Bali

Vaksin Dulu, “Vacation” Kemudian

Denpasar (cybertokoh.com) –

Jawa dan Bali menjadi wilayah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Pelaksanaanya 3-20 Juli 2021. Berbagai aturan sudah dijabarkan, salah satunya tentang vaksin Covid-19. Faizin Kadni, warga Bogor yang sedang berada di Bali pun menuturkan pengalamannya “terjebak” di PPKM Darurat.

Sebagai pemilik biro perjalanan wisata, Faizin kerap bolak-balik Bogor-Bali. Kedatanganya ke Bali di akhir Juni 2021 untuk melakukan inspeksi ke sejumlah vila dan hotel. Hal ini berkaitan dengan rencana dibukanya Bali untuk pariwisata internasional.

Baru beberapa hari di Bali, pria asal Kerinci, Jambi harus berhadapan dengan situasi khusus. “Terus terang, saya kaget karena Bali menjadi wilayah yang menerapkan PPKM Darurat. Akhirnya cari info sana-sini, dan memutuskan untuk work from Bali dari villa di Canggu,” ungkapnya.

Faizin juga menuturkan diri sudah terjangkit Covid-19 ketika pulang ke Kerinci, Maret 2021. Ketika itu, gejalanya sakit kepala, diare, dan muntah-muntah. Selama tiga hari dengan gejala seperti ini membuatnya pasrah. Keluarga di Kerinci pun memberikan obat-obatan tradisional berupa ramuan untuk mengurangi keluhan sakit. Ia pun sembuh dan hasil tes 17 Maret 2021 menyatakan negatif Covid-19.

Di Bali, pria yang hobi lari ini sudah melakukan inspeksi sampai ke Ubud dan bertemu beberapa kolega. Ia berharap sektor pariwisata yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat bisa bangkit. Namun, kondisi tak kunjung membaik, kasus Covid-19 terus bertambah.

“Waktu tahu tentang PPKM Darurat harus mewajibkan pelaku perjalanan dalam negeri memiliki kartu vaksin Covid-19, langsung menghubungi teman yang ada di Bali. Mulai dari wantilan DPRD Bali, rumah sakit, sampai Puskesmas dicek, ternyata peserta membludak, antrean habis. Beruntung Kodam IX/Udayana mengadakan vaksinasi massal di GOR Praja Raksana, akhirnya bisa daftar dan bisa vaksin Covid-19,” ujar alumnus UPN “Veteran” Yogyakarta jurusan Ilmu Hubungan Internasional ini.

Kini Faizin bisa tenang karena sudah memiliki kartu vaksin Covid-19. Ia pun mengingatkan masyarakat yang belum vaksin agar ikut vaksinasi. Hal yang juga penting dilakukan adalah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Ingat vaksin dulu, vacation kemudian. Kesehatan merupakan hal terpenting. Jangan abai prokes kalau tidak mau bye bye,” ujarnya.

Ingat Prokes Saat Vaksinasi

Gubernur Bali telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. Pada poin 3 huruf l, SE Gubernur Bali No.9 Tahun 2021 disebutkan bagi yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin suntik 1), surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan dengan transportasi darat dan laut wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin suntik 1), surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil negatif uji Rapid Test Antigen paling lama 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

Pemerintah Provinsi Bali sesuai dengan kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster memberi kesempatan kepada pelaku perjalanan yang belum melakukan vaksinasi untuk mendapatkan suntikan vaksin di Wantilan DPRD Bali. Gubernur Bali melalui Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya menjelaskan bagi masyarakat yang memerlukan vaksin sebagai syarat melakukan perjalanan dapat mendatangi wantilan DPRD Bali untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Calon penerima vaksin harus dalam keadaan sehat. Karena itu akan dilakukan screening sebelum bisa mendapatkan vaksinasi. Selain itu wajib menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), calon penerima vaksin agar membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK), khususnya untuk usia dibawah 18 tahun. Sedangkan bagi penyintas Covid-19 bisa mendapatkan vaksin tiga bulan setelah negatif Covid-19.

Suarjaya berharap dalam pelaksanaan vaksinasi agar masyarakat mengedepankan protokol kesehatan. “Dalam kondisi PPKM darurat, dalam pelaksanaan vaksinasi kita wajib melaksanakan pola hidup sehat dan bebas Covid-19 seperti memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak dan tentunya mentaati aturan yang ada,” ujar dr. Suarjaya.

Gubernur Bali Wayan Koster bahkan meninjau kegiatan “Serbuan Vaksinasi” yang diadakan TNI-Polri. Dalam kunjungannya di Renon, Gubernur Koster yang didampingi Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak dan Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra berkesempatan melakukan interaksi dengan Presiden RI, Joko Widodo secara virtual.

“Saya titip masyarakat kepada Polda, Kodam, Gubernur, Bupati dan perangkat daerah lainnya. Utamakan prokes dalam pelaksanaan vaksinasi. Pemangku kepentingan di Bali agar melipatgandakan jumlah vaksinasi untuk warganya dan saya berjanji akan mengirimkan vaksin dalam jumlah besar untuk mendukung program tersebut. Sanggup saya tambah vaksin dua kali lipat?,” kata Presiden Jokowi sekaligus menanyakan kesanggupan pemimpin di Bali, dan secara kompak Gubernur Bali, Pangdam dan Kapolda Bali menyatakan sanggup. Pada kesempatan itu, ratusan tenaga kesehatan dari TNI-Polri dikerahkan guna memberikan suntikan vaksin.

Guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Bali, orang nomor satu di Pemprov Bali ini menyatakan bahwa sebagai Gubernur Bali, ia telah melakukan rapat virtual dengan Camat, Perbekel, Lurah, hingga Bendesa Adat untuk memotivasi warganya berduyun-duyun ikut vaksinasi Covid-19.

“Bapak Presiden sudah memastikan akan memenuhi sebanyak 6 juta dosis vaksin. Jadi saya berharap kepada masyarakat agar sadar akan pentingnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 demi kesehatan masyarakat dan terhindar dari penularan Covid-19,” ucapnya.

Gubernur yang hadir bersama Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra juga mencanangkan vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak usia 12-17 tahun di Provinsi Bali secara serentak, Senin (5/7). Pencanangan vaksinasi dipusatkan di SMAN 4 Denpasar. Gubernur asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini kemudian menjelaskan Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan program vaksinasi untuk sekolah bagi anak-anak 12 tahun sampai 17 tahun. Ini merupakan hasil dari arahan Presiden RI, Joko Widodo, Menko Maritim RI, Menteri Kesehatan RI dan segenap pemerintah pusat agar Provinsi Bali melakukan percepatan vaksinasi.

“Saya juga berharap semua adik-adik menginformasikan kawan-kawan agar semua ikut vaksin agar sehat semua, tidak tertular Covid-19,” tandasnya. Sebagai penutup, Gubernur Bali jebolan ITB ini meminta kepada siswa SMA/SMK dan SMP tertib, menerapkan protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker dan jangan berkerumun. (Ngurah Budi)

 

 

 

 

To Top