Connect with us

Inspirasi

Jadi Penari Sang Hyang Jaran, Ini Kebanggaan Sutapa

Published

on

Gianyar (cybertokoh.com) –

Masyarakat mengenal Tari Api/Sang Hyang Jaran  sebagai tarian sakral. Tari ini ditarikan oleh penari laki laki dalam keadaan kesurupan.  Dalam ritual tertentu (tolak bala), gundukan api dipersiapkan kemudian setelah ritual selesai atau sang penari sudah dalam keadaan kesurupan, sang penari akan menceburkan dirinya ke api tersebut, berjalan, diduduki, atau juga dimakan.

Filosofi tarian tersebut  menggambarkan keberanian, keteguhan, dan keiklasan untuk melawan sesuatu yang bersifat negatif (bala) untuk mencapai hal hal yang positif dan berguna untuk orang banyak.

Setiap orang bisa menarikan terutama laki laki, dengan syarat orang tersebut sudah disucikan. Tarian ini merupakan tari yang sifatnya religius dan ada unsur magisnya. “Saya hampir 28 tahun menggeluti tarian ini, penuh rasa bangga dan bersyukur walau harus terus belajar untuk lebih baik,” ungkap I Ketut Sutapa, salah seorang penari Sang Hyang Jaran.

Advertisement

Pria kelahiran Gianyar, 10 Juni 1971 ini menuturkan karena perubahan zaman, disamping nari dalam acara ngayah/ritual tertentu, ia juga menarikan tari ini untuk pertunjukan. Tapi, tanpa mengurangi makna dari tarian tersebut.

BACA  Ratu Tisha Destria: ORANG INDONESIA PERTAMA TEMBUS FIFA MASTER

“Tari Sang Hyang Jaran/Api ini biasanya ditarikan di lingkungan tempat suci (Pura) dan mencari hari baik tertentu. Bedanya, dengan yang dipertunjukkan (duplikat), karena kapan saja, dan ditempat pertunjukan biasa (komersil),” ungkap penari yang juga hobi memelihara binatang ini.

Seperti tari yang lain, penari Sang Hyang Jaran/Api mempersiapkan diri dengan kondisi yang sehat apalagi akan bergelut dengan bara api. Ini diawali dengan sembahyang apalagi akan menarikan sebuah tarian sakral. Sarana sesajen, api dipersiapkan oleh seka yang lain.

“Tantangan saya dalam menarikan tari api yang akan saya hadapi di depan saya, dengan penuh keyakinan untuk bisa menarikan tarian ini dengan baik, selamat, berani, dan ikhlas,” tegas Sutapa.

Ada pengalaman yang paling berkesan saat ia menarikan tarian ini di Singapura tahun1997. Saat itu diberi kesempatan bersama crew mewakili Indonesia dalam sebuah festival kesenian se-Asia. Walau saat itu dikemas ke dalam cerita Ramayana, karena tidak diperbolehkan tarian sakral dibawa keluar, Sutapa berperan sebagai raksasa yang dibakar oleh sang Hanoman.

Advertisement

“Harapan saya pada generasi penerus, tetap jaga seni dan budaya ini. Tarikanlah tarian ini dengan baik dan tidak asal asalan. Kita nari api tidak cukup hanya berani menginjak api, tapi agar bisa memaknainya dengan baik, memerankan dengan baik, jangan lepas dari jalur walau boleh berinovasi,” ujar pria yang beralamat di Banjar Kalah, Batubulan, Sukawati, Gianyar ini. (Sepi Purnama)

BACA  Ajat Ali Bahar: Pelukis Pasar Seni yang Tetap Bertahan

Inspirasi

Belajar Arti Keikhlasan dan Kebahagiaan dari Pak Ubay

Published

on

Mitra Juara Pilihan Gojekers adalah Jubaeroni dari layanan GoRide. Ia dipilih oleh ratusan ribu masyarakat Indonesia karena menjadi pahlawan karena banyak membantu pasien Covid-19 di Pontianak.

Denpasar (cybertokoh.com) –

Gojek kembali menggelar ajang Mitra Juara Gojek 2021 untuk keempat kalinya. Program ini adalah penghargaan tahunan Gojek bagi para mitra inspiratif yang terus menunjukkan optimisme, kerja keras, serta ketekunan.

