Buleleng

Cegah Klaster Baru Covid-19, Warga dan Aparat Tolak Tajen

Buleleng (cybertokoh.com) –

Mencegah merebaknya Covid-19 akibat adanya berkerumun, Desa Sepang bersama dengan Pemerintahan Desa serta Desa Adat  menolak adanya tajen atau sabung ayam di Desa Sepang.

Penolakan tajen karena di tempat tajen rentan tersebarnya Covid-19 karena tidak menerapkan protokol kesehatan yaitu tidak menjaga jarak apalagi penggunaan masker juga tidak dilakukan.

Deklarasi yang disepakati dan ditandatangani berisi item; Berperan aktif dalam upaya pendisiplinan untuk mencegah dan penanggulangan pandemi Covid 19; Menolak aksi anarkis dalam menyampaikan pendapat di muka umum; Mendukung sepenuhnya program pemerintah tentang meniadakan segala bentuk perjudian seperti judi tajen di desa Sepang; Mendukung sepenuhnya program pemerintah untuk menggunakan masker dalam penanggulangan Covid-19; Mentaati semua ketentuan dan peraturan perundangan yang berlaku di desa Sepang dan Negara Republik Indonesia.

Perbekel Sepang Putu Agung Mahardika menyampaikan, deklarasi ini dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan salah satunya tidak berkerumun. “Di tempat tajen biasanya sering terjadi kerumunan, maka kami mendukung program pemerintah untuk tidak ada tajen termasuk di desa Sepang untuk tidak menimbulkan klaster baru mewabahnya Covid-19,” ujarnya

Sementara itu, Kapolsek Busungbiu AKP Gede Budiarta mendukung apa yang telah dilakukan warga dan pemerintahan desa Sepang. Pihaknya berharap desa lainya bisa mengikuti. “Harapannya, apa yang telah dilakukan warga dan pemerintahan desa Sepang serta desa adatnya bisa diikuti oleh desa-desa lain, tujuannya untuk memutus mewabahnya covid-19,” tegasnya. (Wiwin Meliana)

To Top