Connect with us

Sport

Meriahkan Kartini 2021, Ini yang Dilakukan WCC bersama Polda Bali

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Memeriahkan Hari Kartini tahun 2021, Women Cyling Community (WCC) Bali berkolaborasi dengan Polda Bali. WCC Bali bersama Kapolda Bali Irjen Pol. I Putu Jayan Danu dan Ketua Bhayangkari Polda Bali Ny.Ketut Mahajani Jayan Danu Putra akan gowes sejauh 75 kilometer.

Ketua WCC Bali Lara Prasetya mengatakan event bertema “Women in Sports Tourism. Ayo Olahraga Ke-Bike-an Bersama Polda Bali dan Bhayangkari Polda Bali” dilaksanakan Rabu (21/4). “Pesertanya Kapolda Bali bersama Ketua Bhayangkari Polda Bali, seluruh member WCC Bali yang berkenan datang, Polwan Bikers Bali, Seven Eleven CC, Seven Eleven Bro, dan Gogasgirl CC,” ujarnya. Ia menambahkan flag off dilakukan Kapolda  Bali dan Ketua Bhayangkari Polda Bali dilanjutkan bersama- sama peloton ikut gowes sejauh 75 km.

Lara yang juga Head Event WCC Nusantara menjelaskan gowes bersama ini dibuat untuk menghormati Kartini yang menginspirasi perempuan Indonesia untuk maju dan berani keluar dari zona nyaman. “Khusus peserta perempuan akan memakai kebaya. Ini sebagai simbol kecintaan dan tekad Bali mempertahankan warisan budaya lokal tanpa menghalangi kemampuan perempuan untuk mengeksplorasi kekuatan dirinya dan menjadi perempuan tangguh di bidang olahraga rekreasi apapun yang diminati,” jelasnya.

Advertisement

Melalui event ini, pihaknya berharap Bali akan bertahan menghadapi dampak pandemi Covid-19, tetap waspada namun tidak kehilangan optimisme. Gema kebaikan pariwsata Bali harus terus digaungkan melalui kampanye-kampanye positif.

BACA  Melati Adibi: Natural dan Menawan dengan Phibrows

Setelah gowes bersama Kapolda Bali dan Ketua Bhayangkari Polda Bali ini, WCC Bali akan menggelar Women Endurance Extra WEXTtRA 369 Km – Keliling Bali Series. Event ini memperebutkan piala tetap dan bergilir Kapolda Bali menyambut hari Bhayangkara dan ulang tahun Polri ke-75 tanggal 1 Juli 2021.

“Ada juga event Gerakan Duta Olahraga Milenial Bali yang berkolaborasi antara WCC Nusantara, Kemenpora RI dan Polda Bali. Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu akan menurunkan anggotanya untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tingkat menengah dan atas, merangkul milenial untuk menggaungkan olahraga melalui “Polri Baik Sahabat Milenials”,” jelas Lara yang tengah menyiapkan diri untuk touring jarak jauh yang kedua 1000 Km untuk Sulawesi Kuat, setelah menyelesaikan WCC Bali 1000 km for Bali Pulih yang menjelajahi rute Jakarta-Denpasar. (Ngurah Budi)

Advertisement

Sport

Bersepeda Mulai Digemari Anak Muda

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Penggunaan sepeda sebagai moda transportasi sehari-hari mulai mendapatkan perhatian masyarakat. Hal itu tergambar dari survei komunitas Bike 2 Work (B2W) terhadap anak-anak muda.

“Ada beberapa temuan pokok yang bisa kita katakan bahwa bersepeda mulai tertarik menjadikan sebagai moda transportasi mereka,” ujar Ketua Umum B2W Indonesia Fahmi Saimima dalam siaran pers, Rabu (15/9).

Fahmi mengungkapkan ada 365 responden (mayoritas berusia 25 tahun) ikut berpartisipasi dalam survei ini. Ia menyadari jumlah responden tidak bisa dikatakan mewakili mayoritas anak-anak muda di Indonesia.

Advertisement

“Kendati begitu setidaknya hal ini bisa sedikit memberi gambaran bahwa bersepeda mulai mendapatkan tempat di masyarakat, khususnya anak-anak muda,” imbuh Fahmi lagi.

Dari hasil survei, sebanyak 94,8% ingin bisa bersepeda. Dari jumlah itu ada 61% yang menggunakan sepeda sebagai moda transportasi tiga kali atau lebih dalam sepekan.

Ketika survei dilakukan untuk kalangan umum terkait tujuan penggunaan sepeda, sebanyak 61,1% bersepeda untuk tujuan olahraga. Kemudian 11,8% untuk rekreasi dan sisanya (26,8%) untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain.

