Sekitar Kita

Jasa Raharja Gunakan Asas Domisili, Ini Alasannya

Badung (cybertokoh.com) –

Memasuki usia ke-60 tahun, Jasa Raharja membuat terobosan. Salah satunya klaim yang diberikan kepada korban kecelakaan lalu lintas berdasarkan pada sistem asas domisili. Hal ini diungkapkan Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Cabang Bali, Lalu Saripudin disela-sela penanaman pohon di Pantai Pererenan, Mengwi, Badung, Jumat (27/11).

Penanaman pohon yang merupakan serangkaian HUT ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Untuk di Bali, Pantai Pererenan dipilih karena merupakan salah satu destinasi yang dikunjungi wisatawan. Pohon yang ditanam tingginya 3 meter dan direkomendasikan sesuai dengan wilayah di sini.

Lalu Saripudin menjelaskan sistem asas domisili yang dimaksud adalah apabila ada warga Bali mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia di Kalimantan, Jawa maupun Sumatera atau provinsi lainnya, pihak Jasa Raharja akan tetap menyerahkan klaim asuransi kematiannya kepada ahli waris di Bali. Penyerahan klaim saat ini dipermudah melalui transfer ke rekening ahli waris.

“Penyerahan klaim kepada ahli waris korban kecelakaan kami bekerja sama dengan Disdukcapil terkait data-data korban dan ahli waris,” jelasnya.

Di usia yang ke-60 tahun ini, Jasa Raharja berupaya tetap meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia maupun luka-luka. Dari sisi pelayanan, pihak Jasa Raharja tetap melakukan interospeksi.

Terkait pandemi Covid-19, dari sisi pelayanan Jasa Raharja tidak ada masalah yang signifikan. Awalnya pelayanan dilakukan di kantor cabang, namun sejak Covid-19 menyebar di Bali dilakukan dengan jemput bola maupun melalui telepon dan WhatsApp.

“Melalui sistem transfer langsung ke rekening ahli waris maka kita tidak akan mungkin salah di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama pada pemberian santunan,” ungkapnya.

Lalu Saripudin juga menyampaikan kasus kecelakaan lalu lintas di masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan. Penyebabnya, masyarakat mengurangi berkegiatan di luar rumah maupun bepergian. Sehingga jumlah klaim pada tahun ini mengalami penurunan 30% dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Selain penyerahan klaim menurun, pendapatan premi asuransi kecelakaan lalu lintas tahun ini juga menurun signifikan hampir 40%. Kondisi ini dimaklumi karena pergerakan orang juga berkurang.

Pada periode Januari-Oktober 2019 klaim yang diserahkan Jasa Raharja Cabang Bali sebesar Rp 42 miliar. Santunan ini diantaranya sebesar Rp 16 miliar untuk korban meninggal dunia yang diserahkan kepada ahli waris dan Rp 36 miliar biaya perawatan di rumah sakit untuk korban kecelakaan yang mengalami luka-luka.

Pada periode yang sama tahun 2020 ini sebesar Rp 33,5 miliar dengan rincian Rp 21 miliar korban luka-luka dan Rp 12,5 miliar untuk yang meninggal dunia. (Ngurah Budi)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Terkini

To Top