Sport

Tetap Olahraga Agar Sehat Selama Pandemi Covid-19

Denpasar (cybertokoh.com) –

Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil meraih medali emas cabang olahraga bulutangkis di Olimpiade Tokyo 2020. Mereka mencetak sejarah sebagai ganda putri pertama dari Indonesia yang meraih medali emas setelah mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (Tiongkok), Senin (2/8).

Presiden Jokowi pun langsung menyampaikan ucapan selamat akun media sosialnya. “ Penantian emas itu berakhir sudah siang ini. Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil menyabet medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dalam pertandingan yang alot dan mendebarkan. Kemenangan ini menjadi ulang tahun kemerdekaan Indonesia, dua pekan lagi. Selamat dan terima kasih Greysia/Apriyani!” cuit akun IG Jokowi sesaat setelah kemenangan pasangan ganda putri ini.

Eforia kemenangan ini dirasakan rakyat Indonesia ditengah pandemi Covid-19. Media sosial dipenuhi ucapan selamat untuk pasangan ini. Medali emas ini seakan menjadi booster untuk memperkuat imun. Ada yang merayakan dengan mengunggah dengan foto Greysia/Apriyani, ada yang posting foto sedang bermain bulutangkis, bahkan ada yang hanya memasang foto kaus bulutangkis.

“Budaya kebersamaan yang  sangat kental di masyarakat Indonesia, misalnya budaya gotong royong dan toleransi. Senang maupun sedih dibagi dengan masyarakat sekitar. Kebersamaan ini sangat kental, menyebabkan euforia kemenangan pasangan Greysia/Apriyasi dirasakan masyarakat Indonesia. Ini hal positif. Tetapi, karena  ini pandemi Covid-19, kebersamaan jangan jadi bumerang juga,” ujar IGAP Wulan Budisetyani, dosen Prodi Sarjana Psikologi FK Unud, Jumat (6/8).

Bumerang yang ia maksud karena saking bersemangat lalu berkumpul dan tidak menjaga jarak. Jangan sampai satu terpapar, yang lain ikut terpapar. Solusi untuk berkomunikasi dan merayakan eforia ini bisa dengan video call atau saling berkirim pesan WA.

Wulan yang juga pengurus Bidang Litbang KONI Prov Bali dan Bidang Litbang, Diktar & Puhlata KONI Kab Tabanan mengatakan menjaga semangat di tengah pandemi Covid-19 gampang-gampang susah. “Hal yang penting,  bisa tetap berpikir rasional. Kita memiliki jiwa dan pikiran positif, pastikan diri kita ada di lingkungan yang benar,” ungkapnya.

Yang perlu diwaspado, toxic positivity berlebihan dan merasa tidak ada hal-hal negatif. Di tengah pandemi, banyak posting dan broadcast tetaplah positif, jangan khawatir berlebih, mari hadapi bersama. Masyarakat bisa berpikir ini keadaan biasa tidak genting, bisa beraktivitas biasa, akhirnya abai, karena merasa sudah vaksininasi, jadi kebal. Ini jadi bumerang sehingga angka kasus Covid-19 meningkat. Di situasi pandemi ini, jaga jangan  sampai toxic positivity membuat kita jadi tidak aware, tidak waspada.

Wulan yang menekuni olahraga panahan ini menyadari pandemi dan eforia medali emas bisa membuat masyarakat jadi rajin olahraga. Namun, ada hal-hal yang perlu diperhatikan.  “Sekarang zaman digital, kadang orang rajin olahraga jika melihat influencer rajin olahraga. Karena sering lihat aktivitas public figure berolahraga, ketika mereka melakukan gerakan-gerakan, seringkali memberi motivasi masyarakat ikut gerak. Ada konten youtube ibu-ibu olahraga ringan, saya pun tertarik. Ada teman yang saya lihat olahraga sama anaknya dengan aplikasi Active Arcade, ini juga bisa dilakukan di rumah,” ujarnya.

Masyarakat juga harus menyadari tidak selamanya rebahan atau tidur saja selama pandemi Covid-19 itu jadi pahlawan. “Olahraga jadi upaya tetap sehat selama pandemi. Tidak harus ke pusat kebugaran, ikut kelas zumba. Cobalah ikuti kelas virtual, biayanya terjangkau dan bisa dilakukan di rumah saja. Banyak cara yang bisa dilakukan di masa pandemi ini. Kita harus kreatif dan aktif dan cari sumber-sumber dimana lebih sehat. Apa yang bisa kita lakukan biar lebih sehat, bakar kalori. Jangan pasif, makan aja susah. Semakin kita buat mindset negatif, akan demikian adanya. Mari ubah mindset, saat ini masa sulit dan terpuruk, ayo kita bisa lewati, dengan puter otak supaya tetap sehat. Imun bagus, virus tidak mampir,” dosen yang sedang tugas belajar di Universitas Surabaya ini. (Ngurah Budi)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Terkini

To Top