Woman on Top

Ikuti Prokes, Urusan Virus Pasti Tuntas

Denpasar (cybertokoh.com) –

Kondisi pandemi Covid-19 memberi banyak pelajaran. Banyak juga hal-hal baru yang bisa didapatkan. Pandemi Covid-19 ini harus disiasati dan harus menjadikan kaum perempuan tangguh. Hal ini diungkapkan Dr. AAA Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.H., Ketua Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK) di Denpasar, Senin (19/10).

“Dalam kondisi pandemi memunculkan hal-hal baru. Perempuan tangguh bisa berinovasi.  Mari sosialisasikan antara kesehatan dan ekonomi jangan dibenturkan, ini bisa memicu masalah baru. Kini saatnya masyarakat lebih menjaga kesehatan. Jadikan stimulan untuk bersinergi. Perempuan dan laki-laki harus bersinergi,” ungkap Gung Tini yang juga Ketua Umum Iwapi Bali ini.

Ia pun mengingatkan semua harus selalu menaati protokol kesehatan dengan cara jaga jarak saat berada di kerumunan, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta pakai masker. “Mari kita sama-sama sadari, ini persoalan global, jangan saling menyalahkan. Ikuti prokes, perempuan cerdas, urusan virus pasti tuntas,” tegasnya.

Terkait aktivitas KPRK, Gung Tini mengatakan sejak 12 Juli 2020 pihaknya mengampanyekan tagline “pang pada payu”. Prinsip ini mengajak semua saling menguatkan karena semua kena dampak. “Mari ciptakan pasar tapi harga dijaga. Kita semua bergerak. Perempuan pantang menyerah, ada solusi,” ujar Gung Tini. Ia menyebut ada produk APD, masker, jaket yang dihasilkan anggota KPRK.

Sementara itu, Ni Wayan Agek Parwati Asih, S.Pd., M.Pd (Wakil Ketua Umum I Iwapi Bali) menambahkan anggota Iwapi tetap aktif selama pandemi Covid-19.  “Kami banyak ikut webinar dengan  melibatkan anggota di provinsi dan kab/kota. Kami akui anggota kami terdampak. Ketika terdesak, inovasinya muncul, mereka jualan online,” ujarnya.

Dalam beberapa kegiatan, Iwapi bersinergi dengan KPRK, membuat warung kaget, yang menyediakan sembako untuk masyarakat terdampak. Saat kegiatan mereka tetap mengikuti prokes. Semua harus memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Untuk berikutnya akan diagendakan pelaksanaan “Pekenan Iwapi”.

“Sekarang kita harus lebih hati-hati, hindari klaster keluarga. Selalu siapkan wastafel dengan sabun yang pantas  untuk cuci tangan dan lap atau tisu. Mulailah dari diri sendiri. Hal yang juga perlu diingat emosional dijaga. Sejak Maret kita tidak ketemu teman, pas ketemu bisa excited. Tetap terapkan prokes dan tularkan informasi pentingnya prokes. Kalau bisa hindari kerumunan. Ini semua harus dibiasakan,” tegas Agek. (Ngurah Budi)

To Top