Bali

Ini Alasan Ketua DPRD Bali Tidak Divaksin Covid-19

Denpasar (cybertokoh.com) –

Vaksinasi Covid-19 gelombang pertama telah dilakukan Kamis, (14/1) bertempat di UPTD RS Bali Mandara. Sasaran vaksinasi gelombang pertama adalah tenaga kesehatan dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan serta pejabat dan pelayan publik. Pada vaksinasi gelombang pertama, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bali I Nyoman Adi Wiyatama turut hadir namun tidak ikut menerima vaksin pada gelombang pertama.

Ditemui usai kegiatan vaksinasi, Adi Wiyatama mengatakan tidak ikuti divaksin pada gelombang pertama karena salah satu kriteria penerima vaksin tidak terpenuhi. Penerima vaksin merupakan penduduk dengan rentang usia 18-59 tahun. “Batasan usia sudah melewati, umur saya kan di atas 60 tahun,” jelasnya.

Pihaknya mengatakan siap dan mendukung program vaksinasi sebagai upaya mencegah penyebaran dan penularan Covid-19. Selain menunggu vaksinasi tahap selanjutnya, ia juga akan mengusulkan agar vaksinasi juga menyasar seluruh anggota DRPD Bali. “Pasti kami akan usulkan, tetapi untuk sekarang vaksin kan difokuskan dulu untuk tenaga kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengungkapkan jika kriteria penerima vaksin pada gelombang pertama adalah masyarakat yang berusia 18 tahun hingga 59 tahun. Untuk masyarakat yang berusia di atas 60 tahun akan divaksin pada gelombang berikutnya dengan menggunakan vaksin yang berbeda. “Ada lima sasaran dari vaksinasi ini, satu di antaranya adalah masyarakat yang berusia 60 tahun ke atas. Tentu vaksin yang digunakan berbeda dari vaksin yang digunakan hari ini,” tandasnya. (Wiwin Meliana)

To Top