,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta saat memberikan bantuan sembako kepada lansia dan balita di Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kamis (4/11). Turut hadir Camat Petang diwakili Kasi Sosial I Gede Sukadana, Perbekel Desa Sulangai I Nyoman Sunarta, Ketua TP PKK Desa Sulangai serta Kelian Dinas se-Desa Sulangai.

Ny. Seniasih Giri Prasta mengatakan, TP PKK Kabupaten Badung menaruh perhatian besar bagi kesehatan masyarakat Badung. Untuk itu PKK Badung membantu meringankan beban masyarakat saat pandemi dengan menyerahkan sembako bagi para lansia dan balita. “Kami melakukan kunjungan ke Desa Sulangai, sekaligus memberikan asupan gizi tinggi seperti susu, telur, kacang hijau dan lainnya. Harapan kami ke depan khususnya di Desa Sulangai dan Badung pada umumnya jangan sampai ada balita yang kekurangan gizi terlebih saat pandemi seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Advertisement

Perbekel Desa Sulangai I Nyoman Sunarta menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ketua TP PKK Kabupaten Badung bersama rombongan telah hadir di Desa Sulangai untuk membantu para lansia dan balita yang ada di Desa Sulangai. “Kami harapkan Ketua TP PKK Kabupaten Badung untuk selalu membantu warga kami yang memerlukan akibat pandemi Covid-19. Bantuan ini kami harapkan berlanjut dan tidak sampai disini saja karena, masih banyak warga yang harus dibantu akibat pandemi ini dan mudah- mudahan pandemi ini cepat berlalu agar aktivitas masyarakat bisa kembali seperti dulu,” harapnya.

BACA  Begini Wujud Kepedulian PKK Badung Bagi Masyarakat

Sebelumnya, Ketua TP PKK Kabupaten Badung menyerahkan sembako bagi kader PKK, PMT balita kurang gizi, ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) dan lansia di setiap Kecamatan di Kabupaten Badung. Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan perhatian PKK Badung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya mencegah balita gizi buruk di kabupaten badung. Kegiatan tersebut sudah terlaksana dari sepekan yang lalu mulai di kecamatan Kuta Selatan, Kuta Utara, Petang, Abiansemal, Mengwi dan berakhir di Kecamatan Kuta.

Ny. Seniasih Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan, TP PKK Kabupaten Badung menaruh perhatian besar bagi kesehatan masyarakat Badung. Untuk itu PKK Badung membantu dengan menyerahkan sembako bagi para lansia, ibu hamil, PKK terdampak, balita gizi buruk. ”Kebetulan di Kabupaten Badung tidaklah terlalu tinggi gizi buruk, maka dari itu kesepakatan kami bersama untuk melakukan kunjungan ke seluruh Kecamatan di Badung, sekaligus memberikan asupan gizi tinggi seperti susu, telur, kacang hijau seperti ini. Harapan kami ke depan di setiap kecamatan di Kabupaten Badung jangan sampai terjadi ibu hamil dan balita yang kekurangan gizi. Mudah-mudahan dengan turunnya kami di 6 Kecamatan Kabupaten Badung dengan bantuan ini agar bermanfaat kepada masyarakat di wilayah masing-masing,” ungkapnya. (Ngurah Budi)

BACA  Hidup Berdampingan dengan Covid-19? Begini Solusinya

Advertisement
Continue Reading

Badung

Begini Wujud Kepedulian PKK Badung Bagi Masyarakat

Published

on

Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta menyerahkan sembako bagi kader PKK, PMT balita kurang gizi, ibu hamil, Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan lansia di setiap Kecamatan di Kabupaten Badung. (tkh/ist)

Badung (cybertokoh.com) –

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung menyerahkan sembako bagi kader PKK, PMT balita kurang gizi, ibu hamil, kekurangan energi kronis (KEK) dan lansia di setiap Kecamatan di Kabupaten Badung. Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan perhatian PKK Badung bagi masyarakat, khususnya dalam upaya mencegah balita gizi buruk di kabupaten badung. Kegiatan tersebut sudah terlaksana dari sepekan yang lalu mulai di kecamatan Kuta Selatan, Kuta Utara, Petang, Abiansemal, Mengwi dan berakhir di Kecamatan Kuta, Selasa (2/11). Bantuan sembako diserahkan langsung Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta didampingi Wakil Ketua TP. PKK Nyonya Kristiani Suiasa, Ketua DWP Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Nyonya Nesya Yoga Segara, anggota TP.PKK Kabupaten Badung serta TP. PKK Kecamatan se-Kabupaten Badung.

Bantuan ini diterima secara simbolis oleh masing-masing penerima di setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Badung yakni Kecamatan Kuta Selatan, PKK 118 orang, balita 7 orang, bumil 6 orang, lansia 51 orang. Di Kecamatan Kuta Utara PKK 70 orang, balita 9 orang, bumil 9 orang, lansia 120 orang. Kecamatan Petang PKK 190 orang, balita 5 orang, bumil 2 orang, lansia 100 orang. Kecamatan Abiansemal PKK 235 orang, balita 42, bumil 18 orang, lansia 120 0rang. Kecamatan Mengwi PKK 452 orang, balita 18 orang, bumil 44 orang, lansia 237 orang. Di Kecamatan Kuta Kelurahan Kedonganan sebanyak 18 para lansia, Kelurahan Tuban sebanyak 18 lansia, Kuta sebanyak 20 lansia ditambah 1 balita gizi buruk.

