Inspirasi

Pandemi Covid-19, Ibu Tambah Dua Kecerdasan

Denpasar (cybertokoh.com) –

Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini harus disikapi dengan bijaksana. Kita tidak boleh kalah dalam kondisi ini. Bahkan, momen pandemi Covid-19 membuat kecerdasan bertambah. Hal ini diungkapkan Manggala  Paiketan Krama Istri (Pakis) Bali TIA Kusuma Wardhani dalam Dialog Interaktif Perempuan Bali Bicara dengan tema ‘Sinergitas Program TP. PKK Prov Bali dan Program Pakis Bali’ di Bali TV, Senin (7/12).

“Selama ini kita hanya mengenal ada empat kecerdasan utama pada diri manusia, yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ). dan kecerdasan transendental (TQ). Selama pandemi Covid-19, saya pelajari ada dua kecerdasan tambahan. Kecerdasan mengelola lingkungan dan kecerdasan hadapi masalah. Jadi, kaum wanita tidak boleh lemah,” tegasnya.

Kecerdasan mengelola lingkungan dikaitkan bagaimana kaum wanita mengolah lingkungannya agar bisa dimanfaatkan untuk berbagai tanaman pendukung ketahanan pangan. Sementara kecerdasan hadapi masalah dicontohkan dengan bagaimana kaum ibu mendampingi anaknya belajar dengan media ponsel atau laptop. Mau tak mau kaum ibu harus ikut belajar di masa pandemi Covid-19 ini.

Selama pandemi Covid-19 ini, Pakis Bali aktif terus mensosialisasikan gerakan Ingat Pesan Ibu 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

TIA menambahkan Pakis Bali merupakan implementasi dari Perda Prov Bali No 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Menurutnya, dalam pasal 43 tercantum Desa Adat memiliki lembaga adat yang terdiri dari Paiketan Pamangku, Paiketan Serati, Paiketan Wredha, Pacalang, Yowana Desa Adat, Paiketan Krama Istri (Pakis) Desa Adat, Pasraman, dan Sekaa dan Lembaga Adat lainnya.

Keanggotaan Pakis Bali sendiri menurutnya adalah krama istri adat di masing-masing desa adat, yang melaksanakan kegiatan mendukung kegiatan desa adat dan upaya pemberdayaan kesejahteraan keluarga.

“Tugas utama terbentuknya Pakis Bali adalah untuk memelihara, memberikan pemahaman kepada generasi penerus krama adat di Bali tentang nilai-nilai masa lalu, yang meliput agama, budaya, adat dan tradisi Bali. Untuk sinergitas dengan TP PKK dalam mensosialisasikan program-program pemerintah, kami siap dan sudah menjalankannya, karena hal tersebut juga masuk dalam AD/ART organisasi,” ungkapnya.

Sementara itu Manggala Utama Pakis Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan akan terus mengajak perempuan Bali untuk turut menjadi agen sosialisasi pemahaman tugas dan kewajiban sebagai warga atau krama pada satu wilayah dalam mebraya (turun bermasyarakat saling merekat antara satu dengan yang lain).

Ia menjelaskan jika tanggung jawab krama istri dalam kehidupan bermasyarakat itu besar, terutama di tingkat terkecil terlebih dahulu yaitu keluarga. “Keberlangsungan pemahaman tentang adat, budaya dan eksistensi kita sebagai masyarakat Bali menjadi tanggung jawab terbesar krama istri Bali. Tugas kitalah yang harus terus memberi pemahaman tersebut hingga ke anak cucu berikutnya,” jelasnya. (Ngurah Budi)

To Top