Connect with us

Gianyar

Ini Cara Desa Taro Tangani Sampah 

Published

on

Gianyar (cybertokoh.com) –

Desa Taro, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar punya inovasi dalam menangani sampah di daerahnya. Mereka membangun Tempat Pembuangan Sementara (TPS) 3R meliputi kegiatan mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle).

“3R itu terbagi menjadi 3 kegiatan yakni memilah, mencacah dan composing,” kata Ketua TP.PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra disela-sela pengukuhkan 42 orang kader kebersihan Desa Taro, Senin (9/11).

Pemilahan sampah di rumah tangga, memisahkan sampah organik, dan non-organik, sampah reduce merupakan langkah sederhana, namun sangat besar manfaatnya bagi kebersihan lingkungan. Penyumbang sampah terbesar adalah rumah tangga dan juga pasar-pasar tradisional.

Advertisement

Langkah itu kini ditingkatkan dengan adanya pembangunan TPS 3R. di Gianyar sudah memiliki 48 bank sampah dan beberapa TPS 3R. Diantara pembangunan TPS 3R bantuan dari angaran Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Balai Prasaranan Permukiman Wilayah Bali dengan nilai sebesar Rp 600 juta yang telah dibangun di Desa Bedulu serta bantuan dari Yayasan Bali Semaya yang kurang lebih telah disasar 20 desa pembangunan TPS 3R secara bertahap serta didukung oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar.

BACA  Mendikbud Puji Merdeka Belajar di  TK/PAUD Lingkungan Puri Damai

Kepala Desa Taro I Wayan Warka mengatakan, saat ini kader kebersihan yang dilantik sebanyak 42 orang kader yang berasal dari 14 banjar. Masing-masing banjar memiliki 3 orang kader kebersihan. Saat ini pihaknya rutin turun ke warga bersama kader, untuk mengedukasi warga betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah di teba, ataupun sekitar rumah.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua WHDI Kabupaten Gianyar, Ny. Diana Dewi Agung Mayun, Ketua DWP Ny. Dwikorawati Wisnu Wijaya, Camat Tegallalang Wayan Widana dan pemerhati lingkungan hidup. (Budarsana)

Advertisement

Gianyar

Mendikbud Puji Merdeka Belajar di  TK/PAUD Lingkungan Puri Damai

Published

on

Gianyar (cybertokoh.com) –

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim mengunjungi TK/PAUD Lingkungan Puri Damai, di Banjar Tunon Desa Singakerta, Kecamatan Ubud Gianyar, Senin (9/11). Kunjungan diterima oleh Bunda PAUD Kabupaten Gianyar Bunda Surya Adnyani Mahayastra, yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra, Sekdis Pendidikan Dewa Manuaba beserta I.A. Rusmarini dan I Wayan Damai dari Yayasan Puri Damai Ubud.

Kedatangan Menteri Nadiem Makarim ke TK/PAUD ini karena tertarik melihat sistem pendidikan yang berkonsepkan lingkungan di TK tersebut. Tidak semua dunia pendidikan bisa menerapkan konsep lingkungan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

“Tidak semua anak-anak di Indonesia bahkan di Bali dapat menikmati metoda pembelajaran seperti ini, mengalami pembelajaran di alam. Apa yang dipelajari dapat dihubungkan langsung dengan kehidupan mereka sehari-hari. Itu sebenarnya model atau tipe pembelajaran yang cocok untuk TK/PAUD. Pembelajaran yang bermakna, bukan hanya sekadar teori,” kata Nadiem.

Advertisement

Pria yang sering dipanggil Mas Menteri ini mengucapkan selamat karena tanpa disadari TK/PAUD Lingkungan Puri Damai telah menerapkan apa yang menjadi program di kementeriannya yaitu merdeka belajar. Merdeka belajar itu konsepnya adalah memberikan kebebasan pembelajaran di tingkat sekolah, kepala sekolah maupun guru, dan murid. Untuk bisa melakukan berbagai macam inovasi tanpa takut disalahkan oleh pemerintah, kesalahan administrasi tanpa harus selalu minta izin dulu.

BACA  Ketua PKK Gianyar Bagikan Masker di Pasar Tradisional

“Merdeka belajar ini adalah gerakan yang sedang kita lakukan, saya disini bukan hanya sebagai Menteri Pendidikan namun saya juga selaku kepala Gerakan Merdeka Belajar,” tegas Nadiem.

Sekolah maupun guru-guru adalah yang bisa melakukan Gerakan Merdeka Belajar. Kepala dinas hingga kementerian hanya bisa menciptakan kondisi-kondisi sehingga sekolah maupun guru bisa melakukan inovasi perubahan. Pemerintah tidak bisa melakukan secara langsung , yang bisa memberikan dampak langsung pada anak-anak adalah guru dan unit pendidikan itu sendiri. Disitulah roda perubahan itu bisa terjadi.

Bunda Surya Adnyani Mahayastra menambahkan, lokasi TK/PAUD Lingkungan Puri Damai ini dipilih sebagai lokasi kunjungan, karena Menteri Nadiem Makarim sangat tertarik dengan konsep pembelajarannya berbasis lingkungan dan budaya lokal.

“Jika kita lihat dari segi fisik bangunan terlihat sangat sederhana, namun manfaat yang dirasakan anak-anak itu sangat luar biasa. Karena secara otomatis mereka mengenal tumbuhan, diajari mengenal tanaman, apa manfaatnya kemudian diolah dan bisa dimanfaatkan bagi Kesehatan tubuh,” jelas Bunda Adnyani Mahayastra. (Budarsana)

Advertisement

Continue Reading

Tren