BACA  Cybertokoh Edisi 013 (14-27 Januari 2019)

“Yang cukup menggembirakan adalah porsi penggunaan sepeda untuk transportasi. Tercatat 73,9% beralasan ingin membantu mengurangi polusi udara dan kemacetan di jalan,” ungkap Fahmi. Sedangkan 13,2% mengungkapkan ingin membantu menanggulangi dampak perubahan iklim. Sebagian besar responden (88,7%) berpendapat suhu bumi memang mengalami kenaikan dalam 10 tahun terakhir.

Terkait pembatasan kendaraan bermotor pribadi, sebanyak 28,3% menyebutkan perlu dibatasi. Sedangkan untuk menekan dampak negatif perubahan iklim, di perkotaan perlu didorong mobilitas aktif berjalan kaki dan bersepeda (51,8%).

Advertisement

“Semangat generasi muda untuk menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, menjadi bagian dari gaya hidup- khususnya gaya hidup sehat, dan bagian dari kepedulian mereka terhadap bumi yang lebih baik, semestinya didukung. Pola dukungan itu diwujudkan dengan sarana dan prasarana yang menjamin hak atas rasa aman mereka saat bersepeda. Karena itu, Bike2Work Indonesia mendorong terwujudnya kota ramah pesepeda,” tambah Ketua 1 B2W Indonesia Gilang Gumilang.

Terkait dengan hasil survei tersebut, pengamat transportasi Djoko Setijowarno mengaku cukup terkejut mengingat anak-anak muda kerap lebih menyukai kendaraan bermotor.

“Buat saya hal ini mengejutkan sekaligus menggembirakan, mengingat dalam beraktivitas mereka terbilang lebih sering menggunakan kendaraan bermotor,” tuturnya.

BACA  Pandemi Covid-19, Ini Teknis Turnamen Catur Walikota Cup XI

Sebenarnya dengan banyak anak muda yang berkeinginan dan tertarik naik sepeda, lanjut Djoko, merupakan pemantik bagi pemimpin daerah untuk membangun fasilitas pesepeda di daerahnya. Apalagi di beberapa kota sudah mulai membangun jalur sepeda. (Ngurah Budi)

Advertisement
Continue Reading

Sport

Tetap Olahraga Agar Sehat Selama Pandemi Covid-19

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil meraih medali emas cabang olahraga bulutangkis di Olimpiade Tokyo 2020. Mereka mencetak sejarah sebagai ganda putri pertama dari Indonesia yang meraih medali emas setelah mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (Tiongkok), Senin (2/8).

Presiden Jokowi pun langsung menyampaikan ucapan selamat akun media sosialnya. “ Penantian emas itu berakhir sudah siang ini. Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu berhasil menyabet medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dalam pertandingan yang alot dan mendebarkan. Kemenangan ini menjadi ulang tahun kemerdekaan Indonesia, dua pekan lagi. Selamat dan terima kasih Greysia/Apriyani!” cuit akun IG Jokowi sesaat setelah kemenangan pasangan ganda putri ini.

Eforia kemenangan ini dirasakan rakyat Indonesia ditengah pandemi Covid-19. Media sosial dipenuhi ucapan selamat untuk pasangan ini. Medali emas ini seakan menjadi booster untuk memperkuat imun. Ada yang merayakan dengan mengunggah dengan foto Greysia/Apriyani, ada yang posting foto sedang bermain bulutangkis, bahkan ada yang hanya memasang foto kaus bulutangkis.

Advertisement

“Budaya kebersamaan yang  sangat kental di masyarakat Indonesia, misalnya budaya gotong royong dan toleransi. Senang maupun sedih dibagi dengan masyarakat sekitar. Kebersamaan ini sangat kental, menyebabkan euforia kemenangan pasangan Greysia/Apriyasi dirasakan masyarakat Indonesia. Ini hal positif. Tetapi, karena  ini pandemi Covid-19, kebersamaan jangan jadi bumerang juga,” ujar IGAP Wulan Budisetyani, dosen Prodi Sarjana Psikologi FK Unud, Jumat (6/8).

BACA  Bersepeda Mulai Digemari Anak Muda

Bumerang yang ia maksud karena saking bersemangat lalu berkumpul dan tidak menjaga jarak. Jangan sampai satu terpapar, yang lain ikut terpapar. Solusi untuk berkomunikasi dan merayakan eforia ini bisa dengan video call atau saling berkirim pesan WA.

Wulan yang juga pengurus Bidang Litbang KONI Prov Bali dan Bidang Litbang, Diktar & Puhlata KONI Kab Tabanan mengatakan menjaga semangat di tengah pandemi Covid-19 gampang-gampang susah. “Hal yang penting,  bisa tetap berpikir rasional. Kita memiliki jiwa dan pikiran positif, pastikan diri kita ada di lingkungan yang benar,” ungkapnya.