Dengan tema “Pejuang Pandemi”, secara khusus Mitra Juara Gojek tahun ini mengapresiasi mitra yang menunjukkan ketangguhan dalam bertahan dan/atau menginspirasi lingkungan sekitar mereka untuk bergotong royong meringankan beban pandemi. 24 mitra mendapat gelar Mitra Juara Gojek dari seluruh layanan Gojek di tempat Gojek beroperasi, yaitu Indonesia, Singapura, dan Vietnam.

“Tahun ini adalah tahun keempat kami memberikan penghargaan kepada mitra yang terus menginspirasi. Upaya para mitra yang menunjukkan ketangguhan mereka telah menjadi penyemangat bagi kami untuk selalu mendukung mitra di ekosistem agar bertahan dan pulih di masa pandemi sekaligus tetap berinovasi untuk membantu mitra dan konsumen dalam mempermudah hidup mereka,” ungkap Kevin Aluwi, CEO Gojek.

Advertisement

Salah satu kisah inspiratif yang menjadi Mitra Juara Pilihan Gojekers adalah Jubaeroni dari layanan GoRide, yang dipilih oleh ratusan ribu masyarakat Indonesia. Mitra driver yang akrab disapa Pak Ubay ini ‌menjadi‌ ‌pahlawan‌ ‌bagi‌ ‌masyarakat‌ ‌yang‌ ‌sedang‌ menjalani ‌isolasi‌ ‌mandiri‌ ‌akibat‌ Covid-19‌‌. Ia mengantarkan lebih dari 200 tabung oksigen dalam dua bulan.

“Di‌ ‌saat‌ ‌tingginya‌ ‌kebutuhan‌ ‌akan‌ ‌tabung‌ ‌oksigen‌ ‌di‌ ‌Pontianak,‌ ‌saya ikut antri ‌mengisikan‌ ‌dan‌ ‌mengantar‌ ‌tabung‌ ‌oksigen‌ kepada mereka yang menjalani isolasi mandiri. Saya melakukannya ‌tanpa‌ ‌memungut‌ ‌biaya,” ungkapnya dalam tayangan video press conference secara daring, Jumat (5/11).

BACA  BKOW Bali: Dorong Perempuan Hemat Energi di Sektor Rumah Tangga

Pak Ubay juga memberikan layanan GoFood gratis bagi orang-orang yang sedang menjalani isolasi mandiri. Juga untuk yang memesan obat melalui GoShop atau GoMedicine. “Saya tidak pernah menolak pesanan walaupun kondisi cuaca sedang tidak baik dan jarak yang jauh. Pastilah mereka sangat memerlukan obat,” ujarnya.

Ia menuturkan sebagai mahluk sosial, manusia punya tanggung jawab untuk saling tolong menolong. Menjadi driver Gojek membuat dirinya bisa mendapat penghasilan dan memiliki kesempatan untuk bertemu banyak orang dan turut membantu orang-orang yang memerlukan bantuan. Pak Ubay juga berterima kasih kepada istri yang selalu mendukung apa yang ia lakukan, walau harus berbagi waktu untuk bekerja.

“Saya belajar arti keikhlasan dan arti kebahagiaan dengan melihat orang lain tersenyum. Saya bersyukur Tuhan memberi saya kesempatan untuk bisa membantu sesama,” ungkap Pak Ubay.

Advertisement

Inisiatif Dukung Mitra UMKM dan Mitra Driver
Selama masa pandemi, Gojek telah mengeluarkan sekitar Rp 1 triliun untuk berbagai inisiatif mendukung mitra UMKM dan mitra driver. Inisiatif tersebut bertujuan membantu mitra bertahan, tumbuh, dan bangkit bersama menghadapi pandemi.

Berbagai inisiatif dukungan tersebut terbukti memberikan dampak positif bagi mitra driver dan mitra UMKM. Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menemukan bahwa 4 dari 5 mitra driver menyatakan tetap dapat memiliki pendapatan untuk menafkahi diri dan keluarga melalui kemitraan dengan Gojek. Tak hanya itu, 4 dari 5 UMKM percaya GoFood mendorong pertumbuhan usaha.

BACA  Miss Grand Indonesia 2018 Semangati Penderita Kanker

Kevin Aluwi mengatakan, berkat dukungan mitra driver dan mitra UMKM selama 11 tahun ini, Gojek dapat terus memberikan dampak positif dalam memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat. “Ini tercermin melalui kontribusi ekosistem kami terhadap pertumbuhan dan pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, dengan memahami bahwa kondisi pandemi merupakan masa-masa sulit bagi mitra ekosistem kami, dalam dua tahun terakhir kami menjalankan berbagai inisiatif bantuan kepada mitra-mitra kami agar mitra driver bisa tetap memperoleh peluang pendapatan dan mitra UMKM tetap tumbuh usahanya. Semua ini merupakan bentuk dukungan berkelanjutan kami agar dapat #BangkitBersama,” ungkapnya.

