Indonesia

Zona Merah Semakin Banyak, Masyarakat Dituntut Disiplin Jalankan Prokes

Jakarta (cybertokoh.com) –

Kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan. Salah satu penyebab adalah menurunnya kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, kerumunan dan cuci tangan dengan sabun. Empat daerah tercatat menjadi penyumbang kasus Covid 19 tertinggi yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Untuk menurunkan kasus Covid 19, pemerintah tak bisa bekerja sendirian, tapi harus ada peran serta masyarakat yaitu kesadaran dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tanpa itu, maka sia-sia lah perjuangan pemerintah dan banyak pihak dalam mengendalikan Covid 19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, menyatakan keprihatinannya atas perkembangan peta zonasi risiko tingkat kabupaten/kota pekan ini masih menjadi catatan. Disayangkan, daerah masuk zona merah atau risiko tinggi bertambah jumlahnya.

“Pada minggu ini terjadi peningkatan yang cukup tinggi pada zona risiko tinggi. Jika pada minggu sebelumnnya (zona merah) terdapat 60 kabupaten/kota, pada minggu ini angkanya bertambah menjadi 76 kabupaten/kota,” jelasnya.

Meskipun daerah zona oranye atau risiko sedang menurun, dari 378 pekan lalu menjadi 377 pekan ini, yang masih disayangkan ialah pada zona kuning atau risiko rendah jumlahnya berkurang. Dari minggu sebelumnya 64, pekan ini menjadi 48 kabupaten/kota. Lalu pada daerah zona hijau tidak ada kasus baru dan tidak terdampak jumlahnya tetap yaitu masing-masing 8 daerah.

Meskipun daerah zona hijau tidak ada perubahan jumlahnya, namun Wiku meminta meningkatnya zona merah perlu menjadi bahan evaluasi untuk masing-masing daerah. Karena jika dilihat sejak Minggu pertama November, angka cenderung meningkat. Hal ini selaras dengan peningkatan kasus aktif, kasus positif dan kasus meninggal.

Melihat lebih rinci pada awal November, jumlah zona merah hanya berjumlah 19 dari 314 kabupaten/kota. Namun pekan ini angkanya meningkat drastis menjadi 76 kabupaten/kota. “Ini menandakan risiko penularan di tingkat kabupaten/kota mengalami perkembangan ke arah yang tidak baik. Mohon perbaiki zona daerahnya dengan cara meningkatkan disiplin protokol kesehatan,” tegas Wiku. (Diana Runtu)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Terkini

To Top