Sehat

Upaya GGF Jaga Gizi Optimal Masyarakat: Dari Siapkan Produk Berkualitas hingga Kembangkan KRPL

Denpasar (cybertokoh.com) –

Semua sektor kehidupan terdampak pandemi Covid-19. Namun, bukan berarti kita harus menyerah begitu saja. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Salah satunya, selalu memegang prinsip, lebih baik mencegah daripada mengobati. Bagaimana caranya?

Bagi masyarakat yang sering belanja kebutuhan sehari-hari di supermarket, tentu sering melihat pisang berwarna kuning dengan label Sunpride. Ini bukanlah buah pisang impor. Pisang ini ditanam di perkebunan yang ada di Lampung. Buah pisang merupakan sumber energi (karbohidrat) dan mineral, terutama kalium. Sunpride sendiri memiliki beberapa jenis pisang, antara lain yaitu pisang cavendish (jenis pisang ambon dengan  kulit buah agak tebal, daging buah kekuningan), pisang mas (bentuk bulat memanjang berkulit tipis kuning cerah), pisang barangan (warna kulit kuning kemerah-merahan, daging buah kering dan beraroma baik khas dari Sumatera Utara) dan pisang tanduk (pisang dengan ujung meruncing, kulit buah berwarna kuning kecoklatan dan berbintik coklat).

Perkebunan pisang di Lampung ini berada di bawahgrup Gunung Sewu Kencana untuk menguatkan 13 anak perusahaan yang bergerak di bidang pangan, pertanian dan peternakan. Corporate Brand yang digunakan adalah Great Giant Foods (GGF).

“Visi GGF adalahgreat world, great lives, dan great people. GGF menerapkan sustainable intergrated farming model. Tidak ada sisa yang terbuang karena semua terintegrasi. Apa yang diambil dari alam dikembangkan kealam. Ini cara kami ikut menjaga lingkungan,” ujarAyu Lutfhiany Azwawie, Head of Production, Project Management PT Sewu Segar Nusantara dalam Webinar bertema “GGF Turut Menjaga Kesehatan dengan Gizi Optimal di Masa Pandemi Covid-19”.

 

Ia menjelaskan pemasaran buah-buahan dengan merek Sunpride, khususnya pisang dan nanas sudah menembus pasar internasional, seperti Jepang dan Tiongkok. Untuk pasar Indonesia, distribusinya sudah ada di 133 kota dengan 9 cabang. “Sunpride memang sering disangka pisang impor. Padahal ini pisang lokal yang kualitasnya bagus karena dirawat dengan baik. Pisangnya ditanam di Lampung dan kebunnya dikelola orang-orang Indonesia,” jelas Ayu.  Ia juga mengatakan Sunpride sudah memiliki sertifikasi Global GAP karena terjamin higienisnya, bebas pestisida, traceable, eco friendly dan ramah lingkungan.

Sementara itu Kadis Kesehatan Provinsi LampungDr. dr. Hj. Reihana, M.Kes memaparkan tentang perkembangan kasus Covid-19 di Lampung. Ia pun mengingatkan tentang penggunaan istilah adaptasi kebudayaan baru daripada istilah new normal.

“ Terjadinya berbagai penyakit tak lepas dari dampak pola konsumsi yang tidak baik.Kasus wasting, stunting, underweight,dan obesitas adalah contohnya.  Karena itu gizi seimbang memainkan peran penting pertahankan kondisi tubuh tetap sehat,” tegasnya.

Dalam kondisi pandemi Covid-19, masyarakat diminta untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menerapkan protokol kesehatan, seperti selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker saat berada di luar rumah, serta menjaga jarak antara satu orang dengan orang lain. Menjalankan prinsip kesehatan lebih baik mencegah daripada mengobati lebih mudah dilakukan, salah satunya dengan asupan nutrisi sehat, seperti makan buah dan sayur. Memaksimalkan asupan nutrisi sehat bisa meminimalkan risiko terjangkit Covid-19.

TINGKATKAN KEKUATAN IMUN

Nanda Dita Syahpradana, Health Campaign GGF menjelaskan di masa pandemi Covid-19 ini GGF turut mendukung masyarakat dengan membagikan 4 ton pisang, 4 ton guava, 3800 pcs susu segar untuk 6 puskesmas dan 5 RS rujukan di Lampung, serta 220 ribu paket APD yang diberikan ke pemprov Lampung.  Semua tidak diberikan langsung dalam suatu waktu, pembagian dilakukan berkala mulai Maret sampai Juni.

“Ada kutipan dari jurnal kesehatan yang mengatakan ketika kita sadar belum adanya vaksin, obat yang paling bisa diandalkan adalah healthy imun system. Sistem yang imun bagus meminimalkan kita dari risiko fatal,” ujarnya.

Nanda juga memaparkan program Great Indonesia untuk bebas stunting. Pola makan yang menargetkan anak-anak usia dini di PAUD. Ada 700 anak yang dibagikan buah dan susu tiap minggu. Anak-anak juga dilatih cuci tangan pakai sabun. Ini sudah dilakukan jauh sebelum pandemic Covid-19. Ada juga program pola asuh, targetnya wanita usia subur, wanita hamil, dan wanita menyusui agar mereka memperhatikan asupan gizi. Memberikan pengayaan tentang pentingnya gizi.

“Kami juga memiliki KRPL yakni kawasan rumah pangan lestari. Sasarannya Kelompok Wanita Tani untuk memberdayakan ibu-ibu yang secara kesibukan tidak terlalu sibuk, ibu rumah tanggaagar miliki aktivitas produktif. Berdayakan pekarangan rumah. Tanami sayuran. Buah dan sayur ada di depan rumah, jadi lebih mudah didapat. Ada 200 IRT di 5 kampung. Dari hasil testimoni, ketika pandemi Covid-19, mereka sangat merasakan manfaat dari tanaman. Tidak perlu ke pasar dan berisiko tertular Covid-19. Tanpa ke pasar tetap bisa makan sayur dan buah,” ungkap Nanda. (Ngurah Budi)

 

 

To Top