Connect with us

Kota Denpasar

Mau Pulang Kampung atau Bepergian? Ini Imbauan GTPP Denpasar

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar menunjukan tren peningkatan. Untuk mendukung pencegahan dan memutus rantai penyebaran Covid-19, berbagai langkah terus dioptimalkan Pemkot Denpasar. Sebagai langkah antisipasi adanya penyebaran lewat pelaku perjalanan dan pulang kampung, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar mengimbau masyarakat untuk tidak pulang kampung atau melaksanakan perjalanan luar daerah untuk sementara waktu.

I Dewa Gede Rai, Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar mengatakan, imbauan ini merupakan tindaklanjut atas meningkatnya penularan Covid-19 di Kota Denpasar. Peningkatan terbesar diketahui akibat klaster pulang kampung atau perjalanan luar daerah serta perkantoran dan kluster keluarga.

“Jadi seluruh pegawai, ASN serta masyarakat Kota Denpasar diimbau untuk tidak bepergian keluar daerah termasuk pulang kampung, hal ini lantaran dikhawatirkan terjadi penyebaran Covid-19 lewat pelaku perjalanan, dan jika sangat mendesak untuk keluar daerah atau pulang kampung wajib memperhatikan beberapa hal penting, utamanya penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Dewa Rai dalam siaran pers Humas Pemkot Denpasar.

Advertisement

Hal penting yang dimaksud secara rinci yakni pertama, selalu memperhatikan peta zonasi risiko penyebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Kedua, memperhatikan peraturan dan/atau kebijakan pemerintah daerah asal dan tujuan perjualanan mengenai pembatasan keluar dan masuk orang. Ketiga adalah memperhatikan kriteria, persyaratan dan protokol perjalanan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Keempat yakni menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

BACA  Sekolah Tatap Muka, Ini Syaratnya 

“Sebisa mungkin untuk tidak keluar daerah, namun jika mendesak empat poin diatas wajib diterapkan,” kata Dewa Rai

Terkakt klaster perkantoran, saat ini telah diterapkan sistem kerja Work From Home (WFH) sebanyak 75 persen dan 25 persen sisanya dapat melaksanakan Work From Office dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Dewa Rai menegaskan ASN dan pegawai juga akan dilaksanakan pemantauan lewat aplikasi absensi online. Sehingga dapat diketahui secara real time posisi pegawai dan ASN. (Ngurah Budi)

Advertisement

Kota Denpasar

Hindari Kerumunan, Sembahyang Galungan Bergiliran

Published

on

Pemangku yang memimpin pelaksanaan upacara Hari Raya Galungan menerapkan disiplin prokes dengan memakai masker. (cybertokoh/Eka Adhyasa)

Denpasar (cybertokoh.com) –

Suasana Hari Raya Galungan di Bali, Rabu (10/11) berlangsung dengan penerapan prokes Covid-19. Umat Hindu melaksanakan persembahyangan di rumah serta di Pura yang ada di wilayah tempat tinggalnya dengan tetap memakai masker.

“Kami menyiasati suasana Galungan di masa pandemi Covid-19 dengan tetap memakai masker ke Pura, sembahyang bergiliran, menjaga jarak saat sembahyang, dan selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” ungkap Nyoman Ningsih, warga Denpasar.

Ia menuturkan sebelum pandemi Covid-19, dirinya sembahyang ke Pura bersama-sama dengan suami, anak, dan mertuanya. Kini, mereka ke Pura bergiliran. Selain warga yang sembahyang, pemangku yang memimpin persembahyangan juga disiplin prokes.

Advertisement

Ningsih juga mengurangi kegiatan berkumpul usai sembahyang Galungan. Biasanya ia berkunjung ke rumah kakaknya atau kakaknya yang datang ke rumah. Kini mereka memilih berkomunikasi via smartphone. “Disiplin prokes di masa pandemi ini sangat penting. Jaga diri, jaga keluarga, jaga masyarakat,” ungkap ibu dua anak ini.

Suasana perayaan Galungan dan Kuningan juga mendapat perhatian Rektor Universitas Warmadewa (Unwar) Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E.,Sp.ParK. Meskipun kasus pandemi Covid-19 di Bali terus menunjukkan tren penurunan, namun masyarakat Bali diminta untuk terus menerapkan prokes secara ketat dan disiplin. Apalagi, aktivitas usaha-usaha masyarakat telah dilonggarkan.

BACA  Hindari Kerumunan Antisipasi Penularan Covid-19

“Jangan sampai lengah. Kapanpun dan dimanapun protokol kesehatan dengan 5 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas) harus dilakukan,” tegas Prof. Widjana.

Ia pun berpesan agar umat Hindu dalam menjalankan rangkaian perayaan kemanangan dharma atas adharma ini jangan terlalu euforia berlebihan. Jangan sampai perayaan Galungan dan Kuningan menjadi penyebab terjadinya penyebaran Covid-19.

