Buleleng

Stimulus untuk Pelaku Usaha Terdampak Covid-19

Buleleng (cybertokoh.com) –

Sesuai dengan peraturan Gubernur Bali nomor 15 tahun 2020 tentang Paket Kebijakan Percepatan Penanganan Covid-19, Pemkab Buleleng menerima instruksi dari Provinsi Bali melalui Dinas UMKM Provinsi untuk memberikan bantuan stimulus kepada pelaku usaha. Hal tersebut diungkapkan Dewa Made Sudiarta, Kepala Disdagprinkopukm Buleleng, Selasa (9/6) sore.

Sudiarta mengungkapkan bantuan stimulus usaha (BSU) diberikan kepada pelaku usaha yang terdampak Covid-19 baik usaha informal, IKM dan UKM di seluruh desa dan kelurahan di Buleleng. Ada dua kriteria penting yang menjadi dasar pemberian stimulus ini, pertama usaha informal, IKM dan UMKM secara langsung terdampak Covid-19 dan kedua usaha tersebut belum pernah mendapat bantuan jenis apapun.

“Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya duplikasi atau bantuan ganda. Kami sudah intruksikan kepada aparat desa atau kelurahan untuk memverifikasi surat-surat kelengkapan masyarakat yang mengusulkan, ” jelasnya.

Terkait dengan kuota dan jumlah amggaran yang disiapkan, Dewa Sudiarta menegaskan semua menjadi kewenangan pemerintah Provinsi sedangkan pemerintah Kabupaten hanya bertugas menjaring usulan. “Nantinya atas nama Bupati Buleleng kami akan usulkan ke Dinas UKM provinsi Bali dan akan diverifikasi lebih lanjut, ” jelasnya.

Informasi awal yang diterima hanya terkait besaran stimulus yang akan diberikan kepada masing-masing pelaku usaha yaitu sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan berturut-turut dari Mei, Juni dan Juli. “Nanti kalau bulan Mei sudah lewat bisa dirapel pada bulan Juni, ” ungkapnya.

Untuk diketahui potensi pelaku UMKM, IKM dan usaha informal di Buleleng lanjut Dewa Sudiarta sebanyak 35.555 usaha di sembilan kecamatan.

Selain memberikan stimulus kepada pelaku UMKM, pemerintah provinsi kata Sudiarta juga memberikan stimulus usaha kepada koperasi-koperasi yang ada di Buleleng. Pemberian stimulus kepada koperasi bahkan lebih dulu dijadwalkan. Untuk di Buleleng pemberian stimulus terhadap koperasi diberikan aecara dua tahap. Tahap pertama diberikan kepada 47 koperasi dengan stimulus masing-masing diberikan sebesar 10 juta rupiah. “Tahap pertama sudah selesai kami jaring, dan telah ditetapkan oleh pemerintah provinsi,” jelasnya.

Untuk tahap kedua pihaknya masih melakukan proses penjaringan dan akan diusulkan sebanyak 52 koperasi sehingga total ada 99 koperasi yang nantinya akan ditetapkan untuk menerima BSU. “Batas waktu yang diberikan sampai 15 Juni sehingga tidak menutup kemungkinan bagi koperasi yang ingin mengajukan bantuan tersebut, ” imbuhnya.

Sebagai syarat untuk menerima BSU, ungkap Sudiarta koperasi tersebut harus aktif dan berbadan hukum. Hingga 2020 di Buleleng terdapat 382 koperasi dengan jumlah koperasi yang aktif sebanyak 319 koperasi.

“Koperasi yang mengusulkan adalah koperasi yang memang terdampak Covid-19, sementara dari koperasi aktif juga terdapat koperasi fungsional seperti koperasi PNS, ABRI, Polri yang tidak berdampak sehingga tidak diusulkan,” pungkasnya. (Wiwin Meliana)

To Top