Sehat

Prokes sudah Ada Sejak Ratusan Tahun Lalu

Jakarta (cybertokoh.com)-

Protokol kesehatan — memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak— sesungguhnya bukan hal yang baru. Prokes sebagaimana kita lakukan sekarang ini sudah ada sejak jaman dulu saat wabah penyakit melanda masyarakat dunia, termasuk Indonesia.
“Kampanye cuci tangan sudah dimulai 1847 lebih dari lebih170 tahun lalu. Masker sudah dipalai sejak pandemic flu tahun 1918, dan jaga jarak sudah diajarkan lebih dari 590 tahun lalu pada zaman cendekiawan muslim menghadapi wabah,” ungkap dr Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid 19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru.
Ia pun mengingatkan tentang Panduan Pengendalian penyakit yang berbunyi membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, membudayakan perilaku etika bersin dan bantuk, peningkatan daya tahan tubuh, penanganan penyakit penyerta, penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi, penemuan kasus secara aktif dengan cara investigasi dan pemeriksaa asus kontak, skrening secara masal, terutama pada kelompok rentan dan berisiko.
“Saya baru saja mengutip peraturan Menteri Kesehatan No 67 tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Penyakit yang puluhan tahun masih ada di Indonesia,” ujar Putri Indonesia Lingkungan 2010, ini.
Indonesia, lanjut Reisa, merupakan salah satu negara di dunia dengan beban tuberkulosis tertinggi. “Familiar kan dengan langkah-langkah pengendalian TB. Mirip dengan apa yang kita terapkan. Artinya tidak ada yang baru dari Prokes yang kita terapkan sekarang. Kita beradaptasi dengan langkah-langkah pencegahan penyakit yang sudah lama dipromosikan,” paparnya.
Protokol kesehatan yang kita lakukan saat ini, lanjut Reisa, dapat juga berkontribusi untuk mengurangi tuberculosis, diare bahkan flu musiman yang dikenal dengan batuk-pilek.
“Jika kita semua sehat, kita dapat mempetahankan pertumbuhan ekonomi yang makin positif. Yang terpenting, dapat melindungi perekonomian rumah tangga. Percaya atau tidak, perekonomian rumah tangga menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Meski saat ini beberapa bidang sudah dibuka, Reisa mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan Prokes.
“Ingat tidak ada wilayah bebas risiko. Jadi keluar rumah tetap ada risiko. Maka pilah dan pilih tujuan yang sangat penting dan pertimbangkan baik-baik apabila ingin membawa serta anak-anak keluar rumah,” kata Reisa seraya menambahkan, sejak Oktober tahun lalu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak telah menerbitkan panduan Kesehatan Keluarga yang bisa diunduh oleh masyarakat.
Sudah banyak orang yang terinfeksi Covid 19, bahkan di antaranya akhirnya meninggal dunia. Karenanya dia mengimbau agar masyarakat tetap taat menerapkan Prokes dimana pun berada.
Reisa juga mengingatkan agar tidak mempertentangan antara kesehatan dan ekonomi. Keduanya penting dan berhubungan. “Maka sehatkan diri, jaga keluarga dan ekonomi, bisnis tumbuh dengan baik. Bangkitkan kepercayaan diri kita dan orang lain dengan mengendalikan Covid dengan baik,” tandasnya. (Diana Runtu)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Laman: 1 2

Terkini

To Top