Indonesia

Mendagri Apresiasi Pilkada Tertib, Prokes Dipatuhi Masyarakat

Jakarta (cybertokoh.com) –

Diluar dugaan sebagian orang, Pilkada Serentak secara umum berjalan dengan baik dan tertib. Masyarakat pemilih secara umum mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes). Berdasarkan data, kepatuhan terhadap Prokes berkisar 89-96%.

Hasil ini disambut baik berbagai pihak, tak terkecuali Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. ” Data dari Kasatgas Covid saya kira data yang patut kita pegang, reliable, dan saya kira Bapak Menkopolhukam langsung mengikuti langsung di hari H, data dukungnya juga sangat jelas dari semua daerah, kepatuhan pada protokol Covid pada saat pemungutan suara itu adalah berkisar antara 89-96 persen, artinya relatif cukup dipatuhi dengan baik,” kata Mendagri saat memberi sambutan di acara Rapat Refleksi dan Proyeksi Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 yang digelar di Amarta Ballroom Hotel Melia Purosani Yogyakarta, Senin (14/12).

Rapat koordinasi ini, selain dihadiri Mendagri, juga dihadiri Menkopolhukam, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Gubernur DIY, serta Gubernur dan Forkopimda seluruh Indonesia (hadir virtual), Ketua KPU dan Ketua Bawaslu Provinsi Se- Indonesia yang juga hadir secara virtual, para Bupati Walikota, Kepala Satpol PP, Kepala Kesbangpol, Kepala BPBD, yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020, Dirjen Bina Adwil, Dirjen Otda dan Dirjen Polpum.

Dari data Satgas Covid-19 itu, kata Mendagri, semua dapat melihat bahwa daerah Pilkada dengan daerah yang non Pilkada tidak terlalu banyak jauh berbeda. Artinya tidak terjadi lonjakan penularan di daerah Pilkada. Justru di daerah-daerah Pilkada banyak daerah yang data merahnya menurun, data orangenya yang meningkat.

“Tapi kalau kita lihat daerah yang tidak ada Pilkada juga sama. Artinya Pilkada bukan menjadi faktor utama untuk peningkatan penularan Covid-19, tetapi kepatuhan pada Protokol Kesehatan. Apakah ada Pilkada ataukah tidak, jika ada kerumunan itu bisa meningkatkan penularan Covid-19, ” katanya.

Mendagri menambahkan, satu faktor yang mendapatkan apresiasi banyak pihak terkait hari pemungutan suara Pilkada adalah adanya pelaksanaan pemungutan suara yang relatif tertib. Tertib ini karena diatur jam undangan pencoblosannya. Ini merupakan hal baru. Maka layak jika semua pihak memberikan apresiasi kepada Ketua KPU dan jajaran KPU yang telah membuat terobosan baru ini.

“Karena dengan diatur jam, seperti gaya rumah sakit dokter appointment, membuat kerumunan tidak terjadi dan kemudian ketegasan dari aparat baik Polri, TNI, Satpol PP, Linmas. Masyarakat yang sudah memberikan hak pilih langsung pulang, yang tinggal hanya saksi-saksi itu juga membuat tidak terjadi kerumunan yang berarti, meskipun ada catatan kita di Sumba Timur juga di Luwu Utara, kalau saya tidak salah, ada kerumunan. Mohon kepada Bawaslu agar melakukan langkah tindakan ataupun teguran dari Polri ataupun tindakan-tindakan lain yang diperlukan sesuai aturan, harus ada ketegasan, “ucapnya.

Seperti diketahui, lanjut Tito, pada tahun 2020 ini terdapat 96 negara yang melaksanakan pemilihan, baik itu nasional atau lokal. Jadi total ada 96 negara yang melaksanakan pemilihan. Dan dari 96 negara ini, pemilihan terbesar adalah Amerika Serikat. Kedua adalah Indonesia dengan potensi pemilih adalah 100,3 juta.

“Maka kalau yang hadir 75,83%, artinya hampir 76 juta masyarakat Indonesia ini. Kami kira ini adalah suatu hal yang patut kita banggakan sebagai bangsa bahkan mungkin ini dengan adanya model-model baru baik kampanye daring. Kemudian juga pengaturan jam yang membuat tidak terjadi kerumunan, petugas TPS menjadi lebih ringan karena ritmenya konstan. Tidak terjadi penumpukan, karena konstan membuat mereka lebih ringan untuk bekerja,” katanya. (Diana Runtu)

To Top