Khusus bagi mitra UMKM, Gojek memiliki berbagai inisiatif untuk membantu agar bisnis pelaku UMKM di ekosistem Gojek tetap bertahan dan tumbuh. “Kami secara konsisten memberikan subsidi promo bagi mitra UMKM yang tidak hanya bertujuan mendorong daya beli konsumen, tetapi juga menimbulkan efek bola salju sehingga mitra usaha dan mitra driver tetap bisa mendapatkan order,” jelasnya.

Selain program subsidi promo, Gojek membekali mitra UMKM dengan membagikan paket protokol kesehatan supaya konsumen tetap merasa aman dan nyaman memesan GoFood. Para mitra UMKM antara lain memperoleh bantuan berupa aset digital dan perangkat fisik untuk menunjang protokol kesehatan seperti care kits, safety seal (selotip pengaman), kartu suhu tubuh, cairan pembersih, dll.

Advertisement

GoFood juga mendistribusikan tas pengantaran kepada para mitra driver untuk membantu menjaga higienitas makanan yang diantarkan. Selain itu, Gojek juga memfasilitasi akses vaksinasi Covid-19 untuk para mitra UMKM di berbagai daerah.

BACA  Buka Hari Dongeng di Rumah Dongeng

Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Food Officer Gojek menambahkan, selama masa pandemi, Gojek memperkuat Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) dengan beragam materi edukasi baru. “Dengan semua inisiatif ini, GoFood terus tumbuh menjadi layanan pesan-antar makanan andalan masyarakat dengan 1 juta mitra UMKM di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Gojek juga mengemas bantuan kepada mitra driver dalam bentuk Program Kesejahteraan Mitra Driver yang terdiri dari tiga program utama. Pertama, bantuan kebutuhan pokok yang mencakup uang belanja sembako, voucher belanja sembako, voucher potongan harga sembako dari GoPay, serta voucher makanan murah dan sehat untuk keluarga mitra driver.

Kedua, bantuan penyediaan layanan dan perlengkapan kesehatan yang terdiri dari pembagian masker, hand sanitizer, disinfektan, kegiatan operasional Posko Aman, edukasi dan sosialisasi vaksinasi, serta fasilitasi vaksinasi bagi ratusan ribu mitra driver di lebih dari 130 kota/ kabupaten lewat penyelenggaraan pos pelayanan vaksinasi melalui kerja sama dengan pemerintah maupun pihak swasta terkait.

Ketiga, bantuan pengganti pendapatan bagi mitra driver yang nonaktif sementara saat masa pemulihan dari Covid-19. “Semua kami lakukan karena mitra driver dan keluarganya adalah keluarga kami juga,” ujar Raditya Wibowo, Chief Transport Officer Gojek. (Ngurah Budi)

Advertisement

Continue Reading

Inspirasi

Keluar dari Zona Nyaman dan Bangkit bersama Ubi Madu Cilembu

Published

on

Ni Ketut Ekawati, pemilik Momay Snack

Denpasar (cybertokoh.com) –

Pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa bagi kehidupan masyarakat di Indonesia bahkan dunia. Sektor ekonomi terpuruk, kesehatan terguncang, pendidikan tersendat, bahkan pariwisata mati suri. Namun, ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari pandemi ini. Salah satunya pengalaman Ni Ketut Ekawati, pemilik Momay Snack di Bali.

Sebelum pandemi Covid-19, Ekawati bekerja di sektor pariwisata. Ia pernah bekerja di hotel di wilayah Jimbaran, perusahaan coklat di Tabanan, dan restoran di Kedonganan. “Bekerja di dunia hospitality sudah menjadi bagian hidup saya. Saya mencintai pekerjaan ini,” ungkapnya.

Maret 2020 menjadi titik balik perjalanan hidup ibu dua anak ini. Restoran tempatnya bekerja meliburkan karyawan hingga batas waktu yang tak dapat ditentukan. Ekawati pun memilih resign. Dua minggu pertama setelah resign, ia menikmati waktu di rumah untuk membuat aneka camilan.

