Komunitas

“Masker untuk Nyama Braya” Sasar Karangasem

Karangasem (cybertokoh.com) –

Dari sudut pandang budaya, wabah pandemi Covid-19 membangkitkan semangat gotong royong dan rasa kepedulian untuk berjibaku dan saling tolong-menolong.

Komunitas yang ada di masyarakat pun turut serta peduli bagi sesama. Adalah komunitas KITAPOLENG Bali mengumpulkan masker dari para donatur antara lain dari Rumah Topeng dan Wayang Setiadarma-Ubud, Karma Rama dan HFLA Bali.

Koordinator kegiatan sekaligus Relawan Covid-19 dari KITAPOLENG Bali Nengah Rata Artana S.Sn., M.Sn yang juga menggagas kegiatan ini telah melakukan kegiatan sebanyak dua kali. “Kegiatan pertama berlangsung Sabtu, 23 Mei 2020 yang khusus menjaring para wisatwan tanpa mengenakan masker di daerah desa Tibubeneng, Kuta Bali. Sabtu dan Minggu 4-5 Juli 2020 Relawan Covid-19 KITAPOLENG Bali menyasar ke daerah timur pulau Bali, yang khusus membagi masker untuk para pekerja pariwisata di beberapa titik daerah wisata yang difokuskan bagi karyawan di hotel Ashyana,” ujar Rata.

Ia menambahkan KITAPOLENG diterima Ni Kadek Sumariati (Restoran Supervisor) mewakili manajer Ashyana Candidasa I Wayan Kariasa, SH yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Karangasem periode 2020-2024 dan ketua BPC PHRI Karangasem periode 2018-2023. Untuk para pekerja di taman wisata Tirtagangga, diterima oleh A.A. Kosalia, Kepala pengelola taman wisata Tirta Gangga, selanjutnya para pekerja di Sunset Point Amed Karangasem diterima oleh I Wayan Okta Jack Daniel (Assistant Manager) mewakili Manajer I Wayan Dongok Susila.

Para donatur yang maskernya dibagikan ke lapangan oleh KITAPOLENG Bali, berharap masker dikenakan agar bisa melindungi diri bagi pemakai dan melindungi orang lain sehingga kesehatan tetap terjaga.

Rata menjelaskan dari sisi sosial program Masker untuk Nyama Braya ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan melestarikan gotong royong di tengah masyarakat akibat dampak pandemi Covid-19. “Komunitas KITAPOLENG Bali berharap akan ada dari pribadi atau perusahaan yang mau berbagi masker untuk ikut menjaga kesehatan masyarakat Bali, sebab jika kesehatan sudah tidak menjadi persoalan, maka tandanya masyarakat tersebut sehat dan akhirnya akan bisa melakukan aktivitas yang maksimal,” ujarnya.

Program Masker untuk Nyama Braya ini tidak terlepas dari dukungan orang-orang atau perusahaan yang mau diajak bekerja sama dan peduli sesama, meskipun tidak bisa menjangkau semuanya, namun paling tidak aksi ini sudah menjawab persoalan.

“Program Masker untuk Nyama Braya ini masih akan terus berlanjut, hingga mencapai ribuan masker yang akan dikumpulkan lalu disalurkan oleh KITAPOLENG Bali, karena itu kami mengetuk pintu hati para dermawan untuk berbagi masker, sebab 1 buah masker minimal akan menyelamatkan 2 orang, yaitu pemakai masker dan lawan bicara, karenanya begitu penting gerakan ini untuk didukung,” ujar Rata yang juga dosen D4 Manajemen Pariwisata di Universitas Dhyana Pura ini. (rls/Ngurah Budi)

To Top