Indonesia

Krisis Covid-19 di Jakarta: Jangan Cuma 3 M tapi 5 M jika Ingin Kasus Turun

Jakarta (cybertokoh.com) –

Penularan Covid 19 di sejumlah daerah semakin menggila. Di antaranya adalah Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah yang kini menjadi wilayah tertinggi penambahan kasus Covid harian. Masyarakat diminta berhati-hati menyikapi kondisi ini. Tetap terapkan protokol kesehatan bukan hanya 3 M tapi 5 M.

Prokes 5 M adalah memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas & interaksi. Ini wajib dilakukan masyarakat untuk menurunkan kasus Covid di daerahnya.
Tanpa penurunan signifikan pada kasus Covid, semua aspek kehidupan pun akan tersendat. Perekonomian yang menjadi tulang punggung kehidupan, pasti tersendat. Jika berlama-lama tanpa perbaikan, dapat dibayangkan kehancuran yang bakal terjadi. Dan itu sudah terlihat karena pandemic sudah berlangsung satu tahun lebih.

Masyarakat adalah kunci untuk keluar dari segala kesusahan ini. Kedisiplinan masyarakat dalam Prokes adalah yang utama. Saat ini, meski kasus Covid meningkat, masih banyak dijumpai masyarakat yang abai pada Prokes. Ketidakpedulian yang membawa celaka pada diri sendiri dan orang lain. Inilah yang harus diubah agar kita semua bisa selamat.

Pasca sebulan libur Lebaran, kondisi Jakarta khususnya, benar-benar memprihatinkan. Kasus Covid terus meningkat sejak dua pekan setelah Lebaran dan sekarang makin menggila dengan pertambahan per-hari mencapai 2000-an kasus.

Kekhawatiran semakin menjadi karena ketersediaan tempat tidur semakin menipis lantaran membludaknya pasien Covid. Di Wisma Atlet Kemayoran misalnya, saat ini sudah menampung 5000 lebih pasien. Bahkan Senin (14/6) malam, pasien menyerbu Wisma Atlet yang sudah nyaris penuh.

BOR (Bed Occupancy Rate) telah mencapai 84% lebih dan itu sudah melampaui batas BOR yang aman menurut World Health Organization (WHO). Sementara ambulans terus berdatangan. Ruang IGD penuh, sehingga banyak pasien terpaksa lesehan di ruang tunggu menanti giliran.

Kenapa pasien sampai harus lesehan? Itu karena untuk masuk ke ruang perawatan, pasien harus terlebih dahulu didata dan didiagnosa di IGD. Barulah setelah itu diarahkan ke ruang perawatan.
Namun pasien membludak, sementara kapasitas tempat duduk di ruang tunggu terbatas. Walhasil, pasien yang tidak mendapat tempat duduk, terpaksa lesehan sambil menunggu giliran.

Itu baru kondisi di RSD Wisma Atlet, belum lagi di rumah sakit rujukan lainnya di Jakarta. Tercatat terdapat 106 RS Rujukan Covid di Jakarta. Dikabarkan, dalam kondisi saat ini dimana terjadi lonjakan luar biasa pada kenaikan kasus Covid, hanya tersisa 25,5% tempat tidur.

Lonjakan kasus Covid juga sudah berusaha diantiasipasi Pemda DKI Jakarta dengan mempersiapkan 37 tempat isolasi mandiri terpusat yang akan dibuka secara bertahap. Di antaranya di Jakarta Islamic Center, Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah, Graha Wisata Ragunan dan Rusun Nagrek Cilincing Jakarta Utara.

Sesuai arahan Presiden
Senin malam kemarin, Forkopimda DKI Jakarta yakni jajaran Pemda, Polda Metro Jaya (Kapolda), Kodam Jaya (Pangdam) juga Kejaksaan melakukan rapat untuk membahas perkembangan kasus Covid di Jakarta.

Selasa (15/6), jajaran Forkopimda DKI Jakarta dipanggil Presiden Joko Widodo untuk membicarakan perkembangan terkini dari Covid di Jakarta. Arahan Presiden di antaranya adalah agar jajaran Forkopimda menekan meningkatnya kasus Covid di Jakarta, memperbanyak penanganan di lapangan di antaranya dengan menggiatkan vaksinasi Covid 19 serta penerapan disiplin Prokes.

Untuk diketahui, saat ini, per 15 Juni 2021, jumlah kasus terkonfirmasi Covid di Jakarta telah mencapai 452.295 kasus. Ini merupakan tertinggi di Indonesia. Total jumlah kesembuhan capai 425.339 kasus, dan kematian capai 7490 kasus.

Lalu bagaimana dengan masyarakat? Untuk menekan kasus Covid di Jakarta bukan hanya Forkopimda DKI Jakarta yang harus bergerak tapi juga seluruh elemen masyarakat. Tanpa dukungan yang kuat dari masyarakat, semua upaya akan sia-sia.

Yang terburuk adalah rumah-rumah sakit bakal kolaps karena ledakan pasien. Kematian berlipat-lipat. Amit-amit!

Masyarakat Jakarta harus peduli akan hal ini. Jangan sampai terlambat. Mudah saja caranya. Terapkan Prokes 5 M secara disiplin untuk diri sendiri. Jika semua warga atau mayoritas warga Jakarta berdisiplin melakukan itu, pasti penularan Covid 19 akan dapat ditekan seminimal mungkin. (Diana Runtu)

To Top