Advertisement

“Anak saya suka pisang aroma. Saya pun mencari informasi tempat penjualan kulit lumpia sebagai bahan pembungkus pisang aroma. Setelah dapat pemasok, saya pun mulai jualan kulit lumpia. Saya posting di akun media sosial, hasilnya lumayanlah, peminatnya banyak. Ternyata pemasok saya yang kewalahan karena karyawannya banyak yang pulang kampung karena khawatir lockdown. Saya cari lagi pemasok sampai di luar Bali, ternyata ada kendala saat pengiriman karena penerapan PPKM,” kenang perempuan yang mengaku suka ngemil ini.

Ekawati kemudian melirik ubi madu Cilembu yang memang makanan favoritnya sejak lama. Ia mulai survei dimana ada penjual dan darimana pasokan ubi madu ini. Setelah merasa mantap dan mendapat dukungan suami, ia mulai jualan ubi madu Cilembu.

BACA  Eddy Roostopo: Panahan Itu Pengendalian Emosi

“Order pertama saya 50 kg. Saya jual yang mentah di temen-teman pengajian, sisanya saya masak di oven. Saya juga jualan di medsos. Tapi, rasanya kurang lengkap kalau hanya jualan online saja. Saya dan suami pun mencari emperan untuk tempat jualan. Kami tidak berani jor-joran karena baru mulai merintis. Lokasi pertama kami dekat rumah dengan alasan, kalau ubi habis, cepat bisa pulang mengambil lagi,” ujar Ekawati.

bulan setelah jualan di emperan, ia lalu mencari lokasi lain. Kebetulan ada toko kue milik kenalannya yang memberikan space. Sembari jualan ubi madu, Ekawati mengamati penjualan kue basah atau jajanan pasar. Ia melihat pasarnya sangat prospektif apalagi di Bali banyak kegiatan adat yang memerlukan kue basah.

Hanya beberapa bulan ngemper, Ekawati akhirnya mulai menyewa kios kecil. Selain menjual ubi madu Cilembu, ia juga menerima titipan kue basah. “Saya promo di media sosial lagi. Kombinasi online dan offline memang harus dilakukan. Ditambah aplikasi digital yang memudahkan konsumen untuk belanja tanpa perlu keluar rumah,” ujarnya seraya menyebut GoFood sebagai salah salah satu solusi.

Advertisement

Kios Momay Snack di Sesetan, Denpasar

Ekawati mengaku pandemi Covid-19 membawa hikmah bagi dirinya. Dulu ia terbiasa bekerja di tempat orang lain dan merasa menemukan zone nyaman. Kini, ia menjadi pemilik usaha. Sekecil apapun harus diperhitungkan. “Saya menjual kue yang murah tetapi tidak murahan. Bagi saya, rasa yang utama, bukan ukuran. Pandemi Covid-19 membangkitkan semangat dan passion saya di bidang kuliner. Dukungan teknologi digital juga sangat membantu usaha saya,” ungkap pemilik Momay Snack ini.

BACA  Miss Grand Indonesia 2018 Semangati Penderita Kanker

Apa yang dilakukan Ekawati ini merupakan contoh makin bertumbuhnya sektor UMKM di tengah pandemi Covid-19. Layanan digital yang ia manfaatkan membuatnya mampu bangkit dan terus berkembang. Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial mengajak seluruh masyarakat Indonesia bangkit dari pandemi Covid-19 melalui gerakan #BangkitBersama.

Saat ini aplikasi Gojek telah diunduh lebih dari 190 juta kali per Juni 2021. Riset terbaru Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) memperkirakan kontribusi ekonomi ekosistem digital Gojek dan GoTo Financial (di luar Tokopedia) menjadi 1,6% dari PDB Indonesia, atau sekitar Rp 249 triliun di tahun 2021. Kontribusi ekonomi ini meningkat 60% dibandingkan tahun sebelumnya. Riset yang sama juga menemukan bahwa mayoritas konsumen Gojek loyal, bahkan 86% pelanggan tetap terus menggunakan layanan Gojek meskipun tanpa promo.

Kevin Aluwi, Co-Founder dan CEO Gojek mengatakan, sejak Gojek lahir 11 tahun lalu, inovasi sudah menjadi bagian dari DNA mereka. “Kami terus hadirkan inovasi dan teknologi terbaru guna menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Bahkan di tengah pandemi, kami tidak berhenti menghadirkan solusi untuk membantu masyarakat beradaptasi. Kami percaya melalui inovasi, kami bisa terus mempermudah keseharian hidup masyarakat termasuk mendukung jutaan mitra driver dan mitra usaha kami, khususnya pelaku UMKM untuk terus tumbuh meski di tengah pandemi,” ujarnya.

