Indonesia

Selama PPKM Darurat Terjadi Penurunan Pertambahan Kasus Covid dan BOR 

Jakarta (cybertokoh.com) –

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung dari 3-20 Juli menunjukkan hasil menggembirakan. Terjadi penurunan pertambahan kasus Covid-19 juga penurunan BOR (Bed Occupancy Rate).
Meski demikian PPKM Darurat diperpanjang lagi hingga lima hari kedepan, persisnya hingga 25 Juli mendatang guna memastikan pertambahan kasus Covid maupun BOR benar-benar turun.

“Alhamdulillah. Jika tren kasus terus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap,” ujar Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/7). Penerapan PPKM Darurat yang dimulai tanggal 3 Juli 2021, kata Presiden, adalah kebijakan yang tidak bisa dihindari, harus diambil oleh pemerintah meskipun itu sangat-sangat berat.

Ini dilakukan untuk menurunkan penularan Covid-19 dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di rumah sakit. Sehingga tidak membuat lumpuhnya rumah sakit lantaran over kapasitas pasien Covid-19, serta agar pelayanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan terancam nyawanya.

“Saya minta kita semuanya bisa bekerja sama bahu-membahu untuk melaksanakan PPKM ini, dengan harapan kasus akan segera turun dan tekanan kepada rumah sakit juga menurun. Untuk itu kita semua harus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, melakukan isolasi terhadap yang bergejala, dan memberikan pengobatan sedini mungkin kepada yang terpapar. Pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk OTG dan yang bergejala ringan yang direncanakan sejumlah dua juta paket obat,” lanjut Presiden.

Terkait bantuan untuk masyarakat yang terdampak, Presien mengatakan, pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp55,21 triliun berupa bantuan tunai, yaitu BST (Bantuan Sosial Tunai), BLT (Bantuan Langsung Tunai) Desa, kemudian PKH (Program Keluarga Harapan). Juga, bantuan sembako, bantuan kuota internet, dan subsidi listrik diteruskan. “Pemerintah juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar Rp1,2 juta untuk sekitar satu juta usaha mikro,” ucapnya.

Presiden juga memerintahkan kepada para menteri terkait untuk segera menyalurkan bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berhak. “Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa untuk bersatu melawan Covid-19 ini. Memang ini situasi yang sangat berat tetapi dengan usaha keras kita bersama, Insyaallah kita bisa segera terbebas dari Covid-19 dan kegiatan sosial, kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal,” tutup Presiden. (Diana Runtu)

To Top