Indonesia

Soal Pencalonan Kapolri, Begini Pernyataan ISPPI

Jakarta (cybertokoh.com) –

Pencalonan Kapolri sudah ketentuan, syarat, dan prosedur undang -undang. Hal ini diungkapkan Irjen Pol (Purn) Drs. Ketut Untung Yoga, S.H, M.M., Ketua Bidang Humas & Kerjasama Ikatan Sarjana Profesi Perpolisian Indonesia (ISPPI)  dalam siaran persnya. “Terkait dengan penetapan calon tunggal Kapolri Komjen Pol Drs. Listyo Sigit oleh Presiden Jokowi, menurut ISPPI adalah wajar dan sudah tepat,” ujar Untung Yoga.

Mantan Wakapolda Bali ini menjelaskan beberapa kriteria pencalonan. Pertama,  mekanismenya mengacu kepada UU No.2/2002 tentang Polri, dan memilih salah satu dari  lima calon yang diajukan oleh Kompolnas. Kedua, kriteria jenjang kepangkatan, sisa masa tugas, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dari calon terpilih sudah terpenuhi.

“Komjen Pol Listyo Sigit memiliki latar belakang penugasan khusus sebagai ADC Presiden RI yang tentunya merupakan perwira terbaik dari segala aspek sehingga terpilih menjadi ADC Presiden RI. Pengalaman selama melayani dan mendampingi Presiden yang masih menjabat saat ini akan memudahkan untuk menjabarkan kebijakan-kebijakan Pemerintah yang harus dilakukan oleh Polri sesuai dengan tupoksinya dan memiliki keuntungan yaitu mudah untuk berkomunikasi dengan Presiden karena kedekatan secara emosional,” ujar Untung Yoga.

Jenjang karier Komjen Listyo Sigit baik di bidang kewilayahan dan terutama sebagai Kabareskrim akan memudahkan untuk menetapkan kebijakan-kebijakan Polri dalam mengantisipasi dan menanggulangi gangguan Kamtibmas terutama terkait dengan permasalahan sosial, intoleransi, radikalisme, ekstrimisme, lahgun narkotika, separatisme sebagai alat negara penegak hukum dan pelayan, pelindung, pengayom masyarakat.

Dengan sisa masa penugasan kurang lebih 7 tahun, Presiden tidak perlu melakukan pergantian Kapolri sehingga penjabaran kebijakan pemerintah yang harus disikapi dan dilaksanakan oleh Polri akan konsisten dan berkesinambungan.

“Calon Kapolri terpilih harus menindak lanjuti  strategi Polri yang telah ditetapkan untuk membangun kepercayaan masyarakat (trust building), membangun kerjasama dengan masyarakat (partnership building) dan berusaha mencapai kinerja yang terbaik (strive for excellent) untuk dapat mewujudkan Polri yang Profesional, Modern dan Terpercaya,” tegas alumnus Akpol 1984 ini.

Untung Yoga menambahkan pada setiap suksesi Kapolri sangat wajar apabila ada friksi-friksi internal apalagi calon Kapolri yang akan datang melampaui beberapa angkatan diatasnya, sehingga membangun soliditas ke dalam dengan senantiasa saling menghormati dan menghargai dan loyalitas kepada organisasi Polri harus mampu diwujudkan dalam memimpin Polri ke depan.

Menghadapi tantangan, ancaman, dan gangguan kamtibmas terutama  yang terdampak dari permasalahan sosial dan ekonomi serta kejahatan multi dimensi, memerlukan kerjasama, koordinasi, dan intergrasi dengan pemangku kepentingan lain sehingga kemampuan berkomunikasi lintas sektoral sangat dibutuhkan.

Kapolri baru diharapkan memiliki “sense of crisis” yang mampu mencermati perkembangan lingkungan strategis baik domestik, regional maupun global, sehingga dapat dijabarkan dalam rencana strategis untuk mengantisipasi serta menanggulanginya dengan efektif dan efisien.

“Secara internal Kapolri terpilih diharapkan memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan anggota dan menempatkan pembantu-pembantu utamanya berdasarkan assessment dan merit system serta melanjutkan program pembenahan ke dalam baik dari aspek struktural, instrumental terutama kultural yang akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” harap pria asal Mengwi, Badung ini. (Diana Runtu)

To Top