Indonesia

Antisipasi Peningkatan Kasus Covid di Daerah, Presiden Minta Diambil Langkah Taktis Cepat dan Tepat

Jakarta (cybertokoh.com) –

Berdasarkan data, mereka yang melakukan mudik pada masa larangan mudik 6-17 Mei 2021 sekitar 1,5 juta orang. Diminta semua pihak mencermati masalah ini dan melakukan antisipasi peningkatan potensi naiknya kasus aktif sehingga bisa ditekan dan tidak menjadi sebesar tahun sebelumnya.

“Memang 1,1 persen kelihatannya kecil sekali, tetapi kalau dijumlah ternyata masih besar, 1,5 juta orang yang masih mudik. Kita harus upayakan agar potensi peningkatan kasus aktif tidak terjadi sebesar tahun-tahun sebelumnya,” kata Presiden Joko Widodo dalam pengarahan secara virtual kepada kepala daerah se-Indonesia di Istana Negara yang disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5).

Presiden meminta seluruh jajaran di daerah untuk memantau sejumlah parameter penanganan pandemi secara berkala untuk dapat segera mengambil langkah taktis yang cepat dan tepat dalam mengantisipasi peningkatan kasus di daerah. “Saya minta gubernur, bupati, wali kota, danrem, dandim, kapolda, kapolres, kejati, kejari, seluruh sekda dan asisten semuanya harus tahu angka-angka (parameter) seperti ini di setiap daerahnya sehingga tahu apa yang harus dilakukan,” tegas Presiden.

Presiden juga meminta agar peningkatan kasus penularan di 15 provinsi dicermati dengan baik. Yakni, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Maluku, Banten, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Gorontalo. “Hati-hati Aceh, hati-hati Sumbar. Hati-hati Riau. Hati-hati Jambi, hati-hati DKI Jakarta, hati-hati Maluku, hati-hati Banten, hati-hati NTB, hati-hati Maluku Utara, hati-hati Kalteng, hati-hati Sulteng, hati-hati Sulteng, hati-hati Sulsel, hati-hati Gorontalo. Kelihatan dalam grafiknya, kurvanya semuanya kelihatan, sekarang kita tandai merah dan hijau. Sebagian ada di Sumatera, dan ada di Jawa dan juga ada di Sulawesi dan Kalimantan,” paparnya.

Dalam kesempatan itu Presiden juga menyinggung soal parameter pandemi juga dapat dilihat dari rasio keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR). Presiden berharap BOR di rumah-rumah sakit berada di bawah 50 persen.
“Ada beberapa provinsi yang masih di atas 50 persen. Ini tolong semua gubernur, bupati, dan wali kota tahu angka-angka ini. Tiga provinsi hati-hati, Sumatra Utara BOR-nya 56 persen, Kepulauan Riau BOR-nya 53 persen, Riau BOR-nya 52 persen. Kalau yang masuk ke rumah sakit banyak artinya memang harus super hati-hati,” ujarnya.

Saat ini, BOR secara nasional telah berada di angka 29 persen yang menggambarkan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit kian menurun. Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, misalnya, juga mencatat penurunan BOR setelah sebelumnya—September 2020— sempat mencapai angka di atas 90 persen. (Diana Runtu)

To Top