Indonesia

Kenaikan Kasus Covid Minggu ke-4 Pasca Libur Lebaran Capai 112,22%

Jakarta (cybertokoh.com) –

Kenaikan kasus Covid minggu keempat pasca libur Lebaran tahun 2021 telah melampaui kenaikan kasus Covid pada waktu yang sama tahun 2020. Kenaikan tahun ini sudah mencapai 112,22%. Bandingkan dengan tahun lalu yang kenaikannya capai 93,11%.
Kondisi memprihatinkan ini, sekaligus mengerikan, hendaknya menjadi pembelajaran semua pihak.

“Kenaikan signifikan tahun ini, terjadi karena kenaikan minggu keempat sangat signifikan. Dalam 1 minggu saja, terjadi kenaikan hampir 2 kali lipat. Hal ini menyebabkan perbedaan signifikan dari minggu sebelumnya,” kata Prof Wiku Adisasmito, Jubir Satgas Penanganan Covid 19 saat memberi keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pembelajaran lain yang didapati dalam perkembangan kasus Covid tahun ini adalah Bali dan Sulawesi Selatan yang pada tahun 2020 masuk 5 besar kenaikan tertinggi, pada tahun 2021 posisinya digantikan DI Yogyakarta dan Jawa Barat. Sehingga di tahun ini provinsi 5 besar seluruhnya dari Pulau Jawa yakni Jawa Tengah, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat.
Mengingat 5 provinsi ini adalah daerah asal dan tujuan mudik maka kenaikan tertinggi ini dapat dikaitkan dengan mobilisasi masyarakat selama periode libur Idul Fitri.
Faktanya, meskipun sudah diberlakukan periode peniadaan mudik sebelum dan setelah Idul Fitri, mobilitas arus mudik dan arus balik Jabodetabek tetap meningkat signifikan. Mobilitas pun juga terjadi dalam kota dimana terjadi peningkatan mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan selama periode Idul Fitri.

Adanya periode penambahan arus balik ke Jabodetabek selama 1 minggu pasca Idul Fitri, dapat menyebabkan periode dampak yang ditimbulkan menjadi 1 sampai 2 minggu. Dampak dari suatu periode libur panjang biasanya terjadi 4 – 6 minggu lamanya. Namun dengan adanya periode tambahan ini, bisa saja dampak dari periode Idul Fitri ini bisa saja bertahan selama 7 – 8 minggu.
Dan keadaan di tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Dimana tahun 2021 masyarakat sudah lelah setelah berjibaku dengan pandemi selama lebih dari 1 tahun. Sementara keinginan untuk menjalani kehidupan normal dan menjalankan roda ekonomi harus dilakukan.

“Untuk itu seluruh lapisan masyarakat perlu gotong royong dan bahu membahu menghadapinya. Pemerintah perlu untuk terus menguatkan penanganan hingga level terkecil dengan melakukan tindakan-tindakan konkrit dalam waktu genting, dan masyarakat perlu menerapkan protokol kesehatan,” ujar Wiku. (Diana Runtu)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Terkini

To Top