Life Story

Positif Covid-19 Bukanlah Aib

Sosok Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster dikenal sebagai perempuan aktif dengan banyak kegiatan. Dua jabatan penting yang diemban dalam kapasitas sebagai istri Gubernur Bali adalah Ketua TP PKK Provinsi Bali dan Ketua Dekranasda Provinsi Bali. Disela-sela melaksanakan tugasnya, ia menyempatkan diri berkecimpung di dunia seni, khususnya baca puisi.

Sejak pandemi Covid-19 di Bali, perempuan yang akrab disapa Bunda Putri tak mau berpangku tangan saja. Ia tetap aktif memberikan pembinaan dan melakukan tatap muka dengan masyarakat. Ada yang dilakukan melalui daring ataupun langsung ke lapangan.

Dalam beberapa kesempatan, ia selalu mengingatkan masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan. “Seimbangan iman dan imun agar terhindar dari Covid-19. Iman artinya selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar wabah ini segera berlalu. Imun artinya perkuat imunitas dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan selalu bergembira,” ungkap istri Gubernur Bali Wayan Koster ini.

Akhir September 2020, Bunda Putri mengabarkan dirinya positif Covid-19 melalui video berdurasi 13.52 menit yang tersebar di media sosial. Ia menegaskan dirinya adalah OTG dan tengah menjalani karantina di Wisma BPK Pering. “Setelah melakukan swab, ada virus di dalam tubuh tyang (saya). Walaupun sesungguhnya tityang merasa sehat,” ujarnya.

Dalam video itu,  Bunda Putri juga memberikan tips ketika mengetahui tertular virus corona. Kuncinya, harus tenang untuk membuat imun tetap terjaga. Kepanikan akan memicu stres dan membuat semua penyakit bawaan muncul. Ia juga menegaskan positif Covid-19 bukanlah aib atau sesuatu yang menyeramkan.

Ini membuat Bunda Putri merasa tenang itu penting dan tetap mengikuti anjuran dokter. Ia juga menyempatkan diri untuk menyalurkan hobinya membaca puisi sebagai hiburan sekaligus mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Pesan Ibu untuk memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta jaga jarak saat berada di kerumunan terus dikampanyekan.

Semua pengalaman selama berada di karantina diungkapkan lagi Bunda Putri ketika wawancara dengan CEO Motivator Bali Learning Center (MBLC) Ketut Wiratama dalam acara ‘Mantra Hati dan Filsafat Bali’, yang bertempat di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Sabtu (17/10).

Dalam wawancara itu, Bunda Putri mengajak masyarakat Bali untuk selalu berpikir positif menghadapi pandemi Covid-19 ini. Virus yang dikenal menyerang imun tubuh ini, memang rentan menjadi bahaya jika penderitanya sudah panik sehingga semua penyakit bawaannya kambuh dan imun tubuh menurun.

Ia mengaku selama hampir dua minggu terkena virus tersebut dan memutuskan untuk karantina di BPK Pering, ia selalu berpikir positif dan mengajak masyarakat sesama penderita Covid-19 untuk fokus melakukan hal positif agar imun tubuh tetap terjaga.

“Selama masa karantina, saya sering mengajak masyarakat untuk berjemur, senam, ataupun meditasi. Agar terhindar dari stres karena terkena Covid-19,” ujarnya. Dirinya juga tidak segan mengetuk tiap kamar pasien untuk saling berbagi, misalnya minimal berbagi makanan.

Poin terpenting untuk menjaga imun kita adalah menghilangkan stigma penderita Covid-19 adalah aib. “Ini yang harus kita ubah di masyarakat. Kita terkena penyakit mirip flu yang gampang sekali menular. Dan kita perlu istirahat dan tenang agar penyakit ini juga cepat hilang,” tuturnya.

Apalagi, ia mengatakan, bisa dikatakan sebuah anugerah jika kita terkena penyakit itu dan mampu sembuh dengan antibodi kita sendiri. “Setidaknya kita adalah pilihan. Kita sudah mempunyai antibodi alami sekarang, sehingga bisa dengan mudah melawan penyakit tersebut kelak,” pungkas Bunda Putri. (Ngurah Budi)

To Top