BACA  Ny. Seniasih Giri Prasta Terima Kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Bali

Ny. Seniasih Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan, TP PKK Kabupaten Badung menaruh perhatian besar bagi kesehatan masyarakat badung. Untuk itu PKK Badung membantu dengan menyerahkan sembako bagi para lansia, ibu hamil, PKK terdampak, balita gizi buruk. ”Kebetulan di Kabupaten Badung tidaklah terlalu tinggi gizi buruk, maka dari itu kesepakatan kami bersama untuk melakukan kunjungan ke seluruh Kecamatan di Badung, sekaligus memberikan asupan gizi tinggi seperti susu, telur, kacang hijau seperti ini. Harapan kami kedepan di setiap kecamatan di Kabupaten Badung jangan sampai terjadi ibu hamil dan balita yang kekurangan gizi. Mudah-mudahan dengan turunnya kami di 6 Kecamatan Kabupaten Badung dengan bantuan ini agar bermanfaat kepada masyarakat di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Advertisement

Sementara itu Camat Kuta I Nyoman Rudiarta dalam laporannya menyampaikan apresiasi terlaksananya pembagian sembako bagi para lansia oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, semoga dapat bermanfaat guna menambah gizi dan kesehatan masyarakat. (Ngurah Budi)

Continue Reading

Badung

Kesadaran Masyarakat Laksanakan Isoter Meningkat

Published

on

Badung (cybertokoh.com) –

Guna memudahkan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan tanpa gejala atau gejala ringan, perlu dukungan semua pihak. Pemerintah Kabupaten Badung yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa bersama TNI dan Polri melakukan pemantauan penjemputan warga yang terkonfirmasi Covid-19 untuk menjalani isolasi secara terpusat (isoter) di tempat yang sudah disediakan Pemerintah Kabupaten Badung.

“Tentunya dengan konsep keselamatan warga masyarakat adalah panglima tertinggi bagi kami di Pemkab Badung,” ujar Sekda Adi Arnawa disela pemantauan, Jumat (20/8). Pemantauan juga dihadiri Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, Komandan Kodim 1611/Badung Kolonel Infantri I Made Alit Yudana, Kasatpol. PP I GAK Suryanegara dan Camat Kuta Utara I Putu Eka Permana.

Sekda Adi Arnawa mengatakan kehadirannya sebagai motivasi untuk masyarakat yang sudah terkonfirmasi untuk masuk isoter. Dengan turun langsung bersama TNI dan Polri setidaknya ada keinginan untuk melakukan isoter. Dilihat cukup meningkatnya masyarakat yang melakukan isoter, pihaknya sudah menyiapkan beberapa hotel dan akan ditambah lagi dan sudah diperintahkan Kadiskes Badung.

Advertisement

“Karena saat ini kesadaran masyarakat untuk melakukan isoter ini sudah meningkat, rata- rata tiap hari kurang lebih ada 60 masyarakat yang masuk untuk melaksanakan isoter,” jelasnya.

BACA  Pantau PPKM Darurat, Ini Pesan Sekda Badung

Sesuai arahan Bupati Badung, pihaknya menyiapkan tempat isolasi terpusat seperti ini selain mengikuti arahan pemerintah pusat, karena tidak ingin mengambil risiko lebih jauh jika tidak memusatkan yang isoman pada satu tempat. Keuntungan dari memusatkan yang isoter pada satu tempat, pertama adalah mudah memantau perkembangan kondisi mereka, asupan makanan minuman dan obat-obatan mereka terjaga serta sesuai kebutuhan. Kedua, yakni mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 tetapi tidak bergejala ataupun memiliki gejala ringan memastikan agar mereka tidak memaparkan virus kepada yang lain. Semua ini tegak lurus dengan pemerintah pusat berkenaan dengan urusan kesehatan dan keamanan masyarakat di Kabupaten Badung.

Pihaknya juga mengatakan semoga dengan kesadaran masyarakat sudah meningkat, begitu terkonfirmasi langsung melakukan isoter, maka penularan di masyarakat setidaknya akan minimize dan itu sangat akan membantu penurunan angka Covid di Badung. “Strategi kita untuk vaksin juga akan diubah, berdasarkan data yang ada masyarakat yang komorbid, hamil dan lansia kemarin kita tidak dahulukan maka sekarang kita prioritaskan karena kemarin banyak lansia yang terkena covid meninggal,” paparnya. Ia juga mengingatkan semua masyarakat untuk disiplin prokes dengan menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, menjaga jarak, membatasi mobilitas, serta menghindari kerumunan).

BACA  Vaksinasi Covid-19 Jadi Faktor Penting Pengendalian PPKM

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito meminta masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 tidak bergejala atau bergejala ringan untuk menjalani isolasi mandiri yang baik dan benar. Serta melakukan tindakan sedini mungkin bagi anggota keluarga yang melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19.

Untuk melakukan isolasi mandiri di rumah hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak bisa mendapatkan lagi fasilitas isolasi terpusat dan kasus positif tanpa gejala atau bergejala ringan. Dalam melakukan isolasi mandiri di rumah, juga perlu memperhatikan prosedur isolasi mandiri yang baik dan benar.

Advertisement

“Apabila masyarakat tidak mungkin melakukan isolasi mandiri di rumah, maka dapat melakukan isolasi di tempat isolasi terpusat yang disediakan pemerintah daerah masing-masing yang dibantu pemerintah pusat,” ujar Prof. Wiku. (Ngurah Budi)

Continue Reading

Tren