Style

Ini Tren Nongkrong tanpa Menguras Kantong

Denpasar (cybertokoh.com) –

Minum kopi saat ini telah menjadi tren di masyarakat. Tidak hanya dinikmati di kalangan tua, kopi juga saat ini mulai digemari kawula muda. Hal ini dapat dilihat dari menjamurnya kedai-kedai kopi sebagai tempat kongko.

Owner Gujji Coffee and Eatery I Gusti Ngurah Antaraya di mengungkapkan minum kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup untuk masyarakat utamanya di Kota Denpasar.

Segmen pasar dari coffee shop ini adalah anak muda yang ingin nongkrong bersama teman-teman tetapi tidak menguras kantong. Dengan memadukan kopi lokal jenis arabika, dan diracik oleh barista yang kompeten di bidangnya menghasilkan kopi yang nikmat dan berkualitas.

“Kami gunakan 70 persen kopi lokal dari Bali dan beberapa wilayah di Indonesia sedangkan 30 persen kami gunakan kopi dari Brazil,” ungkapnya.

Ngurah Antarayana mengungkapkan selain menjadi peluang bisnis, trend minum kopi juga mampu mengangkat nilai kopi lokal. Pihaknya telah menjajaki beberapa petani kopi untuk diajak bekerjasama dalam menyuplai biji kopi.

“Ya kami sudah jajaki beberapa petani kopi yang hasil pertaniannya bisa kami gunakan untuk bahan baku di coffee shop ini,” jelasnya.

Minum kopi saat ini tengah menjadi gaya hidup di kalangan anak muda. Tidak seperti orang tua yang menyukai kopi hitam, anak muda lebih menyukai kopi dengan berbagai rasa dan dipadukan dengan art. Maka dari itu, kopi banyak disajikan oleh barista yang memiliki ketrampilan dalam menyajikan kopi dengan seni.

“Bahkan kami mengajak anak muda yang ingin mencoba langsung membuat kopi dengan art dengan didampingi oleh barista di coffee shop kami,”paparnya.

Meski tengah menjadi trend, ia mengingatkan agar masyarakat tetap memperhatikan jumlah kopi yang dikonsumsi. Jangan sampai kopi yang seharusnya menyehatkan justru membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Pecinta kopi dihimbau agar tetap mengonsumsi kopi yang rendah kafein dan rendah gula. “Apapun yang berlebihan pasti tidak baik, maka dari itu lebih baik konsumsi kopi arabika yang memiliki tingkat kafein lebih rendah,” ungkapnya. (Wiwin Meliana)

To Top