Bali

MDA Ingatkan Penerapan Prokes saat Kegiatan Keagamaan

Denpasar (cybertokoh.com) –

Majelis Desa Adat Provinsi Bali mendukung Surat Edaran yang dikeluarkan Gubernur Bali nomor 01 tahun 2021 untuk dilaksanakan secara sungguh-sungguh oleh segenap masyarakat Bali. Hal tersebut disampaikan oleh Bandesa Agung, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Selasa (12/1).

Bendesa Agung MDA Bali mengungkapkan kegiatan dharma agama yang meliputi adat dan budaya maupun dharma negara harus dijalankan secara seimbang. Dengan adanya pembatasan kegiatan masyarakat yang bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, pihaknya ingin semua umat menyamakan persepsi bahwa segala bentuk kebijakan yang diambil untuk kebaikan semua.

“PPKM ini memang sudah sangat tepat dilakukan untuk menekan terjadinya penyebaran Covid-19 secara masif,” ungkapnya.

Di awal pandemi, MDA Bali bersama PHDI Bali telah mengeluarkan edaran terkait pembatasan kegiatan keagamaan dan upacara yadnya. Kegiatan agama maupun yadnya yang sifatnya penting dan tidak bisa ditunda agar dibatasi maksimal 25 orang dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Selama ini di Bali belum pernah ada PSBB yang berarti melarang kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan, sehingga kegiatan yadnya maupun keagamaan dapat dilakukan secara terbatas dan menerapkan prokes tetapi kalau ada kegiatan yang bisa ditunda sebaiknya ditunda,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihaknya kembali mempertegas edaran yang dikeluarkan MDA Bali bersama PHDI Bali untuk tetap melakukan pembatasan kegiatan agama dan upacara yadnya di Bali. Bahkan menjelang hari raya keagamaan, persembahyangan di Pura-Pura hanya dapat dilakukan 30 persen dari kapasitas Pura. “Jadi orang-orang yang ada di Pura adalah orang-orang yang memang dibutuhkan untuk kelangsungan upacara,” tambahnya. (Wiwin Meliana)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Terkini

To Top