Bunda & Ananda

Lindungi Anak saat Pandemi Covid-19, Ini Kiatnya

Denpasar (cybertokoh.com) –

Pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa bagi kehidupan masyarakat. Tatanan kehidupan di keluarga pun ikut mengalami penyesuaian. Orangtua yang memiliki anak kecil harus bisa menjaga keluarganya agar tidak tertular Covid-19. Apa yang harus dilakukan orangtua?

I Made Sudarma, S.E., M.M. adalah sosok yang sibuk. Selain ASN yang bertugas di kantor Gubernur Bali, ia juga penyanyi dan presenter.  Hobinya bernyanyi ini ternyata menjadi kiat istimewa selama masa pandemi Covid-19.  “Di rumah, saya sering mengajak anak-anak bernyanyi sambil bertepuk tangan dan tertawa gembira. Pilihan lagu bebas, yang penting kami bisa bernyanyi bersama-sama. Ini cara sederhana kami untuk menjaga imun di tengah pandemi Covid-19,” ujar pria yang akrab disapa De Ama ini.

Ia juga mengajak keluarganya untuk mengikuti aturan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 melalui Pesan Ibu 3 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak). Cara mencuci tangan yang baik dan benar pun diajarkan kepada dua buah hatinya,  I Gede Bagus Wikan Adhyasthadarma (7) dan Ni Made Ayu Elina Darmapratishta (4).

“Memberikan pemahaman kepada anak-anak harus menggunakan bahasa sederhana yang mudah mereka mengerti. Misalnya, ketika mengingatkan mereka untuk tidak bersalaman dengan keluarga atau teman ketika bertemu. Bukan berarti tidak hormat, tetapi saat ini kondisinya berbeda, protokol kesehatan harus dijalankan agar pandemi Covid-19 ini cepat berlalu,” ujar suami Ni Putu W Citra Aprianti, S.H. ini.

De Ama juga bersyukur, dirinya dan istri sudah mendapat vaksin Covid-19 sehingga relatif lebih aman dan nyaman ketika mendampingi anak-anak. Mereka juga punya kiat untuk menyimpan stok makanan dan obat-obatan dasar agar tidak terlalu sering keluar rumah.

“Dulu kami tidak pernah mengajak anak-anak keluar rumah. Kasihan juga mereka mengalami kebosanan. Akhirnya ajak keluar rumah, bepergian naik mobil tanpa keluar dari mobil. Sekarang sudah berani keluar, tetapi lihat dulu lokasi tujuan, ada kerumunan apa tidak. Orangtua harus pintar-pintar memberikan pemahaman kepada anak. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi memberikan pengertian tentang apa yang sedang melanda dunia ini,” jelas penyanyi yang baru saja meluncurkan single “Bagia Selantang Yusa” ini.

De Ama juga memberi kiat agar masyarakat tidak panik dan tegang. Lakukan hal-hal yang sederhana sesuai protokol kesehatan. Misalnya, sampai di rumah, langsung mandi dan ganti pakaian. Hand sanitizer selalu dibawa kemana pun. Namun, jangan ketergantungan. Lebih baik cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kalau tidak ada air dan sabun, barulah menggunakan hand sanitizer.

Sementara itu, Prof. Cissy Kartasasmita, Sp.A (K), M.Sc, Guru Besar FK Unpad dan dokter spesialis anak dalam siaran pers KPCPEN mengatakan menurut referensi jurnal medis terpercaya yang ada, risiko anak untuk terinfeksi dan sakit akibat Covid-19 sangat rendah. Kalaupun tertular tidak bergejala ataupun pada umumnya ringan.

“Protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat untuk menjaga anak-anak tidak tertular Covid-19. Orangtua harus berperan dengan mengajarkan anak-anak mereka cara menjaga diri dengan baik. Perlu diberikan contoh seperti misalnya, tidak dibawa ke kerumunan seperti ke pusat perbelanjaan, piknik, atau ke restoran yang banyak orangnya,” jelas Prof. Cissy.

Selain itu Prof. Cissy juga menekankan agar terus mempertahankan daya tahan tubuh anak-anak dengan mencukupi kebutuhan makanan bergizi seimbang, minum air putih yang cukup, istirahat yang cukup, olahraga secara teratur dan cek serta lengkapi imunisasinya.

“Kalau perlu siapkan jadwal kegiatan harian untuk anak usia sekolah dasar. Kalau sudah remaja, kontrol dan tanyakan kegiatan hariannya, ini penting untuk mempersiapkan mereka saat nanti pembelajaran tatap muka dibuka kembali, agar disiplin protokol kesehatan dari rumah sampai sekolah nanti,” tegasnya.

Meski begitu, Prof. Cissy menyebutkan tidak menutup kemungkinan kalau pasien anak ada yang bergejala berat, masuk ICU, hingga sampai meninggal dunia akibat Covid-19. Pernyataan Prof. Cissy ini mengacu salah satunya pada jurnal medis berjudul Children and Adolescents With SARS-CoV-2 Infection, menunjukkan saat terinfeksi Covid-19, anak-anak tidak menunjukkan gejala (asymptomatic) atau bergejala ringan. Jurnal tersebut menunjukkan dari 203 pasien anak yang tertular Covid-19, 54,7% tidak memperlihatkan gejala, hanya 26,1% saja yang perlu perawatan akibat Covid-19, dan yang paling banyak dirawat adalah bayi berusia kurang dari satu tahun yaitu 19,5% dari total kasus.

Hal lain yang penting untuk diketahui dari penelitian ini adalah, orang dewasa berperan krusial dalam penularan virus ini kepada anak-anak, sementara anak-anak menularkan ke sesamanya dalam level yang moderat. Kecenderungan level penularan yang tinggi juga tergantung dari usia mereka. (Ngurah Budi)

To Top