Edukasi

Undhira Bedah Buku Apokaliptik

Badung (cybertokoh.com) –

Untuk memperingati Dies Natalis ke-9 yang puncaknya 7 Juli 2020, Undhira melalui LPPM mengadakan bedah buku secara daring. Bedah buku berlangsung Kamis 2 Juli 2020. Judul buku yang dibedah adalah “Apokaliptik: Menyingkap Makna Simbol Kitab Wahyu dari Sudut Pandang Penerjemah” yang ditulis Dr. Ni Made Diana Erfiani, S.S.,M.Hum., Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset dan Inovasi.

Sebagai pembedah adalah Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Lit dan Pdt. Dr. Ni Luh Suartini. Bedah buku ini juga diikuti oleh Wakil Rektor Bidang Operasional dan SDM, Dr.Drs. R. Tri Priyono Budi Santoso, MM, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Pemasaran; Dr.I Wayan Damayana, S.Th.,M.Si., MM. serta diikuti oleh seluruh dosen Undhira dan peserta dari luar Bali.

Tujuan dari acara bedah buku ini adalah untuk lebih meningkatkan motivasi dan menggiatkan penulisan buku di lingkungan dosen Undhira, sehingga akan muncul penulis-penulis sesuai dengan disiplin ilmu yang ada.

Acara ini dibuka oleh Rektor Universitas Dhyana Pura Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., MMA., MA secara daring serta diawali dengan doa yang dibawakan oleh sekretaris Yayasan Dhyana Pura Dra. Adri Supriati. Sebagai host/moderator adalah Ketua LPPM Undhira Putu Chris Susanto, MBA, M.Ed.

Melalui bedah buku ini para peserta mendapatkan pencerahan dan wawasan. “Dalam kaitannya dengan dunia penerjemahan antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya tidak dapat berdiri sendiri. Ilmu saling melengkapi dan tidak bersifat tunggal,” ungkap Pdt. Dr. Ni Luh Suartini.

Sedangkan pembedah Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, M.Lit memaparkan, betapa pentingnya penerjemahan itu untuk dipelajari mengingat manusia hidup dalam bahasa masing-masing, tindakan berkomunikasi lintas bahasa memerlukan terjemahan, perlu ada studi khusus mengenai penerjemahan, penerjemah bisa dijalani sebagai profesi, terjemahan berlaku di dalam kehidupan sosial, budaya, politik dan hukum.

“Mengingat dalam penerjemahan bisa terjadi multitafsir, maka dalam penulisan sebuah buku yang menyangkut simbol harus berhati- hati,” ujar Prof. Darma Putra.

Buku Apokaliptik ini ditulis dengan pendekatan 3 teori yaitu teori terjemahan, semantik dan semiotik. Banyaknya peserta yang bertanya mengenai tulisan buku Apokaliptik ini memberikan indikasi bahwa dunia atau profesi penerjemah patut dilirik dan ditawarkan kepada generasi muda, dan tentu memerlukan studi khusus.

Acara bedah buku ini merupakan rangkaian kegiatan akademik pada acara Dies Natalis 2020 yang mengusung tema “Teladan dan Unggulan” dengan Sub Tema “Melalui Dies Natalis ke-9 Universitas Dhyana Pura Percaya Diri Menyongsong Berkah di Era New Normal dan Beradaptasi dengan Dunia Pendidikan Tanpa Batas”. (rls/Ngurah Budi)

To Top