Indonesia

Jenuh Pandemi Covid-19, Jangan Jadi Alasan Lengah Terapkan Prokes

Jakarta (cybertokoh.com) –

Kepatuhan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan akhir-akhir ini menurun drastis. Kepedulian memakai masker dimanapun berada, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun, makin berkurang. Itu sebabnya kasus Covid 19 terus meningkat.

Sebagaimana disebutkan Ketua Satgas Covid 19, Doni Monardo, untuk melawan Covid 19, bukan hanya pemerintah tapi harus dilakukan bersama dengan masyarakat dan komponen lainnya. Masyarakat harus mendukung dengan melaksanakan Protokol Kesehatan.

‘Kelelahan dan kejenuhan’ menjalani kehidupan selama masa pandemic Covid 19 yang sudah berlangsung selama hampir 10 bulan, jangan jadi alasan lengah menjalankan protokol kesehatan.

Pandemi Covid 19 masih berlangsung. Zona Oranye masih banyak. Dari 514 Kabupaten/Kota, jumlah Zona Oranye mencapai 378 Kabupaten/Kota.

Jika semua pihak kurang peduli akan hal ini, maka dipastikan tak perlu waktu lama, Zona Oranye akan berubah menjadi Zona Merah. Sungguh mengerikan jika hal itu terjadi. Karenanya Ketua Satgas Pengananan Covid 19 Doni Monardo maupun Prof Wiku Adisasmito tak henti-henti mengajak semuanya, khususnya masyarakat untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan.

Prof Wiku dalam siaran pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden. menyoroti 28 kabupaten/kota yang skornya hampir mendekati zona merah. “Zona merah berarti skornya dibawah 1,81. Zona oranye skornya antara 1,81 – 2,4 dan zona kuning 2,41 -3 dan zona hijau lebih dari 3,” jelasnya.

Daerah-daerah perlu serius menyikapi skor tersebut, karena sudah mendekati zona merah. Pada skor 1,81 ada 4 daerah diantaranya di Mihasa Selatan (Sumatera Utara), Sumba Tengah (NTT), Banyumas (Jawa Tengah) dan Kota Bekasi (Jawa Barat).

Skor 1,82 ada 5 daerah di antaranya berada di Gunung Mas dan Barito Timur (Kalimantan Tengah), Bekasi (Jawa Barat), Jakarta Utara (DKI Jakarta) dan Kota Palembang (Sumatera Selatan). Lalu skor 1,83 ada 2 daerah yakni Jepara (Jawa Tengah) dan Bandung (Jawa Barat). Skor 1,84 di Mukomuko (Bengkulu) dan Kota Medan (Sumatera Utara).
Skor 1,85 ada 4 daerah yakni Kapuas (Kalimantan Tengah), Kota Kediri (Jawa Timur), Karanganyar dan Pati (Jawa Tengah). Skor 1,86 di Grobafab (Jawa Tengah) dan Bengkulu Utara (Bengkulu). Skor 1,87 di Pamekasan (Jawa Timur). Skor 1,88 di Gowa (Sulawesi Selatan), Kota Pangkal Pinang (Kep Bangka Belitung) dan Lampung Selatan (Lampung). Dan skor 1,9 berada di Mimika (Papua), Ngawi dan Lamongan (Jawa Timur), serta Magelang dan Pekalongan (Jawa Tengah).

“Sedikit lagi pemimpin daerah dan masyarakat lengah, maka kabupaten/kota ini dapat berpindah menjadi zona merah pada minggu depan dan berkontribusi terhadap naiknya angka zona merah di tingkat nasional. Tentunya ini jangan sampai terjadi, dan harus kita hindari,” pesan Wiku.

Untuk itu Satgas Covid-19 meminta keseriusan dari pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat untuk betul-betul menjaga kabupaten/kota ini. Dan berupaya untuk memperbaiki penanganan agar risiko penularannya menurun. Jika daerah pindah ke zona merah pada minggu depan, maka penanganan Covid-19 daerah tersebut memburuk. Dan masyarakatnya terancam keselamatan jiwanya akibat Covid-19. (Diana Runtu)

To Top