Buleleng

Enam Titik Ini Jadi Lokasi Konservasi Taman Terumbu Karang Indonesia

Buleleng (cybertokoh.com) –

Pantai Penimbangan di desa Baktiseraga salah satu yang dipilih oleh Kementerian Kelautan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya melalui Konservasi Taman Terumbu Karang Indonesia (ICRG).

Selain pelestarian terumbu karang, program ICRG bertujuan untuk memberdayakan kembali masyarakat yang terdampak Covid-19, khususnya yang bekerja di bidang pariwisata bahari. Setidaknya ada kurang lebih 300 orang dipekerjakan dalam pembuatan struktur rumah terumbu karang buatan.

Di Buleleng sendiri ada 6 lokasi yang nantinya digunakan untuk restorasi terumbu karang yakni di Pantai Happy di Desa Tukadmungga, Pantai Lovina Desa Kalibukbuk, Pantai Penimbangan Desa Baktiseraga, Pantai Pacung Desa Pacung, Pantai Bondalem Desa Bondalem, dan Pantai Les Desa Tejakula.

Koordinator lokasi tim LINI Kadek Pendi Wirawan mengatakan, pembuatan struktur rumah terumbu karang buatan bertujuan sebagai media tumbuh terumbu karang kedepannya. Ada tiga media tumbuh terumbu karang yang dibuat yaitu pisdom, roti buaya dan spider. “Pisdom kita buat sekitar 250 sampai 300, roti buaya dan spider juga jumlahnya sekitar segitu” ujarnya

Pendi Wirawan menambahkan, dengan alokasi dana sebesar Rp 15 miliar dengan luas total rehabilitasi terumbu karang sekitar 4 hektar dapat menyerap tenaga kerja di masing-masing desa yang dipilih.

Pihaknya juga mengakui sebelum pekerja memulai pembuatan media terumbu karang, sudah melakukan pelatihan selama 2 hari. Sementara untuk target penyelesaian media pihaknya menarget 30 hari. “Setelah selesai, nanti ada waktu sekitar 20 hari untuk pemindahan dan langsung diturunkan ke pantai” pungkasnya

Sementara itu, Perbekel  Baktiseraga Gusti Putu Armada menyambut baik apa yang telah diberikan pemerintah pusat. Dengan adanya program PEN masyarakat bisa dipekerjakan untuk dapat membangkitkan perekonomian yang lesu seperti saat ini. Dimana ia mengakui jika banyak pekerja yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19. “Kita melibatkan tenaga kerja dari desa yaitu sebagai penyearah sekitar 200 orang, tukang bangunan sekitar 50 orang, tukang las sekitar 15 orang, ada juga mandor dan penyelam nantinya. Sangat membantu dengan kondisi seperti sekarang” ungkapnya

Disinggung mengenai dana yang dialokasikan, pihaknya tidak mengetahui jumlah pasti dana yang di keluarkan dalam program ini. Karena pihak desa hanya merekomendasi siapa saja yang bisa dipekerjakan. “Dari program ini kita dari desa tidak memegang uang. Uang tidak turun ke desa tapi dari tim LINI yang mengelola. Kami di desa hanya membantu proses agar berjalan dengan baik. Serta merekomendasikan pekerja dari desa” ungkapnya. (Wiwin Meliana)

To Top