Pelesir

Perjalanan Wisata yang Bertanggung Jawab, Ini Strateginya

Denpasar (cybertokoh.com) –

Bali Hotels Association (BHA) akan meluncurkan kampanye di media sosial bertajuk “Bali, A New Kind Of Adventure”. Dikemas dalam enam video berdurasi masing-masing satu menit. “Bali, A New Kind Of Adventure” bertujuan untuk mendukung dan menampilkan Bali dalam protokol kenormalan baru.

Kampanye ini bertujuan untuk membawa pesan positif dan kegembiraan untuk menikmati Pulau Bali, budaya dan keramahannya serta melakukan perjalanan wisata yang bertanggung jawab. Setiap video memiliki tautan ke halaman situs Bali Hotels Association yang menyediakan informasi terkini dari WHO dan pemerintah Indonesia.

Sementara itu, para pengusaha hotel, restoran, dan taman rekreasi mempersiapkan protokol kesehatan secara ketat menyambut libur panjang sekaligus cuti bersama akhir pekan depan. Langkah ini sebagai respons dari pesan Presiden Joko Widodo yang mengingatkan agar liburan panjang ini bisa menekan penyebaran Covid-19.

Pemilik Taman Rekreasi Safitri Siswono mengatakan pihaknya menyiapkan strategi ekstra untuk memperketat protokol kesehatan di berbagai lokasi wisata yang dikelolanya. Salah satu aturan yang akan diterapkan pemilik delapan tempat wisata dan tiga hotel di Jakarta ini adalah para petugas akan mengingatkan pada tamu atau pengunjung yang lalai dalam memakai masker atau tidak mematuhi jaga jarak.

“Kami sudah menyiapkan petugas yang siap mengingatkan pengunjung yang lepas masker atau duduk di kursi bertanda silang,” ujar Safitri Siswono dalam talkshow “Protokol Kesehatan di Hotel dan Tempat Wisata” di Media Center Satgas Penanganan Covid-19 Graha BNPB Jakarta pada Selasa (20/10).

Pengusaha Hotel di Surabaya, Jawa Timur, Rucita Permatasari mengatakan pihaknya menerapkan panduan protokol kesehatan sesuai panduan pemerintah. Penegakkan aturan itu berlaku bagi seluruh karyawan dan juga tamu. “Pastinya mengikuti panduan protokol kesehatan dari awal diperiksa pengecekan suhu, penyemprotan disinfektan, dan setiap kursi diberikan jarak agar tidak berdempetan,” ujar Rucita Permatasari via Zoom.

Pengusaha Sunan Hotel Solo Sona Maesana mengatakan strategi bisnis yang dibangun dalam masa pandemi dengan menggenjot aplikasi digital, seperti membuat kegiatan Tsunami Institut, seminar, dan workshop yang melibatkan pemerintah setempat untuk menjaga keberlangsungan operasionalnya. Ruang serba guna yang semula digunakan untuk meeting dan seminar diubah menjadi wedding.

“Karena mereka yang ingin menikah tidak bisa menunda pesta pernikahan mereka meski pelaksanaannya dengan skala lebih kecil,” papar Sona yang berencana akan membuka hotel di Kota Yogyakarta meski di saat pandemi. (Ngurah Budi)

To Top