Buleleng

Ribuan Pelanggar Protokol Kesehatan Diberikan Tindakan

Buleleng (cybertokoh.com) –

Sebanyak 1836 orang pelanggar protokol kesehatan di kabupaten Buleleng sudah diberikan penindakan berupa sanksi denda, maupun teguran. Hingga pertengahan bulan desember 2020, data Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng, mencatat ada 468 orang membayar denda masker Rp 100 ribu karena tidak memakai masker.

Jika dihitung, total denda pelanggaran masker mencapai Rp 46.800.000. Sedangkan, pelanggar yang diberikan pembinaan berupa teguran karena tidak memakai masker dengan benar dan baik sebanyak 1368 orang.

Kepala Satpol PP Buleleng Putu Artawan mengatakan, sejak sidak dari bulan September 2020 masih saja ditemukan adanya pelanggaran di setiap kecamatan yang ada di kabupaten Buleleng ketika ada kegiatan yustisi. “ Masih saja ditemukan pelanggar, istilahnya mereka lagi sial saja, mungkin mereka pas mau ke sawah tidak pakai masker “ ujarnya

Artawan mengakui, kebanyakan dari masyarakat yang melanggar karena menggunakan masker tidak secara benar, misalnya hanya menutup mulut saja, menggantung pada telinga. Bahkan bawa masker namun disimpan pada kantong baju. Namun demikian pihaknya mengaku pelanggaran yang dilakukan masyarakat hanya faktor keteledoran semata. “tapi secara umum saya kira masyarakat di Buleleng mengunakan masker sudah lebih disiplin, cuman temuan dilapangan masih banyak masyarakat yang memakai masker tidak benar,” ungkapnya

Disinggung mengenai pengamanan jelang Natal dan tahun baru di wilayah kota Singaraja, pihaknya sudah mengatur personel gabungan untuk berjaga di setiap pos yang sudah ditentukan yakni di taman kota singaraja, kawasan Banyuasri dan eks Pelabuhan Buleleng. “Dari ketiga tempat ini, penjagaanya dari tim gabungan dari pagi sampai dengan malam hari. Sampai kondisi sudah sepi. Namun jika masih ramai bisa dilaksanakan 24 jam” imbuhnya

Kedepan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kecamatan di Buleleng untuk melakukan pengamanan lebih ketat lagi menjelang natal tahun baru. Untuk lebih mengawasi darah wisata atau daerah yang rawan tempat berkumpul masyarakat. “ Nanti kami surati di setiap kecamatan. Kami sarankan untuk melakukan keamanan di tempat-tempat tersebut. Paling tidak prokes 3M itu harus tetap diterapkan. Memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan” pungkasnya

Artawan menegaskan, kegiatan yustisi sebagai wujud penegakan Perbup 44 tahun 2020 ini bukan mengarah ke denda kepada warga, melainkan lebih menekankan pendisiplinan masyarakat. Pendisiplinan serta edukasi kepada masyarakat menjadi hal utama dalam kegiatan yustisi tersebut. (Wiwin Meliana)

To Top