Yang perlu diwaspado, toxic positivity berlebihan dan merasa tidak ada hal-hal negatif. Di tengah pandemi, banyak posting dan broadcast tetaplah positif, jangan khawatir berlebih, mari hadapi bersama. Masyarakat bisa berpikir ini keadaan biasa tidak genting, bisa beraktivitas biasa, akhirnya abai, karena merasa sudah vaksininasi, jadi kebal. Ini jadi bumerang sehingga angka kasus Covid-19 meningkat. Di situasi pandemi ini, jaga jangan  sampai toxic positivity membuat kita jadi tidak aware, tidak waspada.

Wulan yang menekuni olahraga panahan ini menyadari pandemi dan eforia medali emas bisa membuat masyarakat jadi rajin olahraga. Namun, ada hal-hal yang perlu diperhatikan.  “Sekarang zaman digital, kadang orang rajin olahraga jika melihat influencer rajin olahraga. Karena sering lihat aktivitas public figure berolahraga, ketika mereka melakukan gerakan-gerakan, seringkali memberi motivasi masyarakat ikut gerak. Ada konten youtube ibu-ibu olahraga ringan, saya pun tertarik. Ada teman yang saya lihat olahraga sama anaknya dengan aplikasi Active Arcade, ini juga bisa dilakukan di rumah,” ujarnya.

Advertisement

Masyarakat juga harus menyadari tidak selamanya rebahan atau tidur saja selama pandemi Covid-19 itu jadi pahlawan. “Olahraga jadi upaya tetap sehat selama pandemi. Tidak harus ke pusat kebugaran, ikut kelas zumba. Cobalah ikuti kelas virtual, biayanya terjangkau dan bisa dilakukan di rumah saja. Banyak cara yang bisa dilakukan di masa pandemi ini. Kita harus kreatif dan aktif dan cari sumber-sumber dimana lebih sehat. Apa yang bisa kita lakukan biar lebih sehat, bakar kalori. Jangan pasif, makan aja susah. Semakin kita buat mindset negatif, akan demikian adanya. Mari ubah mindset, saat ini masa sulit dan terpuruk, ayo kita bisa lewati, dengan puter otak supaya tetap sehat. Imun bagus, virus tidak mampir,” dosen yang sedang tugas belajar di Universitas Surabaya ini. (Ngurah Budi)

BACA  Lindungi Anak saat Pandemi Covid-19, Ini Kiatnya

Continue Reading

Sport

JBTAC Ulang Tahun, Ini yang Dilaksanakan

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Di masa pandemi Covid-19, geliat panahan tradisional di Bali masih terjaga. Hal ini dibuktikan dengan aktivitas yang dilakukan Jepun Bali Traditional Archery Club (JBTAC). Mereka tetap melakukan latihan di lapangan panahan Istana Taman Jepun, Denpasar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Minggu (21/2), suasana di lapangan panahan lebih meriah. JBTAC merayakan ulang tahun ke-12 dengan menggelar lomba. Peserta dibatasi 40 orang untuk semua kategori. Lomba ini dibuka Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana didampingi Ketua Perpani Bali IGN Wisnu Mataram serta pendiri JBTAC AA Anom Giri dan Ida Ayu Anom Purnamaningsih.

Wisnu mengaku gembira dan salut dengan adanya kegiatan ini. Rasa terima kasih diberikan kepada para orangtua yang selalu mendukung anak-anak untuk mengikuti kegiatan panahan tradisional.

Advertisement

Anom Giri menambahkan semangat para orangtua dalam mendukung anak-anak merupakan modal JBTAC bisa eksis sampai saat ini. “Konsep kekeluargaan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan JBTAC. Para orangtua pemanah banyak memberikan dukungan sehingga kegiatan-kegiatan kami bisa berjalan,” ungkapnya.

BACA  Melati Adibi: Natural dan Menawan dengan Phibrows

Sebelum pandemi Covid-19, tim JBTAC kerap diundang untuk mengikuti lomba/jemparingan di Solo dan Yogyakarta. Selain itu, JBTAC juga punya kalender event yang dilaksanakan tiap tahun. Pesertanya datang dari seluruh Bali bahkan luar Bali. Namun, kini dalam kondisi pandemi Covid-19, event hanya dilaksanakan untuk internal saja.

Panahan tradisional memiliki ciri khas. Pemanah menggunakan pakaian tradisional dan posisi saat memanah, duduk bersila bagi pria dan bersimpuh bagi wanita. Busur yang digunakan terbuat dari bambu dan kayu. Untuk target, anak panah harus menancap di bandul. Penilaian sesuai dengan di bagian atau warna apa anak panah menancap. Bagian kepala warna merah bernilai 3, leher warna kuning bernilai 2, dan badan warna putih bernilai 1.

Ingin mengetahui lebih jauh tentang panahan tradisional? Silakan kunjungi Jepun Bali Traditional Archery Club di Istana Taman Jepun, Denpasar. (Ngurah Budi)

Advertisement
Continue Reading

Tren