Buleleng

Akomodasi di Buleleng Sudah Siap, Wisatawan Batal Datang

Buleleng (cybertokoh.com) –

Sebanyak 200 dari 500 akomodasi perhotelan di Bali Utara disiapkan untuk menyambut wisatawan domestik pada hari Natal dan Tahun baru. Dari 700 kamar hotel yang tersedia di beberapa akomodasi perhotelan, pemesanan kamar untuk libur Natal dan Tahun Baru mencapai 80 persen.

Tetapi pelaku pariwisata kembali menghela nafas setelah wisatawan domestik beramai-ramai melakukan pembatalan pemesanan kamar hotel. Hal ini disampaikan oleh Ketua PHRI Kabupaten Buleleng Dewa Made Suardipa.

Pihaknya menyebut pembatalan pemesan kamar hotel terjadi karena wisatawan domestik membatalkan berlibur ke Buleleng. Ia tidak menampik jika pembatalan wisatawan tersebut karena ketatnya pintu masuk bali dengan menyertakan surat keterangan bebas Covid-19 melalui test swab bagi pelaku pariwisata dengan jalur udara dan rapid test antigen bagi pelaku perjalanan darat. “Sebelumnya Natal dan tahun baru ini benar-benar diharapkan setelah hampir 8 bulan banyak pelaku pariwisata yang tidak mendapat pemasukan, ” jelasnya.

Pihaknya mengaku telah menghubungi masing-masing koordinator di masing-masing wilayah di Buleleng yang terdapat akomodasi pariwisata. Di wilayah timur dari mulai adanya pandemi hingga saat ini persentase kunjungan wisatawan 0-2 persen. Dua persennya adalah ekspatriat yang telah tinggal lama di Bali, sementara untuk wilayah Buleleng Tengah dan Barat tingkat kunjungan hingga 80 persen menjelang Natal dan tahun baru. Akibat adanya pembatalan pemesanan kamar hotel, persentase kunjungan hingga saat ini turun menjadi 50 persen untuk Buleleng wilayah barat dan 20 persen untuk Buleleng wilayah tengah. “Ya persentase kunjungan jadi turun banyak wisdom yang memilih cancel di beberapa hotel, ” tambahnya.

Meski terjadi pembatalan kunjungan oleh wisatawan domestik, Suardipa mengatakan jika ini berdampak pada kunjungan wisatawan lokal Bali. Pihak hotel saat ini mulai melayani pemesanan kamar hotel oleh wisatawan-wisatawan lokal Bali yang ingin berkunjung Ke Buleleng. “Malahan sekarang wisatawan lokal dari luar Buleleng yang banyak menginap, ya ada positifnya juga meski tidak banyak, ” pungkasnya.

Ke depan pihaknya berharap agar pemerintah lebih mempertimbangkan dampak dari kebijakan yang diambil. Menurutnya pemberlakuan SE Gubernur bukannya saja soalnya banyaknya pembatalan yang dilakukan oleh wisatawan domestik tetapi beban dari manajemen hotel yang harus melakukan pengembalian uang pembayaran dari wisatawan tersebut. (Wiwin Meliana)

To Top