Bali

Gubernur Koster Jadi Orang Pertama Divaksin Covid-19

Denpasar (cybertokoh.com) –

Vaksinasi Covid-19 gelombang pertama di Provinsi Bali telah dilaksanakan di UPTD Rumah Sakit Bali Mandara, Kamis (14/1) pagi. Gubernur Bali Wayan Koster menjadi orang pertama yang disuntikkan vaksin Sinovac di Bali. Selain Gubernur Bali, vaksinasi juga diikuti oleh Kapolda Bali, Kasdam IX Udayana, dan pejabat Forkompimda lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengungkapkan sebanyak 2.999.400 orang atau 70 % dari penduduk pulau Bali akan menjadi target vaksinasi. Vaksinasi Covid-19 nantinya diharapkan dapat menjaga sistem imunitas masyarakat, meminimalisir kesakitan dan kematian akibat dari Covid-19 serta memulihkan dampak yang diakibatkan oleh pandemi baik sosial maupun ekonomi.

“Hari ini kita lakukan vaksinasi yang pertama, selain di provinsi vaksinasi serentak juga dilakukan di tiga kabupaten lain yaitu Denpasar, Badung dan Gianyar,” ungkapnya.

Suarjaya mengatakan beberapa kriteria yang menjadi prioritaa penerima vaksin Sinovac di antaranya tenaga kesehatan dan tenaga penunjang fasilitas kesehatan serta tenaga tracing sebanyak 30.320 orang, pelayan publik TNI, Polri, Satpol PP dan lainnya sebanyak 263.389 orang, masyarakat rentan secara geospasial sosial ekonomi sebanyak 1.290.243 orang, masyarakat dan pelaku ekonomi sebanyak 854.758 dan masyarakat rentan yang berusia di atas 60 tahun sebanyak 560.782 orang.

“Penduduk yang berusia 60 tahun ke atas akan divaksin dengan vaksin yang berbeda,” jelasnya.

Sebelum dilakukan vaksinasi oleh tenaga vaksinator, penerima vaksin diarahkan menuju meja 1 untuk melakukan registrasi dan validasi data, kemudian akan dilakukan skrining untuk mengecek kesehatan penerima vaksin, setelah dilakukan skrining penerima akan divaksin dan akan memasuki ruangan observasi untuk memastikan ada atau tidaknya reaksi tubuh setelah dilakukan vaksin.

Vaksinasi akan dilakukan dua tahap dengan interval 14 hari dari vaksinasi tahap pertama. “Setelah divaksin harus diobservasi selama 30 menit karena efek yang paling timbul dalam waktu 30 menit itu, sementara untuk vaksin selanjutnya akan dilakukan 14 hari lagi dari hari ini,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

To Top