BACA  Shafa Annisa Rahmadani Arianata: JUARA DUNIA MENGINGAT WAJAH DAN NAMA

Kevin yang didampingi Chaterine Hindra Sutjahjo, Chief Food Officer Gojek Group mengatakan, mereka tidak hanya memanjakan pelanggan dengan pengalaman kuliner terbaik. GoFood juga mendorong eksposur merchant UMKM lokal melalui teknologi personalisasi data yang memungkinkan pelanggan untuk mendapatkan rekomendasi kuliner dari mitra UMKM yang berada di sekitar lokasi pelanggan, sesuai dengan preferensi mereka. Pendekatan hyperlocal ini memberikan merchant UMKM akses yang semakin luas kepada pelanggan sehingga meningkatkan peluang pendapatan mereka.

Tidak berhenti disitu, GoFood juga mendukung mitra UMKM untuk bisa makin maju dengan melengkapi aplikasi untuk mitra usaha, GoBiz, dengan fitur inovatif BizTips yang berisi berbagai tips sukses mengelola bisnis secara mandiri. Fitur ini efektif dalam membantu para mitra UMKM kuliner untuk mengelola bisnisnya secara lebih baik dan efisien. Berkat ragam inovasi ini, GoFood terus menjadi platform andalan tidak hanya bagi pelanggan, namun juga bagi para mitra usaha untuk go online dan menumbuhkan usaha mereka di tengah pandemi.

Advertisement

Saat ini, sudah ada 1 juta mitra usaha kuliner yang memanfaatkan GoFood, yang 99% diantaranya berskala UMKM. Tercatat 250 ribu mitra usaha baru bergabung di GoFood pada 2020, dan 43% dari mereka adalah pengusaha pemula. Kehadiran GoFood tidak hanya mempermudah pengusaha pemula go-online tetapi juga mendukung pertumbuhan usahanya. Data internal perusahaan menunjukkan pendapatan rata-rata bulanan mitra usaha yang baru bergabung ke GoFood pada kuartal dua tahun 2020 tercatat meningkat hingga 7 kali lipat. (Ngurah Budi)

Continue Reading

Inspirasi

Pengusaha Muda Dilatih Siasati Bisnis di Tengah Pandemi

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang mengalami tekanan cukup berat saat pandemi Covid-19 terjadi. Survei Bank Indonesia pada Maret 2021 menunjukkan 87,5% UMKM Indonesia terdampak negatif pandemi, utamanya di sisi penjualan, dan hanya 12,5% yang bertahan karena melakukan transformasi digital. Padahal, enam dari sepuluh konsumen Indonesia telah mencoba perilaku belanja baru dengan metode daring sejak pandemi terjadi dan 88% di antaranya berniat melanjutkan setelah pandemi selesai.

Berinisiatif untuk turut serta mengatasi kesenjangan ini, Citibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia), melalui Citi Peka (Peduli dan Berkarya) sebagai payung seluruh kegiatan CSR-nya serta dengan dukungan Citi Foundation, bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) mengimplementasikan program edukasi kewirausahaan Youth Entrepreneurship through A Digital Approach Initiative bagi 3.812 pelajar SMA/SMK di lima kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar).

Menjelang puncak program pada November mendatang, para pelajar dari 15 SMA/SMK di Semarang, Surabaya, dan Denpasar bersaing memaparkan kinerja bisnis mereka dalam kegiatan daring Regional Student Company Competition 2021, Sabtu (11/9). Tiga perusahaan siswa (student company) terbaik hasil penilaian juri kalangan profesional berhak mewakili daerahnya untuk memperebutkan tiket emas ajang bisnis Asia Pasifik di kompetisi tingkat nasional.

Advertisement

Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Puni A. Anjungsari mengungkapkan, Citi Indonesia bersama PJI telah secara konsisten memberdayakan generasi muda untuk berwirausaha sejak tujuh tahun lalu, dengan nilai investasi hingga lebih dari Rp 18 miliar. “Para siswa tidak hanya dilatih untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam mengembangkan ide bisnis, namun juga dibina untuk mampu bersikap adaptif dan responsif dalam menghadapi tantangan, terutama dalam menghadapi kondisi disruptif seperti pandemi Covid-19 ini. Hal ini sejalan dengan prakarsa global Citi dan Citi Foundation yaitu Pathways to Progress, yang berupaya mendorong percepatan peningkatan taraf hidup dan peluang ekonomi bagi generasi muda,” ujarnya dalam siaran pers PJI.

