Komunitas

TP. PKK dan Pakis Bali Sinergikan Kampanye Pesan Ibu 3M

Denpasar (cybertokoh.com) –

Keberadaan Paiketan Krama Istri (Pakis) Bali terus digaungkan. Hal ini bertujuan mengajak perempuan Bali untuk turut menjadi agen sosialisasi pemahaman tugas dan kewajiban sebagai warga atau krama pada satu wilayah dalam mebraya (turun bermasyarakat saling merekat antara satu dengan yang lain).

Demikian diungkapkan Manggala Utama Pakis Bali Ny. Putri Suastini Koster bersama Manggala Pakis Bali TIA Kusuma Wardhani
dalam acara Dialog Interaktif Perempuan Bali Bicara dengan tema “Sinergitas Program TP PKK Prov Bali dan Program Pakis Bali” di Bali TV, Denpasar, Senin (7/12).

Dalam kesempatan ini, Ny. Putri Koster yang juga Ketua TP. PKK Provinsi Bali dan Ketua Umum Dekranasda Provinsi Bali menjelaskan jika tanggung jawab krama istri dalam kehidupan bermasyarakat itu besar, terutama di tingkat terkecil terlebih dahulu yaitu keluarga.

“Keberlangsungan pemahaman tentang adat, budaya dan eksistensi kita sebagai masyarakat Bali menjadi tanggung jawab terbesar krama istri Bali. Tugas kitalah yang harus terus memberi pemahaman tersebut hingga ke anak cucu berikutnya,” jelasnya.

Desa adat sebagai kesatuan masyarakat hukum adat berdasarkan filosofi Tri Hita Karana yang berakar dari kearifan lokal Sad Kerthi, dengan dijiwai ajaran agama Hindu dan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang hidup di Bali, sangat besar peranannya dalam pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara sehingga perlu diayomi, dilindungi, dibina, dikembangkan, dan diberdayakan guna mewujudkan kehidupan krama Bali yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Istri Gubernur Bali Wayan Koster ini juga menjelaskan Pakis Bali juga akan terus bersinergi dengan TP PKK untuk mensosialisasikan program-program Pemprov Bali yang tertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

TIA Kusuma Wardhani menambahkan terbentuknya Pakis Bali merupakan implementasi dari Perda Prov Bali No 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali.

Lebih spesifik, TIA Kusuma Wardani menyatakan tugas utama terbentuknya Pakis Bali adalah untuk memelihara, memberikan pemahaman kepada generasi penerus krama adat di Bali tentang nilai-nilai masa lalu, yang meliput agama, budaya, adat dan tradisi Bali.

Sementara untuk sinergitas dengan TP PKK dalam mensosialisasikan program-program pemerintah, ia juga mengaku siap dan sudah menjalankannya, karena hal tersebut juga masuk dalam AD/ART organisasi.

“Sinergitas ini selama pandemi Covid-19 ini kami aplikasikan dengan aktif terus mensosialisasikan gerakan Ingat Pesan Ibu 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali ini. (Ngurah Budi)

To Top