Kota Denpasar

PPKM Darurat, Pantai Ditutup untuk Hindari Kerumunan

Denpasar (cybertokoh.com) – 

Penerapan PPKM Darurat di Denpasar berdampak ke objek wisata, termasuk pantai. Semua akses masuk ke pantai di Kota Denpasar ditutup. Hanya jalur masuk ke pelabuhan penyebrangan Sanur yang buka namun dengan penjagaan ketat. Penyegelan dilakukan untuk antisipasi warga datang ke pantai dan menimbulkan kerumunan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai mengatakan penyegelan seluruh pintu masuk pantai dilakukan sesuai dengan aturan PPKM Darurat. Untuk mempertegas hal tersebut Pemkot telah melakukan rapat dengan Camat Denpasar Selatan, Polsek Denpasar Selatan, Danramil Denpasar Selatan, serta seluruh Perbekel, Lurah maupun Bendesa yang dipimpin PJ. Sekda I Made Toya.

“Tadi sudah kami rapatkan sebagai penegasan lebih lanjut dan sudah sepakat untuk menutup sementara akses wisata ke pantai,” kata Dewa Rai, Minggu (4/7).

Dewa Rai mengatakan ada 12 titik pintu masuk pantai di Kota Denpasar yang ditutup. Penutupan akan berlangsung hingga 20 Juli 2021 mendatang.

“Penyegelan itu dilakukan sebagai upaya mengurangi kerumunan untuk antisipasi penyebaran Covid-19. Terutama Covid-19 varian baru. Apalagi, menurut dia, pantai di Kota Denpasar rata-rata menjadi tempat rekreasi masyarakat Kota Denpasar. Kami mohon permakluman kepada masyarakat,” katanya. Untuk melakukan penjagaan di pantai tersebut, pihaknya melibatkan satgas Covid-19 di wilayah desa/kelurahan, serta pecalang.

Selain kawasan pantai, penutupan juga dilalukan di ruang publik dan mal. Hal itu juga sesuai dengan aturan PPKM darurat karena berpotensi menimbulkan keramaian dan kerumunan.

Sementara untuk warung dan rumah makan, Dewa Rai mengatakan hanya boleh melakukan delivery atau take away dan tidak diizinkan makan di tempat. (Ngurah Budi)

 

To Top