BACA  Sohieb Toyaroja Lukis Tujuh Presiden Satu Kanvas

Program Youth Entrepreneurship through A Digital Approach Initiative memfasilitasi pelajar SMA dan SMK untuk mengasah keterampilan kewirausahaan mereka melalui pengalaman langsung mengoperasikan sebuah usaha mikro secara mandiri di sekolah. Para pelajar diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah di komunitas serta mengoptimalkan teknologi digital dalam operasi dan strategi bisnis mereka.

Di awal program, mereka telah mendapatkan pembekalan dari sejumlah profesional bisnis, khususnya seputar pemanfaatan pemasaran digital, melalui Youth Entrepreneur Camp serta berlatih membuat keputusan bisnis melalui simulasi interaktif berbasis web JA Titan. Selama periode program, karyawan Citi Indonesia yang tergabung dalam Citi Volunteers juga terlibat aktif dalam memberikan pendampingan untuk berbagi pengalaman dan inspirasi.

Robert Gardiner, Co-Founder & Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia menjelaskan, di tengah situasi pandemi yang penuh tantangan, pengusaha muda ini membuktikan kepekaan terhadap perubahan perilaku konsumen dan dinamika pasar dapat membantu mereka mengembangkan strategi jitu dalam menjangkau target pasar. “Selama empat bulan beroperasi, ke-15 usaha mikro ini berhasil memperoleh total pendapatan bisnis mencapai Rp 94,5 juta dengan mengandalkan pemasaran digital. Melalui program ini, para pelajar tidak hanya memperoleh pengalaman pertama berwirausaha tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 yang sangat dibutuhkan, seperti berpikir kritis dan pemecahan masalah yang kompleks, komunikasi, kolaborasi, serta kreativitas,” ungkapnya. Dengan dukungan Citi Indonesia, Citi Foundation, dan Dinas Pendidikan setempat, pihaknya berharap upaya berkelanjutan ini dapat terus menjadi wadah lahirnya wirausaha muda baru Indonesia sekaligus mengakselerasi peralihan UMKM ke era digital.

BACA  Rolland Ndoloe: Gali Bakat Seni Generasi Muda NTT

Salah satu usaha mikro binaan program Youth Entrepreneurship through A Digital Approach Initiative adalah Neon Student Company dari SMAN 2 Denpasar. Dengan misi melestarikan budaya Bali, bisnis yang dikelola oleh 18 pelajar ini menawarkan Your Hat, paket bucket hat dua sisi dan masker kain yang terbuat dari paduan kain drill dan kain endek. Aksesori yang banyak digunakan untuk padu padan busana ini diminati banyak remaja di Denpasar hingga Sumbawa.

Advertisement

Hanya dalam waktu empat bulan beroperasi, Neon Student Company berhasil menjual 107 paket Your Hat melalui marketplace dan media sosial dengan total pendapatan bisnis mencapai Rp 6 juta.

Lima belas sekolah dari Semarang, Surabaya (termasuk Sidoarjo), dan Denpasar yang berkesempatan mengikuti program tahun ini, antara lain SMAN 1 Semarang (One to Win SC), SMAN 3 Semarang (Wignesa SC), SMAN 5 Semarang (Gistace SC), SMKN 9 Semarang (Sasogi SC), SMK LPI Semarang (Nirkamada SC), SMAN 2 Surabaya (Leovulca SC), SMAN 8 Surabaya (Evodis SC), SMAN 16 Surabaya (Alanza SC), SMKN 2 Buduran (Zero to Hero SC), SMKN 3 Buduran (Syailendra SC), SMAN 2 Denpasar (Neon SC), SMAN 4 Denpasar (Arden SC), SMAN 5 Denpasar (CIS SC), SMKN 3 Denpasar (Bention SC), dan SMK Bintang Persada (Reach the Sky SC).

BACA  Buka Hari Dongeng di Rumah Dongeng

Satu sekolah terbaik akan mewakili kota masing-masing untuk bersaing dengan sekolah-sekolah dari regional lainnya dalam kompetisi bisnis tingkat nasional, Indonesia Student Company of the Year Competition 2021, yang akan diselenggarakan secara daring pada November mendatang. (Ngurah Budi)

Advertisement
Continue Reading

Tren