Bali

Bali Siapkan Tujuh Ribu Tenaga Vaksinator

Denpasar (cybertokoh.com) –

Bali menjadi salah wilayah prioritas pemberian vaksin covid-19. Vaksinasi di lapangan akan dilakukan secara bertahap dan ditahap pertama tenaga medis akan mendapat prioritas. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, saat mendampingi Gubernur Bali dalam rilis pencapaian penanganan Covid-19 Selasa (5/1).

Dokter Suarjaya mengungkapkan jika pendistribusian vaksin masih menunggu pengujian Badan POM sehingga jika izin telah keluar maka vaksin akan dikirim ke masing-masing kabupaten. Sebanyak 31.000 vial vaksin tahap pertama akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan baik dokter, perawat, tenaga apoteker yang berada di rumah sakit dan puskesmas. Tenaga kesehatan yang akan divaksin akan mendaftar melalui sebuah aplikasi kemudian akan menerima SMS dari BPJS untuk melakukan vaksinasi di titik-titik vaksinasi. “Rencananya minggu depan baru selesai pengujian setelah itu baru bisa didistribusikan. Vaksinasi ke depan tidak bisa mendahului dan itu sesuai arahan dari pusat,” jelasnya.

Vaksinasi akan dilakukan oleh vaksinator. Saat ini terdapat tenaga vaksinator  yang sudah siap 3.300 orang lebih di seluruh Bali  dan tenaga penunjang yang akan membantu pencatatan dan penghimpun data  sekitar 4.000-an orang lebih, sehingga  ada tenaga vaksinator total mencapai sekitar 7.000-an.

Suarjaya juga memaparkan mengenai anggaran soal peralatan penanganan Covid-19 di Bali. Bagi dia, tidak berbeda seperti tahun lalu, seperti pengadaan APD, obat-obatan, alat-alat kesehatan. Sedangkan, untuk vaksin diakui semuanya anggaran dari pusat, vaksinasi tidak satupun dianggarkan dari daerah.

“Ya tentu kan melihat situasi karena kalau masih terus berkembang Covid-19-nya seperti tahun lalu kan di-refocusing dan berapa jumlah refocusing-nya tergantung dari kebutuhan. Realisasi tahun lalu itu kalau kesehatan lebih dari Rp 200 M. Sekarang Rp 50 M, artinya belum selesai kan dan kalau ada kekurangan kan di-refocusing, kalau tahun lalu kita di-refocusing cuman Rp 30 M. Proyeksi tergantung situasi sebab itu budget tak terduga, dan misal kasusnya naik tak terduga namanya, bisa refocusing namanya,“ tandasnya. (Wiwin Meliana)

To Top