“Perayaan Galungan dan Kuningan mesti dijadikan momentum oleh seluruh umat Hindu untuk senantiasa meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sehingga, segala cobaan dan tantangan yang dihadapi bisa dilalui dengan penuh rasa syukur,” ungkapnya.

Advertisement

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai menjelaskan, kendati kasus Covid-19 di Denpasar sudah semakin menurun dan melandai namun penularan Covid-19 masih ditemukan. Karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid sewaktu waktu bisa kembali meningkat. Perlu kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, untuk terus waspada dan disiplin prokes. Taati aturan saat penerapan PPKM, termasuk dalam pelaksanaan hari Raya Galungan dan Kuningan. Masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan,” pinta Dewa Rai. (Ngurah Budi)

BACA  Ini Arahan Jokowi untuk Bendung Penyebaran Covid-19

Continue Reading

Kota Denpasar

Pengawasan Prokes di Pusat Keramaian Terus Dipantau

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Penertiban protokol kesehatan terus dilakukan tim Yustisi Kota Denpasar. Merekpenera tidak lelah untuk terus mengingatkan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan agar kasus Covid-19 benar benar melandai dan terkendali. Upaya yang dilakukan antara lain melakukan penertiban protokol kesehatan PPKM level 2 di pusat keramaian yang ada di Kota Denpasar.

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan penertiban dilaksanakan secara stationer di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung dan beberapa pasar tumpah seperti Pasar Pula Kerthi dan Pasar Tumpah Jalan Gunung Kawi. “Untuk memberi efek jera bagi pelanggar prokes, langsung diberikan pembinaan. Hal itu dilakukan agar mereka sadar dan paham akan pentingnya protokol kesehatan,” ujar Sayoga, Rabu (20/10).

Tidak hanya itu dalam upaya menekan penularan Covid -19, dalam penertiban tersebut pihaknya juga mengingatkan kepada masyarakat khususnya di pasar agar selalu mentaati protokol kesehatan. Kasus Covid-19 masih ditemukan meskipun di Kota Denpasar telah mengalami penurunan. Dengan semua orang taat prokes, kasus bisa semakin menurun dan pandemi cepat berlalu.

Advertisement

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai menambahkan, kendati kasus Covid-19 di Denpasar sudah semakin menurun dan melandai, namun penularan virus masih ditemukan. Karena itu ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

BACA  Hindari Kerumunan Antisipasi Penularan Covid-19

“Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid sewaktu waktu bisa kembali meningkat. Diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai seraya mengingatkan untuk hindari kerumunan dan terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir).

Dewa Rai juga menjelaskan berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu. Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun, ibu hamil dan disabilitas.

“Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” tegas pria yang juga Kabag Prokompim Pemkot Denpasar ini. (Ngurah Budi)

BACA  Gelar Produk Industri dan Perdagangan 2020 Terapkan Protokol Kesehatan

Advertisement
Continue Reading

Kota Denpasar

Vaksinasi “Home Visit”, Solusi untuk Lansia yang Tercecer

Published

on

Denpasar (cybertokoh.com) –

Dari data Satgas Covid-19 Provinsi Bali, pencapaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Bali hingga Selasa (19/10), untuk dosis I 99,63% (3.392.614) dan dosis II 84,76% (2.886.024). “Target vaksinasi di Bali 3.405.130,” ujar I Made Rentin, Sekretaris Satgas Covid-19 Bali.

Sementara itu untuk Kota Denpasar pencapaiannya untuk dosis I 815.566 (142,64%) sedangkan dosis II 660.892 (115,58%). Namun demikian, masih saja ada warga yang tercecer, khususnya lansia yang belum mendapatkan vaksin Covid-19.

Guna memperluas serta meningkatkan cakupan vaksinasi bagi lansia, Kelurahan Sesetan bekerjasama dengan Puskesmas 1 Densel melaksanakan vaksinasi dengan layanan home visit atau jemput bola. Pelaksanaan vaksinasi “home visit”ini diprioritaskan bagi lansia yang sebelumnya terkendala tidak dapat mengikuti vaksinasi.

Advertisement

Lurah Sesetan Ketut Sri Karyawati, Selasa (19/10), mengatakan pelaksanaan vaksinasi home visit ini merupakan tindak lanjut bagi lansia yang sebelumnya tidak dapat mengikuti pelaksanaan vaksinasi. Pelayanan vaksinasi home visit dengan menyasar lansia yang bertempat tinggal di wilayah Banjar Pegok, Sesetan. Kali ini para lansia diberikan vaksin merek Sinovac.

“Untuk pelayanan home visit berikutnya masih kami laksanakan koordinasi dengan Kaling serta Puskesmas Densel. Kami berharap ke depannya agar tidak ada lagi masyarakat maupun lansia yang tercecer tidak mendapatkan pelayanan vaksin dan pandemi Covid-19 ini cepat melandai,” jelas Sri Karyawati. (Ngurah Budi)

BACA  Disdukcapil Denpasar Gencarkan JB Pelangi

Continue Reading

Tren