Metropolitan

PSBB Transisi: Masyarakat Diimbau tidak Egois, Jangan Berkerumun

Jakarta (cybertokoh.com) –

Provinsi DKI Jakarta memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi dari 9 November hingga 22 November 2020. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar masyarakat tetap melaksanakan Protokol Kesehatan secara ketat agar angka terkonfirmasi Covid- 19 di Jakarta terus menurun.

Di sisi lain Gubernur juga menegaskan bahwa semua aturan PSBB masa Transisi masih tetap berlaku. “Semua sanksi terhadap pelanggaran (PSBB transisi) masih tetap berlaku,” ujar Anies dalam akun instagram resminya.

Di kesempatan berbeda, Satgas Penanganan Covid-19 menjelaskan, bahwa PSBB transisi diterapkan karena terjadi perkembangan penanganan kearah yang baik dalam suatu daerah.

“PSBB transisi didasarkan pada perkembangan penanganan yang sudah lebih baik, tercermin dari menurunnya kasus positif, meningkatnya angka kesembuhan dan angka kematian yang dapat ditekan,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pada tahap PSBB transisi, kegiatan masyarakat harus tetap berpedoman pada protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Serta ketentuan lainnya yang bertujuan memutus mata rantai penularan Covid-19.

“Tahap PSBB transisi masyarakat tetap harus berpedoman pada 3M serta ketentuan lainnya bertujuan memutus mata rantai penularan,” tambahnya.

Satgas Covid-19 daerah diminta mempertimbangkan pembukaan sektor utammanya yang berisiko menciptakan kerumunan. “Oleh karena itu, tahapan prinsip pembukaan sektor berdasarkan Covid-19 ini, perlu sangat hati-hati serta terus dievaluasi keadaannya di lapangan,” jelas Wiku.

Masyarakat juga diminta tidak egois dengan tidak berkerumun. Karena dengan berkerumun dapat membawa malapetaka di masa pandemi ini. Masyarakat harus menghindari kerumunan karena menyulitkan untuk menjaga jarak apalagi tidak menggunakan masker. Maka risiko penularan sangat besar.

Penularan kasus Covid-19 yang tinggi dalam suatu daerah, juga mencerminkan masyarakat yang masih lengah dan tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Untuk itu Wiku kembali berpesan agar masyarakat tidak lupa menerapkan 3M dalam kesehariannya guna mencegah tertular atau menularkan virus Covid-19. (Diana Runtu)

To Top