Connect with us

Kota Denpasar

Antisipasi Arus Balik dan Cegah Penyebaran Covid-19, Ini yang Dilakukan Denpasar

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Menindak lanjuti surat edaran Satgas Nasional Penanggulangan Pencegahan Covid-19 mengenai pencegahan penyebaran Covid-19 dari pelaku pejalanan lintas daerah khususnya dari arus balik lebaran tahun 2021, Dinas Perhubungan Kota Denpasar mengadakan Rapat Koordinasi, Senin (17/5). Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar Ketut Sriawan dan dihadiri  Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XII Prov. Bali – Prov. NTB, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar dan OPD terkait.

Sriawan mengatakan pengetatan arus balik lebaran tahun 2021 akan dilaksanakan mulai tanggal 18 Mei – 24 Mei 2021 yang dilaksanakan di Pos-Pos Pemantauan Kota Denpasar.

“Selain pengetatan di pos-pos di Kota Denpasar Satgas Covid-19 Kota Denpasar juga melaksanakan penebalan personil di Pos Terminal Mengwi dengan berkoordinasi dengan pihak pelabuhan Padangbai dan pelabuhan Gilimanuk untuk pengetatan pintu keluar masuk Pulau Bali demi antisipasi pelaku arus balik yang akan menuju Kota Denpasar. Kami bersama Dishub Badung  serta  Polres Badung,  Kodim 1611 Badung, BPTD Bali NTB akan melakukan  Operasi Gabungan di Terminal Mengwi,” ujar Sriawan.

Advertisement

Dalam pelaksanaan pengetatan arus balik tim akan memeriksa kendaraan dan orang yang masuk ke Kota Denpasar dengan sasaran kendaraan pribadi ber-plat luar atau kendaraan yang diduga mudik.

BACA  PPKM Darurat, Pantai Ditutup untuk Hindari Kerumunan

“Tim akan memeriksa kelengkapan dokumen dari pengendara yang terdiri dari KTP dan Surat Keterangan Rapid test antigen. Jika terdapat pelaku arus balik yang tidak memiliki surat keterangan rapid test akan dilakukan Swab Antigen di tempat. Jika hasilnya reaktif Covid-19 maka akan dikoordinasikan dengan BPBD dan Dinas Kesehatan untuk penanganan lebih lanjut,” jelas Sriawan.

Ia juga mengajak Tim Satgas Covid-19 di Desa dan Kelurahan agar meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pendataan penduduk pendatang dengan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar terkait dengan tertib administrasi kependudukan. (Ngurah Budi)

Advertisement

Kota Denpasar

Hindari Kerumunan, Sembahyang Galungan Bergiliran

Published

on

Pemangku yang memimpin pelaksanaan upacara Hari Raya Galungan menerapkan disiplin prokes dengan memakai masker. (cybertokoh/Eka Adhyasa)

Denpasar (cybertokoh.com) –

Suasana Hari Raya Galungan di Bali, Rabu (10/11) berlangsung dengan penerapan prokes Covid-19. Umat Hindu melaksanakan persembahyangan di rumah serta di Pura yang ada di wilayah tempat tinggalnya dengan tetap memakai masker.

“Kami menyiasati suasana Galungan di masa pandemi Covid-19 dengan tetap memakai masker ke Pura, sembahyang bergiliran, menjaga jarak saat sembahyang, dan selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” ungkap Nyoman Ningsih, warga Denpasar.

Ia menuturkan sebelum pandemi Covid-19, dirinya sembahyang ke Pura bersama-sama dengan suami, anak, dan mertuanya. Kini, mereka ke Pura bergiliran. Selain warga yang sembahyang, pemangku yang memimpin persembahyangan juga disiplin prokes.

Advertisement

Ningsih juga mengurangi kegiatan berkumpul usai sembahyang Galungan. Biasanya ia berkunjung ke rumah kakaknya atau kakaknya yang datang ke rumah. Kini mereka memilih berkomunikasi via smartphone. “Disiplin prokes di masa pandemi ini sangat penting. Jaga diri, jaga keluarga, jaga masyarakat,” ungkap ibu dua anak ini.

Suasana perayaan Galungan dan Kuningan juga mendapat perhatian Rektor Universitas Warmadewa (Unwar) Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E.,Sp.ParK. Meskipun kasus pandemi Covid-19 di Bali terus menunjukkan tren penurunan, namun masyarakat Bali diminta untuk terus menerapkan prokes secara ketat dan disiplin. Apalagi, aktivitas usaha-usaha masyarakat telah dilonggarkan.

BACA  Edukasi Sudah Digencarkan, Masih Saja Ada Pelanggar Prokes

“Jangan sampai lengah. Kapanpun dan dimanapun protokol kesehatan dengan 5 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas) harus dilakukan,” tegas Prof. Widjana.

Ia pun berpesan agar umat Hindu dalam menjalankan rangkaian perayaan kemanangan dharma atas adharma ini jangan terlalu euforia berlebihan. Jangan sampai perayaan Galungan dan Kuningan menjadi penyebab terjadinya penyebaran Covid-19.

