Bali

Saat Pandemi Covid-19, Pengembangan UMKM di Bali Utamakan Potensi Daerah

Badung (cybertokoh.com) –

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) sangat mengapresiasi inisiatif para pelaku UMKM untuk berkolaborasi antar kabupaten untuk mengembangkan potensi UMKM. Hal itu disampaikannya saat menjadi acara dalam acara diskusi santai bertajuk ‘Sinergi Insan Kreatif Berwawasan Budaya Bali’ yang diselenggarakan oleh Komunitas Ekonomi Kreatif Gianyar bertempat di Beachwalk Shopping Center, Kuta, Badung, pada Sabtu (15/5).

Menurutnya, kerajinan yang dihasilkan oleh masing-masing Kabupaten/Kota di Bali memiliki karakteristik masing-masing sehingga perlu kenali potensi masing-masing untuk dikembangkan. “Saya harap kolaborasi ini bisa menguntungkan semua pelaku UMKM Bali. Saya harap dalam mencapai itu para pelaku tetap mengembangkan potensi masing-masing tanpa saling mencontoh produk,” jelasnya.

Tokoh Puri Ubud ini juga mengatakan, karakteristik masing-masing Kabupaten/Kota juga didukung oleh faktor sekala dan niskala. “Karena ini menyangkut warisan para penglingsir kita terdahulu, jadi sudah menjadi tanggung jawab kita untuk mempertahankannya,” imbuhnya.

Selain itu, Wagub Cok Ace juga meminta para pelaku UMKM untuk terus jeli melihat peluang. Media promosi menurutnya sudah banyak bertebaran, seperti pameran. “Tidak hanya pemerintah, namun juga banyak BUMD dan CSR yang juga menyediakan fasilitas pameran untuk para pelaku UMKM di Bali. Jadi jangan sia-siakan kesempatan itu,” bebernya.

Mengenai peluang, Guru Besar ISI Denpasar tersebut juga meminta para pelaku UMKM jeli melihat bantuan yang didistribusikan oleh pemerintah. Apalagi saat pandemi Covid-19 saat ini, ia menyebut pemerintah juga mengucurkan dana bagi para pelaku UMKM, baik bantuan maupun pinjaman lunak. “Kita sudah sosialisasikan juga, jadi mari jeli melihat peluang,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota DPRD Badung IGAA Inda Trimafo Yudha atau Gek Inda yang menyambut baik rencana para UMKM untuk berkolaborasi. “Seperti misalnya hasil kerajinan Badung, agar juga bisa dipromosikan di Gianyar. Atau perajin Badung bisa mencari bahan baku ke Kabupaten/Kota lain,” jelasnya.

Gek Inda berharap melalui kolaborasi ini juga bisa memperkuat UMKM di Bali. “Melalui kerjasama seperti ini, kami harap para pelaku UMKM di Bali bisa semakin kuat, bahkan menyingkirkan persaingan yang kurang sehat,” tandasnya. (Ngurah Budi)

To Top