Edukasi

Doni Monardo: Tak Apa Dianggap “Nenek Cerewet”

 

Denpasar (cybertokoh.com) –

Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 untuk mencegah penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah pelarangan mudik selama pandemi masih berlangsung. Hal ini harus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat.

“Saya tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat agar mematuhi anjuran pemerintah agar pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Masyarakat harus sabar. Kurangi niat mudik Lebaran tahun ini. Kita semua bekerja keras untuk menghadapi pandemi. Tak apa dianggap “nenek cerewet” demi kepentingan kita bersama. Halal bihal virtual saja dulu. Nanti kalau pandemi sudah berakhir, silakan bertemu secara fisik,” ungkap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, dalam Webinar Program Fellowship Jurnalis Perubahan Perilaku (FJPP), Senin (10/5).

Doni menuturkan dari pengalaman sebelumnya, setelah libur panjang, angka kasus Covid-19 tinggi dan angka kematian juga tinggi. Nakes juga banyak yang menjadi korban. Karena itu, menjadi pelajaran bersama untuk bersabar dan menunda mudik. Jangan sampai aktivitas mudik ke kampung halaman malah membahayakan orangtua dan keluarga yang ada di kampung halaman. Apalagi tidak semua daerah memiliki fasilitas kesehatan yang mumpuni.

“Contoh kasus di India. Begitu kegiatan keagamaan dilonggarkan, dalam hitungan minggu, kasus langsung naik. Kita tidak ingin Indonesia seperti itu. Karenanya mobilitas orang harus dikurangi,” tegas Doni.

Edukasi kepada masyarakat juga harus terus diberikan. Peserta FJPP yang berjumlah 3030 diminta untuk berperan aktif untuk melakukan hal ini. Selain itu protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yakni 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, serta menghindari kerumunan) harus ditaati. Doni menegaskan semua harus disiplin mematuhi prokes dan disiplin ini harus dilakukan secara komunal, tidak bisa hanya personal.

Sementara itu Ketua Dewan Pers Prof. M. Nuh mengatakan semua elemen harus memperkuat sinergi menangani Covid-19.

“Tanpa kerjasama, akan berat. Harus ada saling percaya antara kita. Urusan Covid-19 belum selesai karena munculnya varian baru. Ini memberikan tantangan luar biasa bagi kita semua. Bagi insan pers, tak cukup sampaikan berita ada ini ada itu, harus ada knowledge, diharapkan akan muncul kesadaran. Jurnalis harus punya trik biar masyarakat sadar agar mau disiplin terapkan prokes. Satu hal lagi, jurnalis jangan berhenti belajar,” ungkap mantan Menteri Pendidikan ini. (Ngurah Budi)

 

To Top