Bali

Ini Pesan Gubernur Koster untuk CPNS Pemprov Bali

Denpasar (cybertokoh.com) –

Ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkup Pemerintahan Provinsi Bali  menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan CPNS di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali, Rabu (6/1). Penyerahan SK CPNS dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster secara simbolis kepada perwakilan CPNS yang hadir dan juga disaksikan secara virtual. Selain penyerahan SK CPNS, dalam kesempatan itu juga diserahkan buku tabungan BPD Bali.

Dengan diserahkannya SK CPNS tersebut, Gubernur Koster berharap para CPNS dapat mengabdi dan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mendukung program-program pemerintah daerah. Pihaknya menegaskan agar nantinya CPNS dapat segera merintis karier dengan bekerja sungguh-sungguh dan mengaktualisasi kemampuan serta potensi yang dimiliki dibidang masing-masing. “Jangan sampai kalian yang sudah menjadi PNS terpengaruh hal negatif, bekerjalah secara fokus, lurus, dan tulus. Kalau prinsip ini sudah kalian pegang lihat saja 10 tahun ke depan kalian akan sukses mengembangkan karier,” ujar Koster menyemangati.

Pada kesempatan ini, Koster pun membeberkan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang memiliki arti menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno, yaitu berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945.

“Adik-adik yang saat ini mulai bergabung di pemerintahan lingkup Provinsi Bali mari bersama-sama bekerja mendukung visi misi pemerintah provinsi Bali untuk menuju pembangunan yang terarah, berencaba dan sistematis,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana mengatakan jumlah SK yang diserahkan pada acara tersebut sebanyak 664 SK yang terdiri dari 251 tenaga pendidikan, 72 tenaga kesehatan, 1 pranata komputer serta diisi oleh formasi pamong budaya, pamong praja, dan tenaga lainnya.

Ia juga mengatakan dari 674 formasi yang diusulkan daerah ke pusat hanya terisi 664 formasi. Hal ini dikarenakan banyak peserta yang tidak lolos passing grade. Selain itu terdapat formasi yang tidak ada pelamarnya seperti elektronik medical. Padahal formasi ini dibutuhkan untuk mengisi kekosongan di rumah sakit. “Kuota memang ditentukan oleh pusat sesuai yang diusulkan oleh daerah,” jelasnya. (Wiwin Meliana)

To Top