Kata Hati

Menjaga Kualitas Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19

Menjaga kualitas pendidikan merupakan salah satu tugas utama dari seluruh aspek pendidikan. Dengan adanya Covid-19 ini, pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan tatap muka sekarang beralih pada pembelajaran dalam jaringan (daring). Akibat pandemi ini,   pendidik dan peserta didik yang terbiasa melakukan kegiatan belajar mengajar dengan Interaksi langsung di ruang kelas Suka tidak suka harus menyesuaikan diri dan menerima metode belajar jarak jauh itu sebagai satu-satunya jalan dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Tidak ada satu orang pun yang mengetahui secara pasti kapan pandemi ini akan berakhir. Mengingat ketidakpastian yang semakin tinggi, sudah barang tentu pembelajaran dalam jaringan akan terus dilakukan selama pandemi ini berakhir. Bahkan yang lebih mengkhawatirkan adalah bisa saja pandemi ini sampai Desember mendatang atau dengan kata lain tahun ajaran baru bisa saja di-pending sampai tahun 2021 mendatang.

Untuk menjaga kualitas pendidikan selama masa pandemi ini tentu saja diperlukan penyesuaian dari berbagai macam aspek standar proses pendidikan. Salah satu aspek penyokong dalam peningkatan proses pembelajaran dalam masa pandemi ini adalah ketersediaan teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh guru dalam pembelajaran.

Selama pembelajaran daring dilakukan banyak masalah yang didapatkan oleh guru. Kendala teknis yang dihadapi oleh guru adalah ketersediaan fasilitas hardware maupun software yang dibutuhkan bagi penyelenggaraan pembelajaran daring memang perlu dipertanyakan. Tidak semua guru dan murid memiliki perangkat yang memenuhi syarat kelayakan bagi pelaksanaan aktivitas dalam jaringan. Fasilitas internet yang menjamin keterhubungan pun belum merata keberadaannya di seluruh pelosok tanah air.  Kesulitan non teknis berkaitan dengan kondisi bahwa tidak semua guru dan murid dapat segera beradaptasi dengan teknologi dan metode mengajar jarak jauh dan penguasaan siswa ataupun guru terhadap teknologi pembelajaran juga sangat bervariasi.

Hal yang lebih substansi lagi adalah menjaga kualitas standar isi yaitu kurikulum. Selama ini, kurikulum 2013  belum mengakomodasi dan mengadaptasi sistem belajar jarak jauh. Selama ini KBM secara online hanya merupakan konsep sebagai perangkat teknis belum berkembang menjadi cara berpikir dan paradigma pembelajaran. Adaptasi itu antara lain pada hari normal guru bisa menggelar pertemuan untuk berdialog dengan siswa, kini ukuran tersebut disesuaikan selama pendidikan jarak jauh yang memungkinkan perampingan atau integrasi materi ajar.

Untuk menjaga kualitas pendidikan, salah satu standar yang terpenting yang perlu di jaga adalah kualitas standar proses pembelajaran. Para pendidik terutama guru  harus  fokus kembali pada isu utama pendidikan yaitu mutu belajar. Alasan inilah yang menyebabkan kita bahwa praktik pendidikan konvensional harus sudah terhenti. Untuk itu guru dan orang tua dituntut untuk terus berinovasi dan kreatif agar kualitas proses  pembelajaran selama masa pandemi ini bisa dijaga dengan baik.

Inovasi dan kreasi guru yang lain pada saat masa pandemi ini dengan menggunakan prinsip pendidikan karakter melalui kegiatan positif. Kegiatan positif yang bisa dilakukan siswa ini dilaporkan melalui grup WA. Kegiatan ini bentuknya bisa bervariasi seperti kegiatan berjemur sambil bercocok tanam di pagi hari hingga sembahyang bersama keluarga, laporan tugas karangan yang berupa gambar atau pesan suara sehingga kuota internet bisa di hemat.

Banyak halangan yang dihadapi oleh pendidik dan siswa untuk menjaga kualitas pendidikan. Kita tidak boleh menyerah dengan keadaan. Agar kualitas pendidikan nasional kita tidak menurun di tengah berlangsungnya pandemi, seluruh stakeholder pendidikan nasional harus ikut turun tangan menjadi solusi dan mengantisipasi potensi persoalan tersebut.  Proses pembelajaran jarak jauh yang selama ini telah ditetapkan di Universitas Terbuka kiranya dapat menjadi model awal dari peta jalan tersebut.  Adaptasi dan adopsi sistem yang sama jika dipandang perlu, dapat diterapkan di strata pendidikan yang lebih rendah terlama di pendidikan menengah dan pendidikan dasar.

 

I Kadek Darsika Aryanta,S.Pd.,M.Pd

(Guru SMAN Bali Mandara)

To Top