Edukasi

Ini Tips Meningkatkan Motivasi Belajar di Era New Normal

Jakarta (cybertokoh.com) –

Kondisi pandemi Covid-19 banyak mempengaruhi kehidupan manusia, tidak terkecuali dengan pola pendidikan dan asuh/parenting anak. Metode pendidikan yang saat ini banyak dijalankan dengan metode daring tentunya, cenderung membosankan bagi peserta didik. Hal ini terungkap dalam  kegiatan webinar yang diadakan oleh Faber-Castell, bertema “Menstimulasi Motivasi Belajar Anak di Era New Normal”, Sabtu (10/7).

“Metode daring tentunya menjadi tantangan sendiri bagi kita semua yang terlibat di pendidikan dan parenting,” ungkap Yohana Theresia, M.Psi., Psikolog dari Yayasan Heart of People.

Banyak kasus yang ditemui di lapangan, menurut Yohana menunjukan adanya indikasi penurunan motivasi dalam belajar anak, hal itu tidak lepas dari banyak faktor diantaranya ketebatasan penguasaan gawai di sisi  bapak/ibu pengajar, materi pembelajaran yang kurang variatif dan menarik, kurangnya kontrol penggunaan gawai di anak hingga intervensi yang salah dari orang tua.

“Jika motivasi belajar turun sangat berpengaruh ke banyak aspek lainnya, yakni level pemahaman, kreativitas, produktivitas dan tentunya hasil pencapaian pembelajaran itu sendiri,” ujar Yohana.

Untuk membantu kembali meningkatkan motivasi belajar anak, orang tua setidaknya dapat menerapkan beberapa tips dalam membangun motivasi. Motivasi itu dapat dibagi berdasarkan dua sumber, yakni intrinsik (internal) dan ekstrinsik (eksternal).

Tips membangun motivasi tersebut yakni diantaranya, orang tua harus ikut terlibat, orang tua juga diminta untuk sering mendengar, orang tua dapat membantu anak untuk memutuskan dan memahami dengan segala bentuk konsekuensi yang ada, orang tua juga harus belajar memahami kondisi anak, hal ini kadang yang jarang ada, karena orang tua kurang paham/sensitif dengan apa yang terjadi, terutama saat anak bosan belajar.

Yohana juga menambahkan orang tua dapat memberikan penghargaan/reward bagi anak jika anak mencapai  sesuatu yang telah disepakati sebelumnya, misalkan prestasi baik maupun hal-hal lainnya.

Terkait pemberikan penghargaan atau reward menurut Yohana, tentunya harus juga disesuaikan dengan kebutuhan dan bermanfaat, salah satunya yang cocok yakni berupa kebutuhan dan alat belajar bagi anak.

“Semua elemen sangat berperan untuk mensukseskan pola belajar dan parenting di era saat ini, orang tua, sekolah, pemerintah dan juga siswa,” tutup Yohana.

Sementara itu, Product Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Lilyana Ang menambahkan bentuk penghargaan berupa pemenuhan kebutuhan dan alat belajar bisa menjadi pilihan tersendiri bagi orang tua dalam memotivasi anak agar kembali bersemangat dalam belajar meski di rumah saja.

Salah satu kebutuhan sekolah yang dapat diberikan kepada anak, diantaranya berupa produk tas belajar/sekolah. Tas akan sangat membantu anak untuk bisa merasakan kembali suasana belajar yang ada di sekolah.

Tas belajar/ sekolah juga harus disesuaikan dengan isu perkembangan si anak, dari fase Separation Anxiety yang kerap muncul di usia PAUD & TK, lalu fase kemandirian & produktivitas di usia Sekolah Dasar, hingga pencarian identitas pada usia remaja dan dewasa.

“Tas Faber-Castell telah dibuat berdasarkan hasil riset yang melatari fase-fase dalam perkembangan seseorang anak, serta dengan memasukan saran dari ahli kesehatan tulang, guna memastikan kesehatan penggunanya,” ujar Lily  dalam siaran pers Faber-Castell.

Selain itu, Tas Faber-Castell juga sangat ramah lingkungan karena bebas PVC yang dapat menyebabkan karsinogenik (pemicu kanker). Penggunaan PVC oleh Badan Kesehatan Dunia sudah dikategorikan sebagai plastik paling beracun dan sangat susah diurai,

Namun banyak diantara kita belum sadar dengan bahaya senyawa yang dibentuk Vinil Klorida (H2C=CHCl) tersebut, dimana PVC banyak terdapat di kehidupan manusia, diantaranya pipa air, pintu toilet, kemasan makanan hingga mainan dan tas anak.

Oleh karena itu, Faber-Castell mengusung penggunaan non PVC dalam produk Tas, hal ini untuk melindungi konsumen dari bahaya yang ada di PVC. (Ngurah Budi)

 

To Top