“Perayaan Galungan dan Kuningan mesti dijadikan momentum oleh seluruh umat Hindu untuk senantiasa meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sehingga, segala cobaan dan tantangan yang dihadapi bisa dilalui dengan penuh rasa syukur,” ungkapnya.

Advertisement

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai menjelaskan, kendati kasus Covid-19 di Denpasar sudah semakin menurun dan melandai namun penularan Covid-19 masih ditemukan. Karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid sewaktu waktu bisa kembali meningkat. Perlu kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, untuk terus waspada dan disiplin prokes. Taati aturan saat penerapan PPKM, termasuk dalam pelaksanaan hari Raya Galungan dan Kuningan. Masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan,” pinta Dewa Rai. (Ngurah Budi)

BACA  Semangati Pasien Isoter dengan Saling Peduli

Continue Reading

Kota Denpasar

Pengawasan Prokes di Pusat Keramaian Terus Dipantau

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Penertiban protokol kesehatan terus dilakukan tim Yustisi Kota Denpasar. Merekpenera tidak lelah untuk terus mengingatkan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan agar kasus Covid-19 benar benar melandai dan terkendali. Upaya yang dilakukan antara lain melakukan penertiban protokol kesehatan PPKM level 2 di pusat keramaian yang ada di Kota Denpasar.

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan penertiban dilaksanakan secara stationer di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung dan beberapa pasar tumpah seperti Pasar Pula Kerthi dan Pasar Tumpah Jalan Gunung Kawi. “Untuk memberi efek jera bagi pelanggar prokes, langsung diberikan pembinaan. Hal itu dilakukan agar mereka sadar dan paham akan pentingnya protokol kesehatan,” ujar Sayoga, Rabu (20/10).

Tidak hanya itu dalam upaya menekan penularan Covid -19, dalam penertiban tersebut pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat khususnya di pasar agar selalu mentaati protokol kesehatan. Kasus Covid-19 masih ditemukan meskipun di Kota Denpasar telah mengalami penurunan. Dengan semua orang taat prokes, kasus bisa semakin menurun dan pandemi cepat berlalu.

Advertisement

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai menambahkan, kendati kasus Covid-19 di Denpasar sudah semakin menurun dan melandai, namun penularan virus masih ditemukan. Karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

BACA  Gelar Produk Industri dan Perdagangan 2020 Terapkan Protokol Kesehatan

“Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid sewaktu waktu bisa kembali meningkat. Diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai seraya mengingatkan untuk hindari kerumunan dan terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir).

Dewa Rai juga menjelaskan berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu. Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan disabilitas.

“Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” tegas pria yang juga Kabag Prokompim Pemkot Denpasar ini. (Ngurah Budi)

BACA  Di Jepang Stok Masker Kosong,  Masyarakat Buat Sendiri

Advertisement
Continue Reading

Kota Denpasar

Vaksinasi “Home Visit”, Solusi untuk Lansia yang Tercecer

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Dari data Satgas Covid-19 Provinsi Bali, pencapaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Bali hingga Selasa (19/10), untuk dosis I 99,63% (3.392.614) dan dosis II 84,76% (2.886.024). “Target vaksinasi di Bali 3.405.130,” ujar I Made Rentin, Sekretaris Satgas Covid-19 Bali.

Sementara itu untuk Kota Denpasar pencapaiannya untuk dosis I 815.566 (142,64%) sedangkan dosis II 660.892 (115,58%). Namun demikian, masih saja ada warga yang tercecer, khususnya lansia yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Guna memperluas serta meningkatkan cakupan vaksinasi bagi lansia, Kelurahan Sesetan bekerjasama dengan Puskesmas 1 Densel melaksanakan vaksinasi dengan layanan home visit atau jemput bola. Pelaksanaan vaksinasi “home visit”ini diprioritaskan bagi lansia yang sebelumnya terkendala tidak dapat mengikuti vaksinasi.

Advertisement

Lurah Sesetan Ketut Sri Karyawati, Selasa (19/10), mengatakan pelaksanaan vaksinasi home visit ini merupakan tindak lanjut bagi lansia yang sebelumnya tidak dapat mengikuti pelaksanaan vaksinasi. Pelayanan vaksinasi home visit dengan menyasar lansia yang bertempat tinggal di wilayah Banjar Pegok, Sesetan. Kali ini para lansia diberikan vaksin merek Sinovac.

“Untuk pelayanan home visit berikutnya masih kami laksanakan koordinasi dengan Kaling serta Puskesmas Densel. Kami berharap ke depannya agar tidak ada lagi masyarakat maupun lansia yang tercecer tidak mendapatkan pelayanan vaksin dan pandemi Covid-19 ini cepat melandai,” jelas Sri Karyawati. (Ngurah Budi)

BACA  Edukasi Sudah Digencarkan, Masih Saja Ada Pelanggar Prokes

Continue Reading

Tren